Beranda Berita Nasional Presiden Prabowo Targetkan Bursa Mineral Indonesia Beroperasi 1 Januari 2027

Presiden Prabowo Targetkan Bursa Mineral Indonesia Beroperasi 1 Januari 2027

84
0
Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: Dok. Kemsetneg)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menargetkan Indonesia memiliki bursa mineral dan komoditas strategis sendiri yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Bursa tersebut akan menjadi wadah perdagangan komoditas strategis Indonesia di dalam negeri dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Hari ini saya mengumumkan tahap lanjutan ekspor satu pintu kita. Kita telah membahas bersama OJK bahwa kita ingin segera mendirikan bursa mineral dan komoditas strategis,” ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2026-2027 Penyampaian RUU APBN 2027, Jumat (14/8/2026).

Presiden mengatakan, selama puluhan tahun Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar untuk berbagai komoditas penting dunia, termasuk kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi dan karet. Namun, harga sejumlah komoditas tersebut masih banyak ditentukan melalui bursa komoditas di luar negeri.

“Selama puluhan tahun Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar untuk komoditas-komoditas penting dunia. Kelapa sawit, nikel, timah batubara, emas, kopi, karet dan berapa belas lainnya,” katanya.

Kondisi tersebut, sambungnya, perlu diubah agar Indonesia memiliki posisi yang lebih kuat dalam menentukan harga komoditas yang dihasilkan dari kekayaan alam dan produksi masyarakat. Ia menilai tidak masuk akal apabila negara yang tidak memiliki komoditas tersebut justru menentukan harganya.

“Keadaan ini harus berani kita ubah saya minta dukungan dewan perwakilan rakyat untuk kita rubah ini dan saya katakan disini, saya yakin saudara-saudara mendukung saya kalau meraka tidak mau bayar harga yang kita pasang enggak usah beli. Lebih baik komoditas itu, nikel itu, timah itu, emas itu, semuanya biar ditanah untuk anak cucu kita,” tegasnya.

Ia menegaskan, pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis tetap perlu memperhatikan mekanisme pasar. Menurutnya, harga komoditas yang terlalu tinggi juga tidak masuk akal, namun Indonesia harus memiliki bursa sendiri untuk menentukan mekanisme perdagangan komoditas strategis tersebut.

“Tapi tentunya kita juga mengerti mekanisme pasar kalau harga terlalu tinggi itu juga engga masuk akal tapi yang penting bursanya ada di bumi Republik Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bursa mineral dan komoditas strategis akan segera dioperasionalkan di bawah pengawasan OJK. Pemerintah juga menargetkan ketentuan mengenai bursa tersebut segera dibahas dan diterbitkan oleh DPR RI.

“Kita akan segera operasionalkan bursa mineral dan komoditas strategis di bawah pengawasan otoritas jasa keuangan (OJK) rencana kita apabila OJK bekerja dengan baik, rencana kita dengan dukungan DPR kita rencanakan 1 Januari 2027 kita memiliki bursa komoditas sendiri,” pungkasnya. (Tubagus)