
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batu Bara (PPSDM Geominerba) terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja sektor pertambangan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) serta Juru Ledak Kelas II.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat penerapan keselamatan dan keamanan operasional pertambangan melalui penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan profesional.
Pelatihan yang digelar di Bandung pada 6–11 Juli 2026 itu berfokus pada peningkatan kemampuan pengawasan operasional di lapangan. POP memiliki peran penting sebagai pengendali kegiatan operasional, terutama dalam memastikan penerapan prosedur keselamatan kerja serta pengelolaan risiko di area pertambangan.

Kepala PPSDM Geominerba, Bayu Nugroho, mengatakan, kualitas SDM menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan kegiatan pertambangan yang aman dan berkelanjutan.
“SDM merupakan komponen vital dalam keberhasilan organisasi. Kompetensi dan kualitas SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pencapaian tujuan serta pelaksanaan kegiatan pertambangan yang aman dan profesional,” ujar Bayu, sebagaimana dikutip dari laman BPPSDM Kementerian ESDM, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, aktivitas pertambangan, khususnya pekerjaan yang memiliki tingkat risiko tinggi seperti kegiatan peledakan, membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memahami aspek keselamatan kerja dan mampu menerapkan regulasi yang berlaku.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek, mulai dari penerapan peraturan keselamatan pertambangan, identifikasi bahaya, analisis keselamatan pekerjaan (job safety analysis), pengendalian risiko, perlindungan lingkungan, hingga investigasi kecelakaan tambang.
Melalui sertifikasi yang dilaksanakan bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ESDM, para peserta diharapkan mampu memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan industri dan berkontribusi dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di sektor pertambangan.
Peningkatan kapasitas SDM tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk mendukung industri pertambangan nasional yang lebih produktif, aman, dan berkelanjutan. (Shiddiq)












































