Beranda Berita Nasional B50 Resmi Diluncurkan, Junaidi Auly: Momentum Kedaulatan Energi Nasional

B50 Resmi Diluncurkan, Junaidi Auly: Momentum Kedaulatan Energi Nasional

118
0
Anggota Komisi XII DPR RI, Junaidi Auly (Foto: Dok. PKS)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI, Junaidi Auly, menilai peluncuran biodiesel B50 menjadi momentum penting dalam memperkuat kedaulatan energi nasional. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah memanfaatkan sumber daya energi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar sekaligus memperkuat hilirisasi.

“Peluncuran B50 merupakan momentum penting dalam perjalanan menuju kedaulatan energi nasional. Langkah ini patut diapresiasi karena menunjukkan keberanian untuk memanfaatkan sumber daya dalam negeri sebagai fondasi memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ungkap Junaidi, dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi, Jumat (10/7/2026).

Implementasi B50, katanya melanjutkan, menjadi bagian dari strategi membangun sistem energi nasional yang lebih tangguh di tengah dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia. Pemanfaatan sumber daya energi domestik menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemandirian sekaligus daya saing sektor energi nasional.

Ia menambahkan, keberhasilan implementasi B50 tidak cukup diukur dari peluncurannya semata. Program tersebut harus mampu menurunkan impor solar secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing industri nasional, memperbesar manfaat bagi petani sawit, serta menghadirkan sistem energi yang semakin efisien dan andal bagi masyarakat.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

“Program sebesar ini memerlukan evaluasi yang berkelanjutan. Pemerintah perlu memastikan implementasi di lapangan berjalan baik mulai dari ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi biodiesel, infrastruktur distribusi, hingga kesiapan sektor pengguna seperti transportasi, pertambangan, perkebunan, industri, dan pembangkit listrik,” jelasnya.

Lebih lanjut legislator dari Fraksi PKS itu juga mendorong agar implementasi B50 diiringi dengan penguatan kapasitas teknologi dalam negeri. Pengembangan riset, inovasi, rekayasa mesin, hingga industri pendukung dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen bahan bakar nabati, tetapi juga mampu mengembangkan teknologi energi yang memiliki daya saing dan nilai tambah.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg

Sebagai bagian dari fungsi konstitusional DPR RI, lanjutnya, Komisi XII siap mendukung sekaligus mengawal implementasi B50 agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, memperkuat industri nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi impor.

“Ketika manfaatnya dirasakan oleh masyarakat, industri semakin kuat, petani semakin sejahtera, dan ketergantungan terhadap energi impor terus berkurang, saat itulah B50 akan tercatat sebagai tonggak penting dalam transformasi energi nasional,” pungkasnya. (Tubagus)