
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Apakah benar Starlink mengeluarkan “Starlink Pocket” dan “Starlink SIM Card”? Kedua “produk” berseliweran ditawarkan di media sosial oleh oknum yang mengaku menjual varian terbaru dari perangkat Starlink.
“Starlink Pocket” diklaim sebagai perangkat kecil menyerupai modem atau powerbank yang disebut-sebut mampu menghadirkan internet satelit tanpa perlu antena. Sementara itu, “Starlink SIM Card” digadang-gadang sebagai kartu SIM yang dapat langsung digunakan di ponsel untuk terhubung ke jaringan satelit tanpa perangkat tambahan.
PT Primacom Interbuana (Primacom), reseller resmi Starlink di Indonesia, menegaskan, hingga Mei 2026, tidak ada produk resmi dengan nama maupun fungsi tersebut yang dirilis oleh Starlink. Penelusuran melalui kanal resmi, termasuk website Starlink, menunjukkan bahwa perangkat seperti “Starlink Pocket” maupun “Starlink SIM Card” tidak pernah diumumkan ataupun dipasarkan.

“Secara teknologi, klaim tersebut juga tidak sesuai dengan prinsip dan cara kerja Starlink. Pada dasarnya, Starlink beroperasi menggunakan jaringan satelit di orbit rendah atau low earth orbit (LEO) yang terhubung dengan perangkat pengguna di bumi melalui antena atau dish. Antena Starlink dirancang dengan teknologi phased-array antenna, yang memiliki kemampuan tracking otomatis ke satelit di luar angkasa yang bergerak cepat serta modul pemrosesan sinyal yang kompleks,” demikian dipaparkan pihak Primacom, dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu (7/7/2026).
Antena Starlink, lanjutnya, harus memiliki garis pandang langsung ke langit agar dapat menangkap dan mempertahankan koneksi dengan satelit yang terus bergerak di orbit. Dengan mekanisme tersebut, perangkat kecil, seperti modem saku atau SIM card, secara teknis tidak memiliki kapasitas untuk menggantikan fungsi antena.
Jadi, klaim bahwa kedua produk, yang ditawarkan di media sosial, langsung terhubung ke internet satelit tanpa antena tambahan bertentangan dengan prinsip dasar teknologi komunikasi satelit itu sendiri.

Memakan Korban
Dengan gencarnya penawaran kedua produk tersebut, sejumlah pelaku bisnis dilaporkan telah menjadi korban penipuan karena tergiur penawaran “Starlink Pocket” dan “Starlink SIM Card” dengan harga murah dan klaim penggunaan yang praktis.
Primacom pernah menerima aduan dari masyarakat yang mengaku telah melakukan transaksi pembelian melalui media sosial. Dalam beberapa kasus, korban menyampaikan bahwa setelah pembayaran dilakukan, penjual tidak lagi dapat dihubungi.
“Awalnya karena butuh cepat untuk operasional di lapangan. Setelah saya transfer, langsung tidak bisa dihubungi lagi. Uang saya 12 juta hilang,” ujar seorang korban yang identitasnya tak ingin dipublikasikan.

Tips Agar Tak Tertipu
Menanggapi hal tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan membeli perangkat yang belum jelas keasliannya, terutama untuk kebutuhan bisnis atau operasional perusahaan.
Vice President of Product Development Primacom, Andy Liminata, mengatakan, risiko pembelian perangkat dari sembarang pihak tidak hanya menyangkut kerugian finansial, tetapi juga berdampak serius pada kelangsungan operasional, keamanan data, hingga aspek kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“Masyarakat disarankan untuk selalu mengecek ulang informasi melalui website resmi Starlink sebelum melakukan pembelian. Jika suatu produk belum tercantum atau diumumkan secara resmi, seperti ‘Starlink Pocket’ dan ‘Starlink SIM Card’, maka patut dipertanyakan keasliannya,” jelas Andy.
Dalam kondisi ragu, langkah terbaik adalah melakukan konfirmasi kepada reseller resmi Starlink, seperti Primacom. Sebagai Authorized Reseller Starlink di Indonesia, Primacom menegaskan bahwa pembelian melalui jalur resmi memastikan keaslian perangkat, dukungan instalasi dan aktivasi, serta layanan purnajual yang sangat penting khususnya bagi kebutuhan skala perusahaan. (Red)











































