
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, mendorong PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Id Survey) memperluas ekspansi usaha dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri jasa survei dan sertifikasi yang semakin kompetitif. Kinerja keuangan perusahaan yang sehat diharapkan menjadi modal untuk memperkuat penetrasi pasar dan mengembangkan bisnis ke depan.
“Saya kira kalau melihat dari laporan keuangannya memang Id Survey sehat sekali, tidak ada utang, indikator-indikatornya bagus semua,” ujar Adisatrya, dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi, Rabu (1/7/2026).
Menurut dia, tantangan utama yang dihadapi Id Survey saat ini bukan lagi persoalan keuangan, melainkan bagaimana memperluas bisnis dan memperkuat posisi perusahaan di pasar. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan ialah penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebagai upaya meningkatkan kredibilitas perusahaan di tingkat global.

“Kalau bicara IPO kan bukan berarti karena Id Survey perlu tambahan injeksi kas. Saya kira pasti berkecukupan. Cuma IPO kadang kita perlukan untuk menambah kredibilitas, apalagi ini di bidang pemastian industri yang perlu kredibilitas. Saya lihat pemain-pemain besar dunia semuanya juga sudah listing. Jadi, itu ide yang perlu dipertimbangkan oleh Danantara dan Id Survey terkait IPO ke depan,” katanya menjelaskan.
Selain itu, politikus PDI Perjuangan itu menilai setiap anak perusahaan maupun subholding di lingkungan Id Survey perlu memiliki pembagian kompetensi yang jelas agar tidak terjadi tumpang-tindih bisnis. Dengan demikian, masing-masing entitas dapat lebih fokus mengembangkan keunggulan di bidang usahanya, sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Ia juga mendorong Id Survey meningkatkan penetrasi ke sektor swasta agar komposisi pelanggannya semakin beragam dan tidak didominasi oleh perusahaan-perusahaan BUMN.

“Marketing di sektor swasta mungkin juga harus ditingkatkan. Jadi, rasio BUMN dan anak perusahaan yang menggunakan Id Survey kita harapkan bisa naik. Tetapi, secara keseluruhan diversifikasinya juga lebih bagus, sehingga tidak didominasi oleh perusahaan-perusahaan BUMN sebagai pelanggan dari Id Survey,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penerapan standar internasional dalam layanan sertifikasi yang diberikan Id Survey. Hal tersebut diperlukan agar kualitas sumber daya manusia dan produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.

“Standardisasinya juga kita harapkan menggunakan standardisasi internasional. Jadi, sudah ketahuan ini yang disertifikasi oleh Id Survei. Misalnya yang sangat diminati di luar itu kan nurses dari Indonesia, skill-nya itu karena orang Indonesia dianggap ramah dan hospitable, tetapi skill-nya tentu harus mendukung. Nah ini harus sesuai dengan standar-standar internasional,” tegasnya.\
Ia berharap Id Survey dapat terus memperkuat perannya sebagai lembaga yang menjamin kualitas produk dan jasa di Indonesia, termasuk melalui pengawasan terhadap produk impor agar memenuhi standar keselamatan dan mutu yang berlaku.
“Saya berharap Id Survey benar-benar menjadi penjaga gawang kualitas produk yang beredar di Indonesia, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional,” pungkasnya. (Tubagus)









































