Beranda Korporasi Green Legacy Ceria Corp Tegaskan Komitmen Pengelolaan Pascaraih Proper Hijau

Green Legacy Ceria Corp Tegaskan Komitmen Pengelolaan Pascaraih Proper Hijau

104
0
“Satu Pohon, Satu Warisan, Satu Komitmen” Green Legacy Ceria Corp (Foto: Dok. Ceria)
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-International-Critical-Minerals-Summit-Indonesia-2026-1024x341.jpg

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — “Satu Pohon, Satu Warisan, Satu Komitmen” adagium ini melekat pada upaya Ceria Corp memperkuat pemulihan lingkungan, meningkatkan fungsi ekologis kawasan pascatambang, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki pemegang saham nasional ini, Selasa lalu (9/6/2026), melaksanakan kegiatan penanaman pohon bertajuk Green Legacy di kawasan revegetasi Emerald Puncak, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut menegaskan kembali komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan setelah meraih penghargaan Proper Hijau periode 2024–2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari S.E. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) No. 9 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dan S.E. Dirjen Minerba Kementerian ESDM No. 6.E/MB.07/DBT.PL/2026 terkait pelaksanaan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Ratusan peserta bertisipasi dalam kegiatan tersebut, mulai dari jajaran manajemen perusahaan, karyawan, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, mitra kerja, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama, Abdul Haris Tatang, mengatakan, Green Legacy dirancang untuk melibatkan setiap individu dalam upaya pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Setiap pohon yang ditanam akan menjadi bagian dari sejarah yang kita tulis bersama. Green Legacy menjadi pengingat bahwa setiap Insan Ceria memiliki kontribusi dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan mengembalikan manfaat lingkungan bagi anak cucu kita kelak,” ujar Tatang dalam sambutannya.

Green Legacy Ceria Corp di kawasan revegetasi Emerald Puncak, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Foto: Dok. Ceria)

Setiap pohon yang ditanam, katanya melanjutkan, tidak hanya menjadi simbol kontribusi individu terhadap lingkungan, tetapi juga bagian dari transformasi hijau perusahaan yang dapat dipantau manfaatnya dalam jangka panjang. Sebagai inovasi program, seluruh pohon yang ditanam didokumentasikan secara digital. Data yang dicatat meliputi identitas penanam, jenis tanaman, tanggal penanaman, hingga koordinat lokasi. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan pertumbuhan dan tingkat keberhasilan tanaman secara real time.

Dalam kesempatan sama, Head of Sustainability & Corporate Management System of Ceria Corp, Krishna Ismaputa, mengatakan, program Green Legacy merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

“Program ini mendukung pencapaian SDGs 13 tentang aksi iklim, SDGs 14 mengenai perlindungan ekosistem perairan, serta SDGs 15 terkait pemulihan ekosistem daratan. Melalui penanaman dan pencatatan yang terintegrasi, kami ingin memastikan bahwa setiap kontribusi terhadap lingkungan dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ucap Krishna.

Sementara itu, Manager Environmental of PT Ceria Nugraha Indotama, Akramakum Ramli, menjelaskan, bibit pohon yang digunakan berasal dari nursery perusahaan dan ditanam pada area revegetasi yang telah ditetapkan dalam rencana pengelolaan lingkungan. Setiap titik penanaman didokumentasikan melalui pencatatan koordinat GPS, identifikasi spesies tanaman, tanggal penanaman, serta data peserta yang terlibat.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

“Seluruh informasi tersebut akan diintegrasikan ke dalam sistem Go Mine sebagai bagian dari database revegetasi perusahaan dan menjadi bahan pelaporan kepada Kementerian Lingkungan Hidup maupun Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara sesuai ketentuan yang berlaku,” Akramakum menjelaskan.

Hingga saat ini Ceria Corp sudah merevegetasi lahan seluas 199,64 hektare, yang melampaui kewajiban minimum yang dipersyaratkan dalam regulasi dan menjadi bagian dari penerapan prinsip good mining practice serta integrasi aspek environmental, social, and governance (ESG) dalam operasional perusahaan.

Menurut Manager Sustainability of Ceria Corp, Ajron Adhiema, keberhasilan program lingkungan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah, mitra kerja hingga masyarakat.

“Karena pada akhirnya, menjaga bumi bukan sekadar kewajiban, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwariskan dari generasi ke generasi,” tutur Ajron.

Melalui Green Legacy, Ceria berharap sinergi para pemangku kepentingan dalam pelestarian lingkungan dapat semakin kuat, sekaligus memastikan manfaat revegetasi dan pemulihan ekosistem dapat dirasakan oleh generasi mendatang. (Red)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg