Beranda Berita Nasional Kemenperin Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, IKM Didorong Masuk Rantai Pasok Nasional

Kemenperin Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, IKM Didorong Masuk Rantai Pasok Nasional

150
0
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto: Dok Humas Kemenperin)
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ESG-forum-2026-1024x341.jpeg

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Industri kecil dan menengah (IKM) terus dipacu untuk terlibat dalam dalam rantai pasok industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional. Hal itu dilakuakun untuk memperkuat pengembangan ekosistem industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

“Pemerintah melalui Perpres No. 55/2019 telah menegaskan komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi, ekonomi hijau, dan industrialisasi nasional,” kata Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Indonesia, menurut Agus, memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia. Potensi tersebut didukung oleh kekayaan sumber daya alam, pasar domestik yang besar, serta komitmen pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

Pemerintah saat ini terus mempercepat penguatan struktur industri KBLBB agar memiliki daya saing global sekaligus mampu memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian nasional. Maka, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya melibatkan industri besar, tetapi juga mendorong partisipasi aktif IKM nasional.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ICM-2026-Baru-update-1024x341.jpeg

“Pemerintah berupaya agar ekosistem industri KBLBB tidak hanya diisi oleh pelaku industri besar, namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah sehingga dapat terjadi proses transfer wawasan, pengetahuan, dan teknologi bagi pengembangan industri dalam negeri ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin, Dini Hanggandari, mengatakan, keterlibatan IKM dalam kegiatan penjajakan peluang bisnis dapat memberikan pemahaman mengenai peluang pasar, standar teknologi, kualitas, serta keberlanjutan industri kendaraan listrik.

“Diharapkan IKM alat angkut binaan kami dapat memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai standar teknologi, kualitas, dan keberlanjutan yang dibutuhkan industri kendaraan listrik sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing di pasar domestik maupun global,” pungkasnya.

Selain itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan, perkembangan industri kendaraan listrik nasional saat ini menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) pada triwulan I tahun 2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

Kemudian, populasi bus listrik nasional hingga April 2026 tercatat mencapai 798 unit dan kendaraan listrik roda dua telah mencapai 236.451 unit pada Februari 2026 atau sekitar 65% dari total populasi kendaraan listrik di Indonesia.

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik didukung oleh semakin luasnya infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik umum (SPKLU). Berdasarkan data PT PLN, hingga April 2026 telah tersedia 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi di Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 62.918 unit pada 2030 untuk mendukung proyeksi 943.764 unit KBLBB sesuai roadmap Kementerian ESDM.

Salah satu upaya pemerintah yaitu kegiatan Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB di Cikarang, Jawa Barat, pada 22 Mei 2026, yang diselenggarakan Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKMA berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal ILMATE, Kementerian Investasi/BKPM, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.

Kegiatan tersebut diikuti para pelaku IKM komponen otomotif, pemerintah daerah pembina IKM, asosiasi, serta industri komponen otomotif nasional dengan tujuan membuka peluang kerja sama dan kemitraan strategis antara IKM dengan industri besar kendaraan listrik. (Fi Yun)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg