Beranda Berita Nasional Prof. Evvy: Baterai Motor Listrik Harus Lolos Uji Keselamatan Ketat

Prof. Evvy: Baterai Motor Listrik Harus Lolos Uji Keselamatan Ketat

Founder of NBRI, Prof. Evvy Kartini (Foto: MNI/Tubagus)
Oleh Admin


NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Founder of National Battery Research Institute (NBRI), Prof. Evvy Kartini, menekankan pentingnya uji keselamatan ketat pada baterai motor listrik untuk meminimalkan risiko kebakaran dan ledakan di tengah belum seragamnya standar baterai di Indonesia.

“Di Indonesia, bentuk baterai kendaraan listrik masih berbeda-beda. Hal itu terjadi karena belum ada standar yang seragam. Setiap pabrikan motor listrik memiliki desain dan spesifikasi baterainya sendiri sehingga bentuknya tidak sama,” kata Prof. Evvy dalam paparannya di Smart EV Charging Systems and Advance Battery Technologies, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ESG-forum-2026-1024x341.jpeg

Ia menjelaskan, baterai motor listrik pada dasarnya merupakan kumpulan sel baterai kecil yang disusun menjadi satu battery pack dengan spesifikasi yang beragam, mulai dari 48 volt, 60 volt, hingga 72 volt, tergantung kebutuhan masing-masing pabrikan. Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan menjadi krusial karena baterai memiliki risiko tinggi apabila tidak ditangani dengan benar.

“Baterai merupakan sesuatu yang berbahaya apabila tidak ditangani dengan benar. Jika disimpan tanpa prosedur yang aman atau belum dalam kondisi fully discharge, bisa terjadi thermal runaway yang memicu kebakaran. Karena itu, aspek safety menjadi sangat penting,” jelasnya.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ICM-2026-Baru-update-1024x341.jpeg

Ia menambahkan, risiko kebakaran baterai dapat dipicu oleh overcharging, yang dalam kondisi tertentu dapat menjalar ke sel baterai lain di sekitarnya. Selain api, gas dan asap dari baterai yang terbakar juga berbahaya jika terhirup.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Asap dari baterai yang terbakar sangat berbahaya karena dapat masuk ke paru-paru ketika terhirup. Dalam beberapa kasus, korban meninggal bukan karena terbakar, tetapi akibat menghirup gas dari baterai yang terbakar,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai baterai motor listrik harus melalui berbagai pengujian keselamatan sebelum digunakan secara luas, termasuk mechanical drop test, mechanical shock test, vibration test, over temperature test, hingga fire resistance test.

“Ketika pengguna lupa mencabut charger semalaman, baterai tidak boleh meledak karena harus memiliki sistem protection,” tutupnya. (Tubagus)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Prof. Evvy Kartini →

  1. Hilirisasi Nikel Jangan Berhenti di MHP, Indonesia harus Kuasai Industri Material Baterai
  2. Insentif Mobil Listrik LFP Dikritik, Pemerintah Diminta Utamakan Baterai Berbasis Nikel
  3. Prof. Evvy: Baterai Motor Listrik Harus Lolos Uji Keselamatan Ketat sedang Anda baca
  4. Hari Ketiga Pameran IEE 2024, Sepakati Rencana Pameran Road to Battery Show Indonesia 2025

Agenda industri terdekat

Semua agenda →