

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Founder of National Battery Research Institute (NBRI), Prof. Evvy Kartini, menekankan pentingnya uji keselamatan ketat pada baterai motor listrik untuk meminimalkan risiko kebakaran dan ledakan di tengah belum seragamnya standar baterai di Indonesia.
“Di Indonesia, bentuk baterai kendaraan listrik masih berbeda-beda. Hal itu terjadi karena belum ada standar yang seragam. Setiap pabrikan motor listrik memiliki desain dan spesifikasi baterainya sendiri sehingga bentuknya tidak sama,” kata Prof. Evvy dalam paparannya di Smart EV Charging Systems and Advance Battery Technologies, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, baterai motor listrik pada dasarnya merupakan kumpulan sel baterai kecil yang disusun menjadi satu battery pack dengan spesifikasi yang beragam, mulai dari 48 volt, 60 volt, hingga 72 volt, tergantung kebutuhan masing-masing pabrikan. Kondisi tersebut membuat aspek keselamatan menjadi krusial karena baterai memiliki risiko tinggi apabila tidak ditangani dengan benar.
“Baterai merupakan sesuatu yang berbahaya apabila tidak ditangani dengan benar. Jika disimpan tanpa prosedur yang aman atau belum dalam kondisi fully discharge, bisa terjadi thermal runaway yang memicu kebakaran. Karena itu, aspek safety menjadi sangat penting,” jelasnya.

Ia menambahkan, risiko kebakaran baterai dapat dipicu oleh overcharging, yang dalam kondisi tertentu dapat menjalar ke sel baterai lain di sekitarnya. Selain api, gas dan asap dari baterai yang terbakar juga berbahaya jika terhirup.
“Asap dari baterai yang terbakar sangat berbahaya karena dapat masuk ke paru-paru ketika terhirup. Dalam beberapa kasus, korban meninggal bukan karena terbakar, tetapi akibat menghirup gas dari baterai yang terbakar,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai baterai motor listrik harus melalui berbagai pengujian keselamatan sebelum digunakan secara luas, termasuk mechanical drop test, mechanical shock test, vibration test, over temperature test, hingga fire resistance test.
“Ketika pengguna lupa mencabut charger semalaman, baterai tidak boleh meledak karena harus memiliki sistem protection,” tutupnya. (Tubagus)
















































