

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT Ifishdeco Tbk. membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp106,5 miliar atau tumbuh 6,39% secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan laba tersebut ditopang peningkatan pendapatan perseroan yang mencapai sekitar Rp1 triliun atau naik 2,90% dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut dipaparkan manajemen Ifishdeco dalam public expose dan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2026, di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Direktur PT Ifishdeco Tbk., Iwan Luison, mengatakan, pertumbuhan kinerja perseroan ditopang efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang berjalan efektif sepanjang 2025.

“Keuntungan per saham atau earning per share (EPS) tercatat sebesar Rp37,51 per lembar saham,” ujar Iwan.
Dari sisi fundamental keuangan, total aset Ifishdeco meningkat 5,2% menjadi Rp1,06 triliun. Pada saat yang sama, total liabilitas turun 13,1% menjadi Rp147,6 miliar, sedangkan total ekuitas tumbuh 9% menjadi Rp913,1 miliar. Manajemen menilai struktur keuangan perseroan semakin solid dengan komposisi ekuitas mencapai 86,1% dari total aset, sehingga memberikan ruang ekspansi usaha yang lebih besar.
Pada sektor operasional, Ifishdeco mencatat volume penjualan nikel sebesar 1,29 juta metrik ton (mt) atau sekitar 59% dari target RKAB 2025. Sementara itu, penjualan komoditas silika atau pasir kuarsa mencapai 978 ribu mt atau sekitar 65% dari RKAB 2025.

Kinerja operasional perusahaan yang merupakan pemain utama di sektor mineral penting ini juga dipengaruhi dinamika harga nikel global. Sepanjang 2025, rata-rata harga mineral acuan (HMA) tercatat sebesar US$15.177,12/ton, dengan level tertinggi mencapai US$16.126,33/ton pada April 2025.
Presiden Direktur (Presdir) PT Ifishdeco Tbk., Muhammad Ishaq, menegaskan, perseroan akan terus menjaga kinerja melalui operasional yang efisien dan berkelanjutan.
“Komitmen kami menghadirkan kinerja terbaik melalui operasi bertanggung jawab, efisien, dan inovatif,” kata Muhammad.
Di bidang keberlanjutan, Ifishdeco telah menempatkan jaminan reklamasi sebesar Rp52 miliar untuk periode 2011–2025. Hingga Maret 2026, luas area penanaman pohon perseroan mencapai 177 hektare.

Memasuki 2026, perseroan menyiapkan tiga fokus utama pertumbuhan, yakni optimalisasi izin usaha pertambangan (IUP) melalui penerapan good mining practice (GMP), pengembangan usaha baru melalui penanaman kelapa, serta peluang pertumbuhan anorganik melalui potensi akuisisi tambang baru. Manajemen menilai prospek pasar nikel nasional masih menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan industri hilirisasi domestik. Kebutuhan nikel Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 220 juta mt.
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk pembagian dividen tunai sebesar Rp26/saham atau total Rp50 miliar, setara 69,32% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Selain itu, RUPST menerima pengunduran diri Ryan Fong Jaya dari jabatan komisaris dan mengangkat Tariani dan Kevin Christianto sebagai direktur. Adapun susunan direksi dan komisaris sebagai berikut.

Direksi
- Presiden direktur: Muhammad Ishaq; dan
- Para direktur: Leman Suti, Agus Prasetyono, Iwan Luison, Tariani, dan Kevin Christianto.
Dewan Komisaris
- Presiden komisaris, merangkap komisaris independen: Prof. Akhmad Syakhroza;
- Komisaris: Oei Harry Fong Jaya, Lina Suti, dan Michele Mallorie Sunogo;
- Komisaris independen: Hongisisilia dan Drs. Roesmanhadi.
Presdir Muhammad Ishaq menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan kepada Ifishdeco di tengah fluktuasi harga nikel global.
“Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan operasional yang berkelanjutan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya. (Shiddiq)
















































