Beranda Berita Nasional APNI Gelar 2nd ESG Forum 2026, Dorong Standardisasi ESG Nikel Indonesia

APNI Gelar 2nd ESG Forum 2026, Dorong Standardisasi ESG Nikel Indonesia

504
0

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi industri pertambangan nasional yang berkelanjutan melalui penyelenggaraan 2nd ESG Forum 2026 pada 2 Juni 2026 di Sultan Hotel Jakarta.

Mengusung tema utama Shaping Indonesia ESG Standard: From Compliance to Global Market Recognition, forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam membangun standar environmental, social, and governance (ESG) nasional yang kredibel, adaptif, dan diakui pasar global.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–17.00 WIB tersebut akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri tambang dan hilirisasi, investor, original equipment manufacturer (OEM), lembaga ESG internasional, hingga organisasi global sektor mineral kritis untuk membahas masa depan standar ESG Indonesia.

Melalui forum ini, APNI ingin mendorong perubahan paradigma industri nikel nasional, dari yang sebelumnya hanya berorientasi pada kepatuhan regulasi menuju penciptaan nilai tambah berkelanjutan dan daya saing global. Penguatan standar ESG dinilai menjadi kunci penting agar produk nikel Indonesia mampu diterima pasar premium dunia, khususnya dalam rantai pasok kendaraan listrik dan energi hijau.

Forum ini juga menjadi ruang strategis untuk membahas tantangan pengembangan standar ESG spesifik Indonesia, terutama bagi industri nikel laterit yang memiliki karakteristik berbeda dibanding negara produsen lainnya. Selain itu, sinkronisasi standar nasional dengan berbagai kerangka ESG internasional, seperti OECD, Responsible Minerals Initiative (RMI), Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), Nickel Institute, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), hingga Global Battery Alliance menjadi perhatian utama dalam diskusi.

Sejumlah isu penting akan dibahas dalam sesi panel, mulai dari ESG dan akses pasar global, pengembangan standar ESG Indonesia, industri mineral kritis dan rantai pasok baterai, integrasi hak asasi manusia dalam praktik bisnis pertambangan, hingga peluang green investment dan ESG financing.

APNI menilai penguatan ESG nasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan reputasi industri tambang Indonesia di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap transparansi, perlindungan lingkungan, pengurangan jejak karbon, dan praktik bisnis berkelanjutan.

Tidak hanya menjadi forum diskusi industri, kegiatan ini juga menghadirkan program kemanusiaan melalui donor darah dan humanity program sebagai bagian dari implementasi nilai sosial dalam ESG.

Melalui 2nd ESG Forum 2026, APNI berharap Indonesia dapat mempercepat pembentukan standar ESG sektor nikel yang mampu menjadi acuan internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri mineral kritis dan baterai dunia yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Informasi pendaftaran dan detail acara dapat diakses melalui situs resmi APNI ESG Forum 2026 dan APNI. (Shiddiq)