

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara memperkuat strategi pembangunan ekonomi daerah berbasis desa melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta. Pendekatan ini dinilai krusial untuk memastikan arus investasi memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendorong pemerataan manfaat pembangunan.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi kunci agar investasi yang berkembang menghadirkan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sarbin dalam pers rilis Harita Nickel, Kamis (23/4/2026).

Pada 2025, program ini diperkuat melalui integrated farming support (IFS) yang mencakup berbagai kegiatan, seperti demplot percontohan (value plot demo/VPD), pelatihan petani (farmers meeting), sekolah lapang (farmers field day/FFD), hingga forum penguatan jejaring petani (key farmers gathering/KFG). Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan sektor pertanian desa terhadap perubahan iklim.
Upaya kolaboratif ini mendapat pengakuan dari pemerintah pusat melalui penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam ajang Peluncuran CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Sarbin, di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Ia mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam memperkuat pembangunan desa.

Salah satu implementasi konkret dari sinergi tersebut terlihat pada penguatan sektor pertanian berbasis desa melalui program Obi Sehati (Sentra Hortikultura dan Agribisnis Tanggap Iklim). Program ini berfokus pada pengembangan komoditas hortikultura, seperti semangka dan melon, sekaligus meningkatkan kapasitas petani melalui skema pendampingan terpadu.
“Kami berharap program CSR yang dijalankan dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya di Obi tetapi juga di Maluku Utara secara lebih luas,” katanya.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, turut mengapresiasi kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan desa melalui penyaluran tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang tepat sasaran. Ia menekankan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar perusahaan memiliki desa binaan guna memperluas dampak pembangunan di tingkat akar rumput.

Dari sisi swasta, Harita Nickel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti pentingnya kolaborasi multipihak dalam memastikan keberlanjutan program pembangunan desa.
“Kami menyambut baik apresiasi yang diterima Pemprov Maluku Utara. Penghargaan ini menegaskan bahwa kolaborasi multipihak merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan program pembangunan desa. Harita Nickel berkomitmen untuk terus mendukung prioritas pembangunan di Maluku Utara, khususnya di wilayah lingkar operasi kami di Pulau Obi,” ujar Latif.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta diharapkan semakin diperkuat untuk mendorong pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat transformasi kesejahteraan masyarakat di wilayah Maluku Utara. (Shiddiq)



















































