Beranda Berita Nasional Aptrindo Dorong Transformasi Logistik Lewat Truk Listrik di Giicomvec 2026

Aptrindo Dorong Transformasi Logistik Lewat Truk Listrik di Giicomvec 2026

115
0
Ketum Aptrindo, Gemilang Tarigan (Foto: Istimewa)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, menegaskan pentingnya transformasi sektor logistik nasional melalui adopsi truk listrik dalam seminar “Transformasi Logistik Indonesia: Peran Truk Listrik di Masa Depan Transportasi”, yang digelar dalam ajang Giicomvec 2026.

Dalam sambutannya, Tarigan menyampaikan, sektor transportasi logistik merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Kehadiran truk listrik menjadi inovasi penting untuk mendorong sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Aptrindo, jumlah truk di Indonesia saat ini mencapai 6,4 juta unit. Namun, kondisi armada dinilai memprihatinkan karena hanya sekitar 21% yang berusia di bawah lima tahun. Sementara itu, sekitar 65% truk berusia di atas 20 tahun, bahkan sebagian di antaranya telah beroperasi hingga 40 tahun.

“Data ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 5% truk yang memenuhi standar emisi gas buang. Mayoritas masih menggunakan teknologi lama, seperti Euro 2,” singkapnya, Kamis (9/4/2026).

Kondisi truk di kawasan pelabuhan, katanya memaparkan, kondisinya tidak jauh berbeda dengan kondisi nasional. Dari total sekitar 70.168 unit truk yang beroperasi di pelabuhan, hampir 50% atau sekitar 36.177 unit berada di Pelabuhan Tanjung Priok. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 20% yang berusia di bawah lima tahun.

Melihat kondisi tersebut, Aptrindo mendorong program peremajaan armada melalui pengembangan truk listrik, khususnya di kawasan pelabuhan sebagai proyek percontohan (pilot project). Menurut Tarigan, langkah ini dapat menjadi solusi untuk menekan emisi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak bersubsidi.

Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan utama dalam implementasi truk listrik adalah harga yang masih tinggi, yakni sekitar 2,5 kali lipat dibandingkan truk diesel.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Bagaimana kita bisa menciptakan ekosistem yang memungkinkan transformasi ini berjalan, baik dari sisi kebijakan, pembiayaan, maupun infrastruktur,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan mencari solusi konkret dalam seminar tersebut. Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah strategis untuk mendorong percepatan elektrifikasi kendaraan logistik di Indonesia.

Seminar tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Aptrindo sebagai bagian dari upaya mendorong modernisasi sektor transportasi logistik nasional. (Li Han)