Beranda Berita International Kesetaraan Gender dalam Industri Tambang dan Energi: Tantangan dan Harapan

Kesetaraan Gender dalam Industri Tambang dan Energi: Tantangan dan Harapan

Sesi panel "Women in Mining and Energy" Coal Trans 2024. Dok: MNI/Rizky.
Oleh Admin

NIKEL.CO.ID, BALI – Dalam rangkaian acara Coal Trans Asia 2024, sesi bertajuk “Women in Mining and Energy” digelar pada Selasa (10/9/2024). 

Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai tantangan yang dihadapi oleh perempuan di sektor tambang dan energi di wilayah Asia Tenggara.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Sekretaris Umum (Sekum) Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey, mengungkapkan bahwa bekerja di industri yang didominasi oleh laki-laki bukanlah hal yang mudah. 

“Terkadang memang sulit. Namun, jika bekerja dengan passion, keinginan Anda akan tercapai.” 

Meidy menekankan bahwa bekerja di tambang bagi perempuan memiliki tantangan tersendiri. 

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Ketika Anda menempatkan perempuan di lokasi tambang, jangan perlakukan mereka dengan spesial. Berikan saja kesadaran, tidak hanya di tambang, tetapi juga di posisi lain,” tambahnya.

Direktur Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan PT Sinarmas Mining, Retno Nartani, menyatakan bahwa dirinya tidak pernah meminta perlakuan khusus sebagai seorang perempuan di tempat kerja. 

“Perlakukan saya sama dengan pegawai laki-laki lainnya,” tegasnya. 

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan nilai tambah yang dapat diberikan oleh perempuan dalam perusahaan. 

“Yang harus kita tanyakan ketika perusahaan merekrut kita sebagai perempuan adalah, apa nilai tambah yang bisa kita berikan.”

Bagi Retno, bekerja di tambang adalah sebuah panggilan. 

“Mungkin sudah ada dalam darah saya,” ujarnya. 

Ia pun berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana dirinya kerap merasa iri dengan orang tua yang bisa berfoto bersama anak-anaknya. 

“Tapi pekerjaan pertama saya memiliki area perumahan yang dekat dengan tambang. Jadi anak-anak bisa sekolah sampai SD,” kenangnya.

Senior Manager Pengembangan Sumber Daya Manusia PT Agincourt Resources, Sandra Makadada, menggambarkan realitas bekerja di site tambang yang berat. 

“Dapat dibayangkan ketika kita 3 bulan di site dan 2 minggu di rumah,” kata Sandra yang juga pernah menjadi wanita pertama yang direkrut oleh salah satu perusahaan tempatnya bekerja. 

Ia menekankan bahwa tidak semua wanita bisa bekerja seperti itu, bekerja dekat dengan roaster.

Sesi ini menggarisbawahi pentingnya dukungan dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan kerja yang setara dan inklusif bagi perempuan di industri tambang dan energi. 

Meski tantangannya besar, para panelis menunjukkan bahwa dengan tekad dan passion, perempuan dapat mencapai kesuksesan di sektor ini. (Aninda)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Sekum APNI →

  1. Sekum APNI: Hilirisasi Bukan Sekadar Produksi, Tapi Nilai Tambah dan Keberlanjutan Industri
  2. APNI Harap Pemerintah Evaluasi Ulang Implementasi Royalti Baru, Usulkan Revisi Formula HPM sebagai Solusi
  3. APNI Academy, Program Baru Pelatihan Upgrade Kapabilitas Pertambangan
  4. Sekum APNI Menyoroti Dampak DHE Ekspor 100% terhadap Industri Tambang
  5. Sekum APNI: Indonesia Dorong Pengembangan Berkelanjutan Industri Nikel
  6. Kesetaraan Gender dalam Industri Tambang dan Energi: Tantangan dan Harapan sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →