Beranda Agustus 2023 Prof. Evvy Harap Pemerintah Realisasikan Standar Baterai Seragam

Prof. Evvy Harap Pemerintah Realisasikan Standar Baterai Seragam

506
0

NIKEL.CO.ID, 3 AGUSTUS 2023- Founder National Battery Research Institute (NBRI) Prof. Evvy Kartini mengungkapkan harapannya kepada pemerintah terkait standar baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Menurut Evvy, standar tersebut haruslah seragam dan direalisasikan sesegera mungkin.

“Ini harus dilaksanakan segera, kenapa? supaya ketika nanti ada investor masuk atau orang mengembangkan EV (kendaraan listrik), mengembangkan battery pack, semuanya itu sudah terstandardisasi,” ungkap Evvy Kartini dalam acara ‘International Battery Summit’ di Jakarta, Rabu (2/8/2023).

Dirinya menjelaskan bahwa regulasi yang mengatur hal tersebut sangat dibutuhkan. Untuk itu adanya Badan Standarisasi Nasional (BSN) sangat diperlukan. Untuk mencapai hal tersebut, dirinya menyampaikan jika Indonesia bisa belajar dari Korea Selatan atau pun negara lain.

“Korea sekarang sudah menentukan dua standar. Mungkin kita punya sendiri standar tapi kita bisa belajar. Korea juga di awalnya sama macam-macam juga. India juga sama, macam-macam tapi India sekarang juga ke arahnya mereka punya standar,” ujarnya.

Standarisasi baterai kendaraan listrik, menyeragamkan ukuran maupun output-nya. Itu pada gilirannya akan memudahkan masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Kedepan, standarisasi tersebut diharapkan mampu  memudahkan masyarakat yang menggukan kendaraan listrik. Selain itu efisiensi dari biaya investasi yang dilakukan oleh dunia usaha dapat tercapai.

Maka dari itu masing-masing produsen tidak perlu membangun fasilitas pengisian atau penukaran baterai di seluruh wilayah Indonesia, karena fasilitas yang ada dapat digunakan bersama.

“Kalau gak (terstandardisasi) investasinya terlalu besar, berarti semua company harus bikin semua charging station di Indonesia dong. Tapi kan kalau sama semua bisa dipakai. Mungkin itu yang penting,” tutur Evvy. (Lili Handayani)