Diduga Korupsi Izin Tambang, Kejaksaan Geledah Kantor Dinas ESDM Sultra

NIKEL.CO.ID – Penyidik dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggeledah dan menyegel kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sultra, Senin (14/6/2021).

Tak hanya itu, delapan penyidik dari Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejati Sultra juga menyita sejumlah dokumen dari ruangan Kepala Dinas ESDM Sultra, ruang sekretariat, dan ruang Bidang Mineral dan Batubara (Minerba).

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan dan Hukum ( Penkum) Kejati Sultra, Dodi, mengungkapkan penggeledahan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan salah satu perusahaan tambang.

Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kabupaten Kolaka itu, diduga tidak pernah membayar kewajibannya sejak tahun 2010 hingga 2020.

“Perusahaan itu tidak membayar Royalti, PNBP PKH, PPN Pemberdayaan Masyarakat selama 10 tahun. Bulan November 2020, izin pertambangannya juga sudah dicabut, tapi masih melakukan aktivitas, akibatnya Negara dirugikan sampai Rp 190 miliar,” kata Dodi dikonfirmasi via telepon, Senin (14/6/2021).

Untuk kasus ini penyidik telah memeriksa 30 orang saksi dan keterangan ahli.

Namun penyidik membutuhkan barang bukti lain seperti dokumen atau surat terkait aktivitas pertambangan sehingga hari ini penyidik menggeledah Kantor Dinas ESDM Sultra.

“Penyidik telah memeriksa 30 orang saksi, dan dalam waktu dekat akan ada penetapan tersangka,” tambah Dodi.

Sumber: kompas.com

Read More

Kejagung Akan Serahkan Pengelolaan Tambang Milik Tersangka Asabri ke BUMN

NIKEL.CO.ID – Kejaksaan Agung bakal menyerahkan pengelolaan tambang milik Heru Hidayat kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia merupakan tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan tiga tambang nikel dan satu tambang batu bara itu memang belum beroperasi saat penyitaan.

“Nanti penyerahan pengelolaan dilakukan setelah kasus inkracht dan aset sitaan akan sampai pada tahapan lelang. Setelah dirampas untuk pemulihan kerugian negara kan jadi rampasan yang dikelola BUMN,” kata Febrie di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Maret 2021 malam.

Febrie mengatakan saat ini penghitungan nilai kandungan nikel dan batu bara oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga hampir rampung. Nantinya, setelah mengetahui berapa nilai kandungan tersebut, penyidik akan menggabungkannya dengan penghitungan aset sitaan lainnya.

“Diharapkan selesai berbarengan dengan hitungan aset lainnya, baru kami akumulasikan,” ucap Febrie.

Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan orang tersangka. Mereka adalah mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purnawirawan) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro.

Selain itu juga Kepala Divisi Investasi Asabri periode Juli 2012 hingga Januari 2017 Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Kepala Divisi Keuangan dan Investasi periode 2012 hingga Mei 2015 Bachtiar Effendi, Direktur Investasi dan Keuangan periode 2013-2019, Hari Setiono, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.

Kejaksaan Agung menaksir nilai kerugian negara akibat perbuatan para tersangka dalam kasus korupsi Asabri mencapai lebih dari Rp 23 triliun.

Sumber: tempo.co

Read More
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak (tengah) bersama Dir Tipikor Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djoko Poerwanto (kanan) dan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah (kiri) memberikan keterangan pers usai menggelar gelar perkara penanganan kasus dugaan korupsi pada PT Asabri (Persero) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Gelar perkara itu dilakukan untuk mengetahui bagaimana perkembangan kasus dugaan korupsi di Asabri ketika ditangani Polri yang saat ini ditangani oleh tiim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

Kejagung Sita Tambang Nikel Seluas 23.000 Hektare Milik Heru Hidayat

NIKEL.CO.ID – Kejaksaan Agung menyita tambang nikel seluas 23.000 hektare milik Heru Hidayat (HH), tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri (Persero).

“Terdiri atas tiga aset tambang nikel milik tersangka HH,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Rabu (3/3/2021), dikutip dari Antara.

Menurut Leonard, aset yang disita yakni lahan tambang nikel atas nama PT Tiga Samudra Perkasa seluas 3.000 hektare dan lahan tambang nikel atas nama PT Mahkota Nikel Indonesia seluas 10.000 hektare.

Kemudian, lahan tambang nikel atas nama PT Tiga Samudra Nikel seluas 10.000 hektare.

Selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menyelamatkan kerugian keuangan negara dalam proses selanjutnya.

Sebelumnya Jaksa penyidik Jampidsus Kejagung juga telah menyita aset milik tersangka HH berupa sebuah kapal LNG Aquarius atas nama PT Hanochem Shipping dan satu unit mobil Ferrari Tipe F12 Berlinetta warna abu-abu metalik Nomor Polisi B-15-TRM.

Penyitaan aset-aset para tersangka lainnya masih dilakukan pelacakan dengan bekerja sama dengan Pusat Pelacakan Aset, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.

Selain aset milik tersangka HH, Jaksa penyidik Jampidsus Kejagung juga telah menyita 17 unit bus aset milik tersangka Sonny Widjaya (SW).

Sejauh ini, Kejagung telah menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri.

Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode 2011-2016 Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri, Dirut PT Asabri periode 2016-2020 Letjen (Purn) Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT Asabri periode 2008-2014 Bachtiar Effendi dan Direktur PT Asabri periode 2013-2014 serta 2015-2019 Hari Setiono.

Selanjutnya, Kepala Divisi Investasi PT Asabri 2012-2017 Ilham W Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Kemudian Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Keduanya merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Kerugian negara dalam kasus ini diprediksi mencapai Rp 23,73 triliun, jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kejagung Sita Tambang Nikel Seluas 23.000 Hektare Milik Heru Hidayat

Read More

Pulihkan Kerugian Negara, Kejagung Hitung Empat Tambang Sitaan

NIKEL.CO.ID – Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidusus) Kejaksaan Agung Febrie Ardiansyah menyebut bahwa pihaknya sedang menghitung nilai aset yang disita milik tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (persero).

Dari beberapa aset itu, Febrie mengatakan empat tambang milik tersangka Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro bernilai cukup besar. “Ini yang sedang dilakukan perkiraan, sebenarnya ada berapa kandungan di situ secara nilai ekonomisnya,” katanya di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Senin (1/3/2021).

Keempat tambang tersebut antara lain tambang nikel di Malili, Sulawesi Selatan, tambang batubara di Puruk Cahu, Kalimantan Tengah, dan Sendawar, Kalimantan Timur, serta tambang Pasir Besi di Sukabumi, Jawa Barat.

“Mudah-mudahan itu kandungannya cukup besar ya, bisa menambah nilai pengembalian nanti ke ASABRI,” jelas Febrie.

Febrie menyebut bahwa penyitaan itu dilakukan sebelum tambang-tambang tersebut beroperasi. Ia mengakui proses perhitungan nilai tambang membutuhkan keahlian khusus karena berbeda dengan aset sitaan lainnya. Saat ini, pihak Kejagung menggandeng perusahaan BUMN Bukit Asam guna menghitung nilai aset dari keempat tambang itu.

“Sampai saat ini tambang masih menggandeng Bukit Asam untuk bisa melihat. Kemudian kayak umpanya kapal kan dari anak perusahaan Pertamina. Nah mungkin nanti dari rekan-rekan BUMN mencari apraisalnya,” jelas Febrie.

Aset lain seperti kendaraan maupun apartemen yang telah disita dari para tersangka juga turut dihitung nilai aparsialnya. Ini dilakukan dari dokumen-dokumen seperti Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) maupun harga di pasaran.

Sementara itu, Febrie mengatakan pihaknya telah diberi lampu hijau dari Kementerian Hukum dan HAM untuk mengejar aset tersangka ASABRI di luar negeri. Kendati demikian, ia mengakui masih ada syarat yang harus dipenuhi.

“Nanti disiapkan penyidik untuk nanti apabila itu bisa selesai kemungkinan penyidik sudah bisa melakukan pemeriksaan di Kedutaan Singapura yang pertama ya,” pungkasnya.

Diketahui, Kejagung telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Selain Heru dan Benny, tersangka lain yang telah ditetapkan adalah dua mantan Dirut ASABRI Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damir dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya.

Lima tersangka lainnya adalah Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan ASABRI Bachtiar Effendi, mantan Direktur ASABRI Hari Setiono, mantan Kepala Divisi Investasi ASABRI Ilham W Siregar, dan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Berdasarkan hasil audit sementara yang dikerjakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut mencapai Rp23 triliun lebih.

Sumber: Media Indonesia

Read More

Terkait Kasus Asabri, 3 Tambang Nikel Milik Heru Hidayat Disita Kejagung

NIKEL.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita tambang nikel milik tersangka kasus Asabri, Heru Hidayat. Tambang nikel yang disita milik Presiden PT Trada Alam Minera itu berada di Sukabumi, Sulawesi, dan Kalimantan.

“Sulawesi sudah kita sita ya, tambang nikel, punya Heru Hidayat, Sukabumi proses, Kalimantan Tengah masih proses itu,” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah kepada wartawan di Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2021).

Febrie menerangkan pihaknya saat ini tengah fokus pada pengembalian aset-aset besar. Dengan begitu, kerugian keuangan negara akibat kasus perusahaan pelat merah itu dapat segera kembali.

“Jadi kita konsentrasi aset-aset yang besar, mudah-mudahan dengan perusahaan tambang-tambang ini nanti ada appraisal nilai yang mudah-mudahan uang Asabri bisa dihitung pengembaliannya cukup besar, sampai sekarang kan masih diupayakan,” tuturnya.

Selain tiga tambang milik Heru, penyidik menyita satu tambang milik tersangka Asabri lainnya, yakni Benny Tjokrosaputro. Namun, Febrie belum memerinci lokasi tambang milik Komisaris PT Hanson International itu.

“Iya, kalau tambang Heru, tiga tambang Heru, satu tambang Benny Tjokro,” katanya.

Diketahui, Kejagung juga telah menyita 17 bus pariwisata dari garasi PT Restu Wijaya, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Bus-bus tersebut disita karena diduga terkait dengan kasus tindak pidana korupsi PT Asabri dengan tersangka Sonny Widjaja.

“Dari perkara tindak pidana korupsi Asabri atas nama tersangka Letjen Purnawirawan TNI Sonny Widjaja,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali, M Anshar, kepada para wartawan di ruang kerjanya, Rabu (24/2).

Tim penyidik Kejagung yang berjumlah 7 orang tersebut sebelumnya memeriksa dua saksi pada Selasa (23/2) siang. Kemudian pada malam harinya langsung melakukan penindakan berupa penyitaan aset bus pariwisata di garasi bus di Jalan Bangak-Simo, Desa Pelem, Kecamatan Simo, Boyolali.

Sebelumnya, penyidik Kejagung juga telah menyita 20 kapal milik Heru Hidayat. Kejagung menyebut LNG Aquarius itu merupakan salah satu kapal yang disita dan terbesar se-Indonesia.

“Ada 20 kapal disita, kasus Asabri punya HH, kejar ke mana dapat. Kapalnya 1 terbesar di Indonesia, untuk angkut, jenis kapalnya Liquefied Natural Gas, nama kapalnya LNG Aquarius,” kata Febrie Adriansyah.

Selain itu, Kejagung menjabarkan sitaan tanah sementara yang dikumpulkan terkait kasus Asabri. Total saat ini, ada 413 hektare lahan yang disita atas nama tersangka Benny Tjokrosaputro (Bentjok).

“Jadi seluruhnya 413 hektare, seluruhnya Bentjok,” kata Febrie Adriansyah.

Berikut ini 9 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Asabri:

1. Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2011-2016

2. Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020

3. Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012-2015

4. Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019

5. Ilham W Siregar sebagai Kepala Divisi Investasi PT Asabri periode 2012-2017

6. Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan

7. Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera

8. Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk

9. Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations

Sumber: detik.com

Read More