Luhut Bantah Tudingan Soal TKA dari China yang Tak Kompeten Masuk RI

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) membantah tudingan soal penggunaan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang dinilai tak berkompeten namun leluasa masuk ke Indonesia.

LBP juga membantah bahwa ada jutaan TKA asal China yang masuk ke Indonesia.

Ia menegaskan hanya ada kisaran 30 ribu TKA di Indonesia, namun hanya berkisar belasan ribu TKA yang berasal dari China.

“Saya mau undang baik-baik orang (yang mengatakan ada jutaan TKA asal China di RI) itu baik-baik supaya ditunjukkan dimana. Karena itu kan pembohongan,” kata Menko Marves saat di wawancara presenter Andy F Noya di acara TV, Minggu (25/7/2021).

Menteri Luhut menjelaskan pemerintah ingin mengekspor row material seperti nikel menjadi barang turunan untuk mendapatkan nilai tambah.

Contohnya dalam bentuk lithium baterai, selain itu barang turunan tersebut juga bisa kembali di daur ulang.

Setelah ia melakukan survei, hanya negara China yang bisa melakukan itu. Dia juga menilai bahwa China juga memiliki teknologi yang maju dan bersedia melakukan transfer ilmu dan teknologi kepada Indonesia.

“Indonesia beruntung, pas teknologi mereka (China) sudah naik, kita datang dan mereka pas butuh. Sekarang ada 7 integrated industri di Indonesia Timur yang membuat teknologi industri Timur jadi naik, yang dulu 70 persen ekonomi Indonesia hanya di Jawa dan Sumatera,” kata Luhut.

“Sekarang 3 ekonomi Indonesia yang surplus itu semua di Indonesia Timur. Morowali mungkin 7 persen, di Halmahera sekian belas persen. Karena industri tadi,” lanjutnya.

Luhut mengatakan ingin melihat ada lompatan besar di industri nikel, namun menurutnya investasi yang menguntungkan tersebut malah yang dihebohkan oleh masyarakat.

Padahal ia berharap teknologi riset produk turunan nikel juga ada di Indonesia, dimana China siap melakukan investasi dan transfer ilmu maupun teknologi itu serta tanpa menambah beban hutang.

Tidak seperti Amerika, China menurutnya merupakan negara yang mudah diajak investasi dan tanpa mengajukan syarat yang rumit.

Sedangkan negara seperti Amerika misalnya, kerap mengajukan syarat yang rumit dan ujung-ujungnya tidak jadi melakukan investasi.

“Negara yang mau diajak investasi dan gak minta macam-macam cuma China,” ujar Luhut.

Ia mengklaim bahwa TKA asal China yang datang ke Indonesia adalah tenaga kerja ahli yang melakukan transfer ilmu dan menyiapkan tenaga kerja yang dapat memimpin di industri kedepannya.

Luhut juga membantah TKA asal China yang masuk di Indonesia merupakan tentara ataupun intel yang mau mengambil alih kekuasaan di Indonesia.

“Saya tidak percaya kalau ada orang menjajah negara kepulauan seperti Indonesia (sekarang ini). Yang saya percaya hanya 2, dia menjajah secara ekonomi dan secara teknologi. Itu sebabnya saya mau ada teknologi transfer. Presiden sama pemikirannya,” ujar Luhut.

“Uni Eropa membawa kita ke WTO agar barang row material kita dibawa ke sana. Saya bilang, kapan kami menyelesaikan masalah kemiskinan kami kalau kami tidak punya nilai tambah itu,” pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com