Luhut Buka-bukaan Soal Isu Masuknya Jutaan TKA dari China ke RI

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinvest) Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal isu masuknya jutaan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Indonesia.

Dia menegaskan tidak benar data tenaga kerja asing (TKA) dari China berjumlah jutaan yang masuk ke Indonesia. Lebih lanjut, Menko Luhut mengatakan bahwa jumlah TKA di Indonesia berkisar 30 ribu. Sementara, TKA dari China hanyalah belasan ribu.

“Saya pengin undang orang itu [yang mengatakan jutaan TKA dari China] datang ke saya baik-baik nanti saya ajak lihat, nanti tunjukin saya di mana itu [jutaan TKA dari China]. Karena itu kan pembohongan luar biasa,” kata Menko Luhut di acara Kick Andy Double Cek yang ditayangkan di Youtube seperti dikutip, Jumat (30/7/2021).

Dalam kesempatan itu, Menko Luhut menyampaikan Indonesia yang sedang melakukan hilirisasi industri. Dia menjelaskan bahwa bahan mentah atau raw material Indonesia, seperti nikel, nantinya dapat menjadi barang turunan untuk mendapatkan nilai tambah.

Salah satu produk yang diproduksi atau lithium baterai untuk mobil listrik.

“Sampai nanti pada lithium baterai dan bisa kita recycle, sehingga kita gunakan lagi,” ungkapnya.

Luhut mengaku telah melakukan survei di beberapa negara untuk menciptakan hilirisasi tersebut. Namun, dia mengklaim hanya pemerintah China yang bisa melakukan itu.

Menurutnya, industri China saat ini memiliki teknologi yang tinggi dan sudah maju.

“Hanya Tiongkok [China] yang bisa, dan ternyata teknologi mereka sudah bagus, sangat hebat sudah,” ucapnya.

Luhut mengatakan bahwa Indonesia termasuk negara yang beruntung dapat melakukan hilirisasi dengan China.

Pasalnya, Indonesia menjalin kerja sama ketika industrialisasi China berkembang pesat. Luhut melanjutkan saat ini sebanyak 70 persen ekonomi Indonesia hanya berada di wilayah Sumatera. Sementara itu, sisanya 30 persen berada di Indonesia Timur.

“Sekarang 3 (daerah) Indonesia ekonomi yang surplus. Itu semua di Indonesia Timur. Morowali mungkin 7 persen, di Halmahera itu mungkin beberapa belas persen karena industri tadi,” sambungnya.

Di sisi lain, Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengatakan, bahwa Indonesia hanya mendapatkan manfaat 10 persen dari industri pengolahan bijih nikel di Morowali dan Konawe. Sementara itu, sebagian besar lainnya yaitu 90 persen menjadi keuntungan bagi investor China yang membangun smelter di sana.

“Dari seluruh nilai yang diciptakan, dari proses olah bijih sampai produk-produk smelter, maksimum yang tinggal di Indonesia 10 persen. Indonesia hanya dijadikan ekstensi dari China untuk dukung industrialiasi China,” ungkapnya dikutip dari YouTube Refly Harun, Selasa (27/7/2021).

Sumber: bisnis.com

Read More

Jokowi akan Bangun Kawasan Industri Hijau Terbesar di Dunia

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek kawasan industri hijau di Kalimantan Utara pada Oktober 2021.

Luhut mengatakan proyek tersebut akan menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia yang dibangun di lahan seluas lebih dari 20 ribu hektare (Ha). Ia bilang proyek ini merupakan kerja sama antara perusahaan asal Tiongkok Tsingshan Group dan perusahaan asal Australia Fortescue Metal Group Ltd.

“Saya kira proyeknya sangat besar dan Presiden akan groundbreaking pada Oktober tahun ini. Itu nanti merupakan the biggest green industrial park in the world,” kata Luhut, dalam acara Media Group News Summit Series bertajuk Indonesia Green Summit 2021, Selasa, 27 Juli 2021.

Adapun investasi yang digelontorkan untuk proyek ini sebesar USD100 miliar untuk hampir 10 tahun mendatang. Ia menjelaskan nantinya produk yang dihasilkan di kawasan tersebut yaitu produk ramah lingkungan mengikuti permintaan dunia.

“Setelah 2030 atau lebih awal pun orang sudah meminta produk clean energy, itulah sebabnya seperti di Kalimantan Utara mega proyek (dibangun),” tutur Luhut.

Proyek ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan dan memproduksi baterai lithium untuk kendaraan listrik. Indonesia, kata Luhut, memiliki cadangan yang cukup untuk menjadi pemain utama di industri baterai. Misalnya saja nikel, cadangannya di Indonesia merupakan yang terbesar yakni 21 juta ton.

“Mobil listrik akan membutuhkan nikel, kebutuhan nikel untuk mobil listrik akan semakin tinggi,” ujar Luhut.

Lebih lanjut, kawasan industri ini akan berlokasi dekat dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan dengan kapasitas 11 ribu megawatt (MW) yang investasinya berasal dari Fortescue Future Industries (FFI) Pty Ltd, anak usaha Fortescue Metals Group.

Investasi yang digelontorkan FFI sebesar USD12 miliar hingga USD14 miliar. PLTA ini terintegrasi dengan pabrik amonia ramah lingkungan.

Sumber: medcom.id

Read More

Luhut Bantah Tudingan Soal TKA dari China yang Tak Kompeten Masuk RI

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) membantah tudingan soal penggunaan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang dinilai tak berkompeten namun leluasa masuk ke Indonesia.

LBP juga membantah bahwa ada jutaan TKA asal China yang masuk ke Indonesia.

Ia menegaskan hanya ada kisaran 30 ribu TKA di Indonesia, namun hanya berkisar belasan ribu TKA yang berasal dari China.

“Saya mau undang baik-baik orang (yang mengatakan ada jutaan TKA asal China di RI) itu baik-baik supaya ditunjukkan dimana. Karena itu kan pembohongan,” kata Menko Marves saat di wawancara presenter Andy F Noya di acara TV, Minggu (25/7/2021).

Menteri Luhut menjelaskan pemerintah ingin mengekspor row material seperti nikel menjadi barang turunan untuk mendapatkan nilai tambah.

Contohnya dalam bentuk lithium baterai, selain itu barang turunan tersebut juga bisa kembali di daur ulang.

Setelah ia melakukan survei, hanya negara China yang bisa melakukan itu. Dia juga menilai bahwa China juga memiliki teknologi yang maju dan bersedia melakukan transfer ilmu dan teknologi kepada Indonesia.

“Indonesia beruntung, pas teknologi mereka (China) sudah naik, kita datang dan mereka pas butuh. Sekarang ada 7 integrated industri di Indonesia Timur yang membuat teknologi industri Timur jadi naik, yang dulu 70 persen ekonomi Indonesia hanya di Jawa dan Sumatera,” kata Luhut.

“Sekarang 3 ekonomi Indonesia yang surplus itu semua di Indonesia Timur. Morowali mungkin 7 persen, di Halmahera sekian belas persen. Karena industri tadi,” lanjutnya.

Luhut mengatakan ingin melihat ada lompatan besar di industri nikel, namun menurutnya investasi yang menguntungkan tersebut malah yang dihebohkan oleh masyarakat.

Padahal ia berharap teknologi riset produk turunan nikel juga ada di Indonesia, dimana China siap melakukan investasi dan transfer ilmu maupun teknologi itu serta tanpa menambah beban hutang.

Tidak seperti Amerika, China menurutnya merupakan negara yang mudah diajak investasi dan tanpa mengajukan syarat yang rumit.

Sedangkan negara seperti Amerika misalnya, kerap mengajukan syarat yang rumit dan ujung-ujungnya tidak jadi melakukan investasi.

“Negara yang mau diajak investasi dan gak minta macam-macam cuma China,” ujar Luhut.

Ia mengklaim bahwa TKA asal China yang datang ke Indonesia adalah tenaga kerja ahli yang melakukan transfer ilmu dan menyiapkan tenaga kerja yang dapat memimpin di industri kedepannya.

Luhut juga membantah TKA asal China yang masuk di Indonesia merupakan tentara ataupun intel yang mau mengambil alih kekuasaan di Indonesia.

“Saya tidak percaya kalau ada orang menjajah negara kepulauan seperti Indonesia (sekarang ini). Yang saya percaya hanya 2, dia menjajah secara ekonomi dan secara teknologi. Itu sebabnya saya mau ada teknologi transfer. Presiden sama pemikirannya,” ujar Luhut.

“Uni Eropa membawa kita ke WTO agar barang row material kita dibawa ke sana. Saya bilang, kapan kami menyelesaikan masalah kemiskinan kami kalau kami tidak punya nilai tambah itu,” pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

Read More

Luhut: RI Bakal Terima Investasi Rp 864 T

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia diperkirakan menerima investasi hingga US$ 60 miliar atau sekitar Rp 864 triliun (asumsi kurs Rp 14.400 per US$) hingga enam tahun ke depan.

Luhut mengatakan nilai investasi tersebut berasal dari rencana kerja sama dengan berbagai perusahaan asal China, Australia, Korea Selatan, dan lainnya.

Dari perkiraan investasi tersebut, sebesar US$ 31 miliar atau sekitar Rp 446,4 triliun sudah dilakukan tanda tangan komitmen kerja sama.

“Total enam tahun ke depan 60 miliar dolar, sudah tanda tangan 31 miliar dolar dan ini kerja sama dengan macam-macam perusahaan, ada Tiongkok, Australia dan ada macam-macam,” tutur Luhut dalam CNBC Indonesia Economic Update: Kebangkitan Ekonomi Indonesia, Selasa (13/07/2021).

Dia memaparkan, investasi tersebut antara lain berasal dari perusahaan asal Korea Selatan, Hyundai yang juga menggandeng LG untuk membangun pabrik baterai lithium hingga mobil listrik di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 10,3 miliar.

Selain itu, salah satu pabrik komponen baterai berupa smelter nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) senilai US$ 3,7 miliar di Pulau Obi, Halmahera Selatan Maluku Utara.

“Investasi besar ada di Indonesia Timur. Ini membantu kita, misalnya HPAL lithium battery, saya tinjau 2 minggu lalu, sebelum diperintahkan Presiden urus ini, mereka sudah satu (pabrik) produksi dan satu lagi sedang under construction,” tuturnya.

Seperti diketahui, smelter HPAL tersebut dioperasikan PT Halmahera Persada Lygend (HPL), anak usaha Harita Group. Luhut mengatakan, produk dari smelter HPAL ini bisa mendukung program pemerintah membangun pabrik baterai untuk kendaraan listrik. Pengolahan bijih nikel di smelter HPAL ini berbasis teknologi hidrometalurgi.

Di Indonesia sendiri, pemerintah menargetkan dapat memproduksi 600 ribu unit mobil listrik dan 2,45 juta unit motor listrik pada 2030. Peningkatan permintaan kendaraan listrik dapat menaikkan permintaan baterai, terutama jenis NCM (nickel-cobalt-mangan).

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa ground breaking (peletakan batu pertama) pabrik baterai listrik (EV battery) milik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) akan dilakukan pada Juli 2021.

Dia menyebut, pabrik hasil konsorsium dengan perusahaan asal Korea Selatan, LG Chem dan asal China, Contemporary Amperex Technology (CATL) ini menjadi investasi terbesar di RI setelah masa reformasi.

“LG ini sudah mulai groundbreaking bulan Juli, paling lambat Agustus awal kita sudah kita bangun, ini bukan cerita dongeng, ini sudah kita lakukan,” kata Bahlil dalam Rakornas HIPMI, Sabtu (19/6/2021).

Pabrik ini akan dibangun di Kota Deltamas, Jawa Barat. Pada pembangunan tahap pertama ini akan memiliki kapasitas produksi 10 Giga Watt hour (GWh) dengan offtaker dari Hyundai.

RI Bakal Punya Kawasan Industri Hijau Terbesar

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan perkiraan investasi tersebut termasuk untuk membangun kawasan industri hijau.

Dia mengatakan, Indonesia bakal memiliki kawasan industri hijau terbesar dengan luas sekitar 20 ribu hingga 30 ribu hektare (Ha) yang berlokasi di Kalimantan Utara (Kaltara).

Luhut mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan turut serta hadir dalam momentum pencanangan batu pertama atau ground breaking pembangunan kawasan industri hijau atau green industrial park ini pada Oktober 2021 mendatang.

“Akan ada ground breaking Oktober di Kaltara, industri basis green energy. Ground breaking oleh Presiden karena Presiden minta September, atau mungkin Oktober lah,” ungkap Luhut dalam CNBC Indonesia Economic Update: Kebangkitan Ekonomi Indonesia, Selasa (13/07/2021).

Karena akan ditujukan sebagai kawasan industri hijau, maka sumber energi juga akan berasal dari energi terbarukan, yakni air. Dia mengatakan, akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk kawasan industri hijau tersebut.

“Ini proyek besar, akan ada green industrial park, the biggest industrial park, 20.000-30.000 hektar, saya pikir energi dari hydro power,” ujarnya.

Sumber: CNBC Indonesia

Read More

WNA Masih Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Luhut

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara mengenai masih masuknya warga negara asing (WNA) ke Indonesia selama masa PPKM Darurat. Kedatangan WNA ini memang menuai protes masyarakat karena pemerintah dianggap tidak adil dalam menerapkan peraturan.

Luhut menjelaskan, seluruh WNA yang masuk ke Indonesia wajib memenuhi syarat ketat. Pertama, mereka harus menunjukkan kartu vaksinasi sebagai bukti telah mendapatkan dosis lengkap vaksin Covid-19.

“Jadi, tidak boleh orang datang ke Indonesia belum dapat kartu vaksin dua kali,” kata Luhut dalam keterangan pers seusai rapat terbatas, Selasa (6/7/2021).

Syarat lainnya, sebelum terbang ke Indonesia, para WNA ini harus menjalani tes PCR dengan hasil negatif. Begitu tiba di Indonesia, ujar Luhut, WNA juga masih harus menjalani tes PCR sekali lagi. Setelahnya, mereka harus menjalani prosedur karantina selama delapan hari.

“Setelah itu, dia di-PCR lagi. Kalau dia negatif, baru bisa keluar,” kata Luhut.

Luhut menambahkan, prosedur penerimaan warga negara asing ini sudah berlaku di banyak negara dunia. Periode karantina pun bervariasi di setiap negara. Indonesia, imbuhnya, memberikan jeda waktu delapan hari sebelum WNA benar-benar bisa menjalani aktivitasnya

“Kita melihat dari hasil studinya dari negara yang kita anggap cukup baik, kita berikan delapan hari. Jadi, sebenarnya ndak ada yang aneh. Jadi, kalau ada yang asal ngomong ya nggak ngerti masalah, jangan terlalu cepat ngomong,” kata Luhut.

Sebelumnya, Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I Iwan Risdianto membenarkan adanya kedatangan puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Kedatangan mereka untuk membangun smelter di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

“Iya, benar, mereka (TKA) kerja kontrak perusahaan untuk (membangun) smelter,” kata Iwan, Minggu (4/7/2021).

Menurut informasi, 20 pekerja asing asal Tiongkok itu tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu (3/7) pukul 20.10 WITA dengan menumpang pesawat Citilink QG-426 dari Jakarta. Mereka selanjutnya akan bekerja di PT Huadi Nikel untuk membangun smelter di Bantaeng.

Setibanya di bandara, mereka langsung dibawa pihak perusahaan. Para TKA tersebut sudah dikarantina dan menjalani pemeriksaan swab PCR di Jakarta sebelum tiba di Sulsel.

Sumber: Republika online

Read More

Bisa Buat Baterai, Smelter Nikel HPAL Rp14 T Diresmikan Luhut

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan operasi produksi fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rabu (23/06/2021).

Smelter HPAL yang dioperasikan PT Halmahera Persada Lygend (HPL) ini bernilai investasi mencapai lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.400 per US$).

Luhut mengatakan, produk dari smelter HPAL ini bisa mendukung program pemerintah membangun pabrik baterai untuk kendaraan listrik. Pengolahan bijih nikel di smelter HPAL ini berbasis teknologi hidrometalurgi.

“Indonesia memiliki sumber daya dan cadangan nikel serta cobalt yang cukup, didukung oleh mineral lain seperti tembaga, aluminium, dan timah yang akan menjadi modal besar untuk bermain dalam industri kendaraan listrik,” jelas Luhut, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian, Rabu (23/06/2021).

Pada 2030, masyarakat secara global diperkirakan akan mempunyai kesadaran lebih tinggi untuk mengurangi emisi dan akan mendorong kenaikan permintaan kendaraan listrik yang nilainya dapat mencapai 31,1 juta unit.

Di Indonesia sendiri, pemerintah menargetkan dapat memproduksi 600 ribu unit mobil listrik dan 2,45 juta unit motor listrik pada 2030. Peningkatan permintaan kendaraan listrik dapat menaikkan permintaan baterai, terutama jenis NCM (nickel-cobalt-mangan).

Luhut mengatakan bahwa teknologi pengolahan untuk bijih nikel bisa melalui jalur RKEF (pirometalurgi) maupun HPAL (hidrometalurgi) seperti yang ada di Pulau Obi ini.

Smelter HPAL ini akan banyak memanfaatkan bijih nikel dengan kadar yang lebih rendah (nikel limonit), yang jumlahnya sangat melimpah di Indonesia. Ini merupakan bagian dari optimasi atau peningkatan nilai tambah dari sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia.

Proses HPAL dapat menghasilkan produk nikel kelas satu, yakni Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan turunannya berupa nikel sulfat (NiSO4) dan cobalt sulfat (CoSO4) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku baterai. Produk-produk ini bernilai tambah lebih tinggi dibandingkan dengan produk yang dihasilkan dari jalur RKEF.

“Untuk itu, kita perlu dukung dan terus didorong untuk terjadi peningkatan investasi agar ada penambahan line (jalur) produksi, sehingga kita mendapat sebesar-besarnya manfaat dari proses produksi ini,” jelasnya.

Dengan nilai investasi smelter HPAL dari PT Halmahera Persada Lygend (HPL) ini lebih dari US$ 1 miliar, diharapkan akan dapat menjadi faktor pendorong dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan di daerah, seperti peningkatan pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja lokal, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Selain PT HPL, di Kawasan Industri Pulau Obi juga terdapat perusahaan smelter lainnya, yakni PT Megah Surya Pertiwi dan PT Halmahera Jaya Feronikel. Kedua perusahaan tersebut memproduksi feronikel menggunakan RKEF.

Di samping perusahaan smelter, ada juga perusahaan pertambangan bijih nikel, yaitu PT Gane Permai Sentosa dan PT Trimegah Bangun Persada. Mengingat banyaknya industri yang beroperasi di Pulau Obi ini, Luhut berharap kawasan industri ini menjadi pusat pertumbuhan Pulau Obi dan Halmahera.

“Diharapkan kawasan ini menjadi pusat pengembangan dan pusat pertumbuhan wilayah di Pulau Obi khususnya dan di Halmahera, serta Maluku Utara secara umum,” harapnya.

Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan pemerintah dalam pengembangan industri smelter ini menurutnya yaitu dukungan kesiapan tenaga kerja. Untuk itu, pembangunan politeknik di kawasan industri seperti ini menurutnya menjadi sesuatu yang penting.

Hal ini berguna agar dapat memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat lokal untuk menggali ilmu dan bekerja di industri smelter.

“Guna mendukung industri ini, kesiapan tenaga kerja menjadi penting. Perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal menjadi perhatian. Untuk itu, diperlukan fasilitas pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja yang akan bekerja di industri smelter ini,” tuturnya.

Mengingat pentingnya kawasan industri smelter yang beroperasi di Pulau Obi, maka untuk menjaga kelangsungan operasi dan investasinya, perlu dukungan dari pemerintah.

Untuk itu, kawasan industri ini merupakan kawasan industri strategis dan perlu untuk ditetapkan sebagai objek vital nasional.

“Kita perlu jadikan kawasan industri Pulau Obi ini sebagai kawasan industri strategis, dan perlu untuk dijadikan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas),” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Menko Luhut hadir bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Menteri Investasi/BKPM, Gubernur Maluku Utara, Bupati Halmahera Selatan, Kakorpolairud 2 Marv, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Dirjen Minerba Kementerian ESDM, dan Dirjen Hubud Kementerian Perhubungan.

Pada peresmian ini, Menko Luhut menandatangani prasasti operasi pabrik dan pengapalan perdana Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) PT Halmahera Persada Lygend di Pulau Obi, Maluku Utara.

Sumber: CNBC Indonesia

Read More

Menko Luhut: Nikel RI Punya Posisi Tawar yang Kuat

NIKEL.CO.ID – Pemerintah Indonesia kini telah mendorong investasi pada hilirisasi produk turunan Nikel untuk memproduksi baterai listrik.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, dengan jumlah produksi sebanyak 21 juta ton setahun, Indonesia telah menjadi salah satu produsen nikel terbesar di dunia dunia dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI).

“Dengan ini potensi Nikel yang besar kita lihat bahwa Indonesia punya bargaining position yang kuat,” kata Luhut di situs Kemenko Marves, Senin, 21 Juni 2021.

Menurut Luhut, Indonesia memiliki hak untuk berkembang dan bekerja sama yang saling menguntungkan.

“Kita juga ngga boleh baik-baik amat. Kita harus mainkan peran kita,” katanya.

Dia pun menyebutkan bahwa pada tahun 2025, Indonesia diproyeksikan memasok 50 persen pasokan dunia, dibandingkan dengan 28 persen pada tahun 2020.

“Produksi nikel Indonesia akan meningkat dengan adanya smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang akan mulai beroperasi pada 2021 yang akan menghasilkan Mix Hydroxide Precipitate (MHP),” ujar Luhut.

Dengan ini potensi Nikel yang besar kita lihat bahwa Indonesia punya bargaining position yang kuat.

Khusus tentang penanganan Covid-19 dan penguatan investasi, Menko Luhut menegaskan bahwa pemerintah berupaya untuk menangani dengan seimbang.

“Tapi penanganan Covid dan investasi is just like two sides of the coin, artinya kedua-duanya sama-sama penting. Jadi strategi pemerintah agar ekonomi tetap berjalan adalah dengan mempercepat proses vaksinasi,” tambahnya.

Membahas soal investasi, Menko Luhut menyampaikan bahwa pemerintah saat ini fokus pada lima hal, yakni hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), pengembangan baterai lithium, sektor kesehatan, infrastruktur konektifitas maritim dan penurunan emisi karbon.

Sumber: tagar.id

Read More

Luhut: Hilirisasi Nikel RI Bikin Tesla Bingung

NIKEL.CO.ID – Pemerintah terus mendorong hilirisasi di sektor pertambangan mineral khususnya nikel. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pengembangan hilirisasi sudah berjalan selama tujuh tahun.

Dalam acara Pengukuhan Dewan Pengurus Apkasi Masa Bhakti 2021-2026 dan Rakernas XIII Apkasi Tahun 2021 di Bali yang disiarkan YouTube Apkasi, Sabtu (19/06/2021), Luhut bahkan mengatakan jika raksasa mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc. sampai bingung melihat hal tersebut.

“Pengembangan hilirisasi, tujuh tahun itu kerjakan, ini banyak yang sangat gak tahu, Tesla saja bingung lihat ini,” ungkapnya.

Luhut menyebut hilirisasi membutuhkan investasi yang sangat besar. Dia juga menyebut jika hilirisasi tidak hanya dikerjakan oleh pekerja dari China saja.

Misalnya, imbuh Luhut, di Morowali dari 50 ribu pekerja, pekerja yang berasal dari China hanya sekitar 4.000 saja. Dan pekerja ini nantinya akan diganti secara bertahap dengan lulusan Politeknik Morowali.

“Kita harap 2024 sudah produksi lithium baterai dan produksi nanti battery pack sampai 100 mega watt (MW) simpan energi. Mobil listrik akan lebih awal produksi hanya baterai akhir 2023 atau 2024,” kata Luhut.

Lebih lanjut, dia mengatakan sekarang di Indonesia sudah ada industri baru yang terintegrasi dari timur sampai ke barat. Menurut Luhut, tanggal 3 Juli nanti di Bintan akan ada pengapalan pertama untuk alumina.

“Investasi hampir US$ 2 miliar akan berkembang dan kita kembangkan di Kalimantan Barat. Lihat lagi di Morowali akan lihat ekspor perdana dari High Pressure Acid Leach (HPAL) bangun dari baterai lithium,” jelasnya.

Eks Kepala Kantor Staf Presiden itu menyebut semua ini terintegrasi dan sebagian besar investasinya dari China. Namun ada juga dari Prancis, Indonesia, dan Australia. Menurutnya, Indonesia saat ini kena anti dumping oleh China karena cost yang lebih murah.

“Karena cost kita lebih murah dari China, kita dikenakan pajak tambahan karena lebih murah dari barang yang diproduksi sama di China,” paparnya.

Kenapa produk Indonesia lebih murah? Luhut menjelaskan jika listrik di tanah air tergorlong murah, yakni US$ 5 sen per kilowatt-hour (kwh), ongkos transportasi US$ 1-2 per ton. Sementara China listriknya US$ antara 9-12 per kWh dan transportasi US$ 5-10 per ton.

“Kalau bisa kelola negara dengan bagus Indonesia ini akan jadi negara yang baik. Indonesia masuk ke dalam global supply chain. Hilirisasi nikel ini buat ekspor baja menguat. Tahun ini akan bisa hampir US$ 20 miliar ini buat salah satu penopang ekonomi kita,” ujarnya.

Sumber: CNBC Indonesia

Read More

Beberkan Nikel RI Berlimpah, Luhut: Posisi Tawar Kuat!

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan produksi nikel Indonesia saat ini. Dengan jumlah produksi sebanyak 21 juta ton/tahun, Indonesia telah menjadi salah satu produsen nikel terbesar di dunia dunia dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI).

Pemerintah kini mendorong investasi pada hilirisasi produk turunan Nikel untuk memproduksi baterai listrik.

“Dengan ini (potensi Nikel) yang besar kita lihat bahwa Indonesia punya bargaining position yang kuat,” tegas Luhut saat memberikan ceramah dalam Pembekalan Kunjungan Lapangan Isu Strategis Nasional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) ke-61, di Jakarta Kamis (17/6/2021), dikutip dari keterangan tertulis Kemenko Kemaritiman & Investasi.

Oleh sebab itu, menurut Luhut, Indonesia memiliki hak untuk berkembang dan bekerja sama yang saling menguntungkan.

“Kita juga nggak boleh baik-baik amat. Kita harus mainkan peran kita,” kata Luhut.

Dalam paparan yang disampaikan secara virtual, Luhut menyampaikan pada 2025 Indonesia diproyeksikan memasok 50 persen pasokan dunia, dibandingkan dengan 28 persen pada tahun 2020. Produksi nikel Indonesia akan meningkat dengan adanya smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang akan mulai beroperasi pada 2021 yang akan menghasilkan Mix Hydroxide Precipitate (MHP).

Peningkatan produksi bahan baku baterai lithium tersebut merupakan salah satu dari materi yang disampaikannya kepada para peserta pembekalan Lemhanas. Topik lain yang juga dijelaskan Menko Luhut antara lain soal implementasi Undang-Undang Omnibus Cipta Kerja, penanganan Covid 19, dan peningkatan investasi.

Khusus tentang penanganan COVID-19 dan penguatan investasi, Luhut menegaskan pemerintah berupaya untuk menangani dengan seimbang.

“Tapi penanganan COVID dan investasi is just like two sides of the coin, artinya kedua-duanya sama-sama penting. Jadi strategi pemerintah agar ekonomi tetap berjalan adalah dengan mempercepat proses vaksinasi,” tambahnya.

Membahas soal investasi, Luhut menjelaskan pemerintah saat ini fokus pada lima hal, yakni hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), pengembangan baterai lithium, sektor kesehatan, infrastruktur konektifitas maritim dan penurunan emisi karbon.

Luhut memaparkan beberapa kawasan industri yang mengembangkan produk turunan nikel dan bauksit. Ketujuh kawasan tersebut antara lain kawasan Galang Batang dengan nilai total investasi sebesar US$ 2,5 miliar (target operasi tahun 2021), kawasan industri Morowali Utara dengan nilai total investasi sebesar US$ 4.19 miliar (target operasi pada kuartal keempat tahun 2021), dan kawasan industri Tanah Kuning dengan nilai total investasi yang akan dikucurkan secara bertahap sebesar US$ 60 miliar (target operasi tahun 2022).

Selain kawasan-kawasan itu, Menko Luhut juga menyebutkan nilai investasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park yang masing-masing sebesar US$ 10 miliar. Dengan membangun kawasan industri yang terintegrasi, menurutnya ongkos produksi menjadi semakin murah. “In the end, cost kita jadi sangat murah, otomatis harga jual nikel olahan kita jadi bersaing sehingga China menerapkan kebijakan dumping ke Indonesia,”bebernya.

Hal baru yang juga disampaikan oleh Menko Luhut kepada peserta kegiatan pembekalan Lemhanas adalah tindak lanjut dari pembicaraan via Zoom antara dirinya dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid Al-Falih pada Hari Rabu (16-6-2021).

“Tanggal 24 (Juni) kami janjian akan zoom call dan fokus mendiskusikan mengenai investasi pada Sovreign Wealth Fund, pembangunan ibu kota baru, fokus penanaman 11 juta pohon di Aran Saudi, penanganan perubahan iklim dan investasi di sektor energi terbarukan,” katanya.

Terakhir, Luhut berpesan agar para peserta pembekalan yang terdiri dari 70-an orang tersebut dapat belajar dari pengalaman pemerintah.

“Dalam proses pengambilan keputusan di satuanmu jangan hanya lihat satu sisi saja, tapi harus mempertimbangkan dari berbagai angle (sudut), semua harus diselesaikan secara terintegrasi,”ingatnya.

Selain itu, sebagai pimpinan, Luhut juga mengatakan agar selalu mengecek implementasi kebijakan atau keputusan yang telah diambil dengan cara membentuk gugus tugas.

“Bikin task force (gugus tugas) untuk lihat ke bawah dengan time table yang jelas sehingga progres dapat dimonitor,”pintanya.

Kegiatan Pembekalan Studi lapangan mengenai industri Strategis Nasional Lemhanas ke-61 ini juga dihadiri oleh Wagub Lemhanas RI Wieko Syofyan, dan Deputi Bidang Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhanas.

Sumber: detik.com

Read More

Luhut Ungkap Teknologi Pengolahan Nikel Kadar Rendah Karya Anak Bangsa

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan adanya pengembangan teknologi pengolahan nikel kadar rendah yang mampu bersaing dan bahkan disebutkan lebih ramah lingkungan.

Teknologi nikel ini disebut Step Temperature Acid Leaching (STAL) yakni memproses bijih nikel dengan tekanan atmosfer (atmospheric pressure). Teknologi ini disebut mampu menghasilkan recovery nikel di atas 90%.

Dia mengatakan, teknologi STAL yang dikembangkan PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) ini juga menghasilkan limbah yang lebih ramah lingkungan. Pasalnya, limbahnya bisa dikelola kembali menjadi produk yang bernilai, dibandingkan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL).

Menurutnya, limbah STAL menghasilkan residu Fe (besi) dan Al (aluminium) yang bisa diolah menjadi bijih besi atau iron ore dan produk lainnya.

“Selain itu, STAL juga dinilai akan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan teknologi pengolahan nikel lainnya,” kata Luhut dalam keterangan resminya, Kamis (29/04/2021).

Oleh karena itu, Luhut pun mendorong adanya penerapan dari teknologi karya anak bangsa ini.

“Ini ada pengembangan teknologi baru dari anak bangsa, kita dukunglah. Saya ingin produk-produk dalam negeri terus maju,” pintanya.

Selain itu, Luhut juga berpesan kepada semua pihak agar teknologi STAL ini dapat dikembangkan terus dan diharapkan semua pihak bisa bekerja sama dengan baik.

Terkait dengan investasi di bidang ini, Luhut berharap Indonesia dapat menarik investor yang sesuai untuk pengembangan teknologi ini.

“Kita tidak mau main-main. Jadi makanya sekarang orang bicara soal green, jadi jangan ditipu lagi dengan data-data yang tidak benar,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan pengembangan teknologi STAL yang menggunakan metode hidrometalurgi ini dipandang sebagai sebuah terobosan untuk aplikasi teknologi pengolahan nikel dalam skala lebih kecil.

Dibandingkan dengan jenis-jenis teknologi yang digunakan pada industri pengolahan logam dasar, teknologi tersebut dapat berbentuk secara modular dan dipandang cocok untuk diterapkan pada lokasi-lokasi yang dekat dengan wilayah pertambangan nikel (mine mouth).

Dengan teknologi modular ini, maka diperkirakan bisa dijangkau oleh industri pertambangan skala kecil yang banyak terdapat di Indonesia.

Desain teknologi STAL yang dikembangkan ini akan membutuhkan bijih nikel sebesar 170 ribu ton bijih nikel per tahunnya atau 600 ton bijih nikel per hari untuk setiap modular STAL.

STAL dapat mengolah bijih nikel dengan kadar rendah sampai 1.1%. Kemudian listrik yang dibutuhkan dalam menggunakan teknologi ini yakni 1,3 mega watt hour untuk menghasilkan 1.800 ton nikel.

Teknologi STAL ini akan mengembangkan aplikasi cloud monitoring dan sistem kontrol untuk semua proses manufaktur dan dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya kepada semua pihak.

Sumber: CNBC Indonesia

Read More