Media Asing Soroti Kelakuan TKA China Santap Buaya di Sulawesi Tenggara

NIKEL.CO.ID – Sejumlah tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja di industri tambang nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara, kedapatan menguliti seekor buaya berukuran 3 meter untuk dijadikan santapan.

Video yang merekam aksi para TKA China itu sempat beredar luas di media sosial.

Media asal China, South China Morning Post (SCMP), turut memberitakan peristiwa ini.

Pada 27 Agustus 2021, SCMP menerbitkan berita berjudul ‘Chinese workers in Indonesia face five years in jail after killing, eating protectected crocodile (Pekerja asal China di Indonesia menghadapi hukuman 5 tahun penjara setelah membunuh dan menyantap buaya dilindungi).

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara langsung mengusut para pelaku karena buaya termasuk hewan yang dilindungi.

BKSDA menggandeng aparat penegak hukum untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

Terkait kasus ini, manajemen PT Obsidian Stainless Steel (OSS) menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

Menurut juru bicara perusahaan, Tommy, para TKA China itu tidak mengetahui bahwa buaya termasuk hewan yang dilindungi di Indonesia.

“Jadi buaya tersebut akan dikonsumsi oleh mereka dan untuk aturan buaya dilarang dibunuh mereka tidak tahu,” sebut Tommy dikutip Pikiran-rakyat.com dari Antara pada 26 Agustus 2021.

Tommy menuturkan, para TKA China mendapatkan buaya tersebut dari warga di Konawe.

“Jadi TKA mendapatkan binatang buas itu dari masyarakat yang menjual, di mana setelah masyarakat menangkap buaya itu kemudian menawarkan kepada TKA,” sebutnya.

Sumber: pikiran-rakyat.xom

Read More

Indonesia Kirim 21 Pemuda Pelajari Industri Nikel dan Baterai di China

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkap pentingnya industri nikel dalam pemulihan ekonomi Indonesia ke depan. Diperhitungkannya, hanya dari proses ekstraksi untuk produksi bakteri litium, dari satu tambangnya yang ada di Morowali, Sulawesi Tengah, nilai ekspor tahunannya pada 2024 nanti bisa mencapai US$ 35-40 miliar atau setara Rp 503-575 triliun.

Pada 2014 lalu, Luhut membandingkan, nilai ekspornya tercatat sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun dari total investasi US$ 7,34 miliar atau sekitar Rp 106 triliun.

“Tapi tahun lalu sudah ekspor US$ 10,9 miliar dan tahun ini, per Juli, sudah US$ 10,4 miliar dan berpotensi jadi 19 miliar pada akhir tahun ini,” katanya.

Luhut mengungkap itu dalam HUT BPPT ke-43, Senin 23 Agustus 2021. Menyampaikan paparannya daring, Luhut menyebut potensi industri nikel untuk bisa menolong ekonomi Indonesia. Namun dia menyatakan bangsa Indonesia harus melakukan lompatan dengan kekayaan mineral yang dimilikinya tersebut. Ini senada dengan dorongannya kepada BPPT untuk terus menghasilkan inovasi-inovasi yang bisa diaplikasikan menjadi basis pembangunan ekonomi di tanah air.

Di bidang industri nikel tersebut, dia mengungkapkan, pemerintah telah mengirim sebanyak 21 pemuda dari sejumlah universitas terkemuka di dalam negeri untuk melihat proses produksi baterai litium di China.

“Mereka sudah setahun di sana dan harapannya mereka nanti terlibat dalam proses produksi baterai litium di Indonesia.” kata Luhut.

Dalam paparannya, Luhut juga mengatakan terus mendorong anak-anak superpintar Indonesia untuk diambil dan disekolahkan ke luar negeri dengan pemerintah sebagai promotornya. Menurutnya, akan dibuatkan pula ‘cangkang’ di dalam negeri untuk bisa menampung anak-anak itu sekembalinya nanti dan berkambang menjadi ahli-ahli hebat di Indonesia.

“Masa tidak bisa kita ambil 150 anak-anak superpintar Indonesia? Masa ga ada 0,05 persen dari 280 juta rakyat Indonesia, anak superpintar Indonesia?” kata dia.

Dalam gilirannya, mantan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengingatkan kepada BPPT bahwa sumber daya manusia unggul menjadi kunci bagi Indonesia tak terjebak sebagai negara berkembang atau negara berpendapatan menengah. Dia merujuk kepada bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia.

Bonus demografi adalah ketika jumlah usia produktif lebih besar daripada yang non produktif. Masalahnya, Komisaris Utama di PT Telkom dan Bukalapak itu mengatakan bonus demografi tak dinikmati selamanya. Sebaliknya, ada tenggat sebelum di Indonesia beralih menjadi dominan yang usia non produktif atau dalam demografi disebut aging alias menua.

“Waktu kita tinggal 24 tahun lagi. Kita berupaya ke luar dari income trap,” katanya sambil menambahkan, “Pada 2045 sudah harus menjadi pendapatan tinggi atau negara maju, dan untuk itu kuncinya adalah sumber daya manusia.”

Bambang yang juga pernah menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas ini lalu mengajak belajar dari pengalaman sukses Korea dan Jepang serta Chile. Mereka disebut negara-negara yang berhasil lolos dari jebakan pendapatan menengah itu. Sedang beberapa negara yang gagal memanfaatkan masa bonus demografinya adalah Argentina, Peru, Meksiko, Filipina.

Dua pelajaran yang bisa diambil, Bambang mengatakan, yang pertama, Indonesia harus bisa membuat perubahan yang transformatif berbekal pembangunan ekonomi yang berbasis inovasi. Ini sejalan dengan yang dinyatakan Luhut dengan rencana industri nikel di tanah air. Kedua, membuat pajanan teknologi kepada kalangan UKM sebagai pelaku ekonomi terbesar di dalam negeri.

Kedua cara itu yang disebut Bambang dilakukan Jepang dan Korea saat bertransformasi menjadi negara maju.

“Indonesia berada di level high risk untuk tidak bisa lolos tapi tentu kita tidak mau pasrah. Kita harus berupaya,” katanya.

Sumber: tempo.co

Read More

Proyek Nikel di Morowali Bakal Bikin Tiongkok Makin Dekat Dengan Mimpinya Kuasai Dunia

NIKEL.CO.ID – Ketika itu, pada 3 Februari 2020, sebuah akun Twitter mengunggah narasi sembari mencatut media asing asal Prancis, France24.

Cuitan di Twitter itu terkait 40 ribu tenaga kerja asing asal China yang sedang dalam pengawasan terkait virus corona baru.

Tapi, apakah benar ada 40 ribu pekerja China di Morowali yang dikarantina karena virus corona?

Melansir dari antaranews, kantor berita ini melakukan penelusuran terhadap berita-berita France24.

Mereka menemukan berita yang dipublikasikan pada 31 Januari 2020, dengan judul ‘Thousands on virus lockdown at China-backed plant in Indonesia’.

Dalam berita tersebut dilaporkan bahwa ada lebih dari 40 ribu pekerja di kompleks pusat penambangan nikel di Morowali.

Namun, 40 ribu pekerja di PT Indonesia Morowali Industrial Park itu tidak semuanya berasal dari China, hanya sekitar 5.000 pekerja yang berasal dari China daratan.

Para karyawan itu pun telah menjalani tes medis dan tidak ada yang terinfeksi, menurut juru bicara perusahaan.

Terlepas dari hal itu, sebuah perusahaan milik negara yang dikelola secara terpusat dan mengkhususkan diri dalam proyek-proyek infrastruktur turnkey, yaitu China Communications Construction Co Ltd, akan mengubah dirinya menjadi pembangun rantai industri di negara-negara yang tergabung dalam Belt and Road Initiative (BRI).

Hal itu dilakukan selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), menurut seorang eksekutif seniornya pada Chinadaily.

Perusahaan tersebut yakin bisa memanfaatkan peluang perumbuhan baru yang direncanakan oleh banyak negara untuk membangun zona pengembangan ekonomi.

Termasuk jalur pelayaran regional dan pusat layanan, meningkatkan urbanisasi dan memodernisasi ekonomi untuk skala dan pertumbuhan yang berkelanjutan, jelas Sun Ziyu, wakil presiden kelompok yang bermarkas di Beijing.

Negara-negara tersebut telah melihat pembangunan infrastruktur selama bertahun-tahun di bawah kerangka kerja BRI, jelasnya lagi.

Pengetahuan dan pengalaman mereka telah diperoleh dari proyek-proyek tersebut ke bisnis mereka di Sri Lanka, Pakistan, dan Serbia.

Banyak zona ekonomi khusus di luar negeri, terutama di Asia Tenggara, Afrika, dan Timur Tengah, yang menghadapi masalah karena mereka hanya meniru pengalaman dan model dari China dan ekonomi maju.

Bukanlah hal yang benar untuk dilakukan karena sebenarnya hanya perlu menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan dan situasi lokal.

CCCC memiliki lebih dari 60 anak perusahaan, termasuk Shanghai Zhenhua Port Machinery Co, atau ZPMC, salah satu produsen mesin pelabuhan terbesar di dunia berdasarkan pangsa pasar, dan China Road and Bridge Corp, spesialis proyek infrastruktur.

Sementara, BRI sendiri telah membangun lebih dari 13.000 kilometer jalan, 180 jembatan, 121 tempat berlabuh dan 17 bandara di negara dan wilayah yang terlibat dalam BRI.

Maka, dengan lebih dari 900 proyek infrastruktur, industri dan olahraga sedang dibangun dan dikembangkan di seluruh ekonomi BRI, nilai kumulatif dari kontrak ini telah melampaui $100 miliar, kata CCCC.

BUMN tersebut saat ini mempekerjakan 100.000 pekerja di pasar luar negeri, termasuk 70.000 pekerja asing.

China Harbour Engineering Co Ltd, atau CHEC, spesialis proyek rekayasa kelautan dan anak perusahaan CCCC, menandatangani kontrak bulan lalu.

Kontrak tersebut untuk membangun dua tempat berlabuh di dermaga khusus untuk kapal curah berbobot 100.000 ton di Taman Industri Morowali di Indonesia, dengan masa konstruksi berlangsung selama 18 bulan.

Pemilik proyek adalah PT Indonesia Morowali Industrial Park. Terletak di Sulawesi Tengah, Pulau Sulawesi, Indonesia.

Proyek tersebut terutama terdiri dari dua tempat berlabuh khusus untuk kapal curah 100.000 ton, dua jembatan pendekatan dan dua jembatan.

Sebagai pelabuhan pendukung kawasan industri nikel-besi terbesar di Indonesia, Morowali Nickel-Iron Park, proyek ini akan menjadi area pelabuhan khusus bulk carrier terbesar di Indonesia setelah selesai.

Sumber: intisari.grid.id

Read More

Faisal Basri Tanggapi Fadli Zon soal TKA Cina: Kita Ungkap Sampai Akarnya

NIKEL.CO.ID – Ekonom senior dari Universitas Indonesia Faisal Basri meminta politikus Gerindra Fadli Zon tak lelah dalam mengritik soal tenaga kerja asing atau TKA asal Cina.

Faisal pun mengajak Fadli Zon untuk mengungkap persoalan tersebut sampai ke akarnya. “Bung @fadlizon, jangan lelah dulu. Kita ungkap sampai ke akar-akarnya. Semoga jadi kado istimewa menjelang 17 Agustus nanti,” cuit Faisal lewat akun Twitter @FaisalBasri, Selasa, 10 Agustus 2021.

Cuitan itu mengomentari sebuah artikel yang dibagikan akun Twitter @OposisiCerdas. Artikel itu berisi komentar Fadli Zon yang mengaku lelah mengkritik mengenai maraknya TKA Cina yang masuk ke Indonesia di tengah pembatasan pemerintah.

Pada Mei lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah akan berupaya mengurangi TKA asal Cina di Indonesia.

Luhut mengklaim jumlah tenaga kerja Cina di kawasan industri Morowali saat ini jauh lebih sedikit ketimbang tenaga kerja Indonesia. Dari total 50 ribu pekerja, 3.500 di antaranya berkewarganegaraan Cina. Sedangkan sisanya adalah pekerja lokal.

Menurut Luhut, TKA Cina masih dibutuhkan lantaran negara tersebut menanamkan modal di berbagai kawasan industri di Indonesia. Dengan begitu, tenaga kerja asing akan bertugas melakukan transfer teknologi dan mengawasi jalannya investasi.

Faisal Basri belakangan memang sering mengkritik mengenai maraknya TKA Cina yang masuk ke Indonesia. Faisal mengungkapkan ribuan tenaga kerja asing atau TKA Cina masuk ke Indonesia untuk proyek nikel di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Jumlah tenaga asing itu lebih besar ketimbang yang dilaporkan oleh pemerintah sebesar 3.500 orang. Faisal Basri menyebut, para tenaga asing dari Cina bukan hanya berlatar belakang sebagai tenaga ahli. Mereka juga termasuk buruh untuk pekerjaan lapangan.

“Orang datang bukan hanya tenaga ahli, tapi juga sopir, tukang kebun, satpam,” kata Faisal dalam tayangan YouTube milik pengamat politik, Refly Harun, yang diunggah pada Selasa, 27 Juli 201.

Bahkan menurut Faisal, berdasarkan data yang ia kantongi, jumlah pekerja Cina masuk ke Indonesia sekitar seribu orang per bulan. Sebagian pekerja, tutur dia, tidak menggunakan visa pekerja, tapi visa kunjungan.

Dengan demikian, pemberi kerja tidak membayarkan Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKP-TKA) sebesar US$ 100 dolar sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) atau penerimaan daerah.

Menurut Faisal, data masuknya pekerja Cina yang ia dapat dari sumber terpercaya sudah ia sampaikan kepada staf khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Data itu dihimpun hingga Mei 2021. “Datanya ada semua. Sumber saya banyak dari data sendiri, ada yang dari Cina,” kata Faisal.

Faisal Basri melanjutkan, para pekerja dari Cina datang sebelum adanya larangan dari pemerintah. Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM telah mengatur TKA, termasuk untuk proyek strategis nasional, dilarang memasuki wilayah Indonesia selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Level 4.

Sumber: tempo.co

Read More

Luhut Buka-bukaan Soal Isu Masuknya Jutaan TKA dari China ke RI

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinvest) Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal isu masuknya jutaan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Indonesia.

Dia menegaskan tidak benar data tenaga kerja asing (TKA) dari China berjumlah jutaan yang masuk ke Indonesia. Lebih lanjut, Menko Luhut mengatakan bahwa jumlah TKA di Indonesia berkisar 30 ribu. Sementara, TKA dari China hanyalah belasan ribu.

“Saya pengin undang orang itu [yang mengatakan jutaan TKA dari China] datang ke saya baik-baik nanti saya ajak lihat, nanti tunjukin saya di mana itu [jutaan TKA dari China]. Karena itu kan pembohongan luar biasa,” kata Menko Luhut di acara Kick Andy Double Cek yang ditayangkan di Youtube seperti dikutip, Jumat (30/7/2021).

Dalam kesempatan itu, Menko Luhut menyampaikan Indonesia yang sedang melakukan hilirisasi industri. Dia menjelaskan bahwa bahan mentah atau raw material Indonesia, seperti nikel, nantinya dapat menjadi barang turunan untuk mendapatkan nilai tambah.

Salah satu produk yang diproduksi atau lithium baterai untuk mobil listrik.

“Sampai nanti pada lithium baterai dan bisa kita recycle, sehingga kita gunakan lagi,” ungkapnya.

Luhut mengaku telah melakukan survei di beberapa negara untuk menciptakan hilirisasi tersebut. Namun, dia mengklaim hanya pemerintah China yang bisa melakukan itu.

Menurutnya, industri China saat ini memiliki teknologi yang tinggi dan sudah maju.

“Hanya Tiongkok [China] yang bisa, dan ternyata teknologi mereka sudah bagus, sangat hebat sudah,” ucapnya.

Luhut mengatakan bahwa Indonesia termasuk negara yang beruntung dapat melakukan hilirisasi dengan China.

Pasalnya, Indonesia menjalin kerja sama ketika industrialisasi China berkembang pesat. Luhut melanjutkan saat ini sebanyak 70 persen ekonomi Indonesia hanya berada di wilayah Sumatera. Sementara itu, sisanya 30 persen berada di Indonesia Timur.

“Sekarang 3 (daerah) Indonesia ekonomi yang surplus. Itu semua di Indonesia Timur. Morowali mungkin 7 persen, di Halmahera itu mungkin beberapa belas persen karena industri tadi,” sambungnya.

Di sisi lain, Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mengatakan, bahwa Indonesia hanya mendapatkan manfaat 10 persen dari industri pengolahan bijih nikel di Morowali dan Konawe. Sementara itu, sebagian besar lainnya yaitu 90 persen menjadi keuntungan bagi investor China yang membangun smelter di sana.

“Dari seluruh nilai yang diciptakan, dari proses olah bijih sampai produk-produk smelter, maksimum yang tinggal di Indonesia 10 persen. Indonesia hanya dijadikan ekstensi dari China untuk dukung industrialiasi China,” ungkapnya dikutip dari YouTube Refly Harun, Selasa (27/7/2021).

Sumber: bisnis.com

Read More

Soal TKA Cina Masuk RI, Faisal Basri: Bukan Hanya Tenaga Ahli, Japi Juga Buruh

NIKEL CO.ID – Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, mengungkapkan ribuan tenaga kerja asing atau TKA China masuk ke Indonesia untuk proyek nikel di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Jumlah tenaga asing itu lebih besar ketimbang yang dilaporkan oleh pemerintah sebesar 3.500 orang.

Faisal Basri menyebut, para tenaga asing dari China bukan hanya berlatar belakang sebagai tenaga ahli. Mereka juga termasuk buruh untuk pekerjaan lapangan.

“Orang datang bukan hanya tenaga ahli, tapi juga  sopir, tukang kebun, satpam,” kata Faisal dalam tayangan YouTube milik pengamat politik, Refly Harun, yang diunggah pada Selasa, 27 Juli 201.

Bahkan menurut Faisal, berdasarkan data yang ia kantongi, jumlah pekerja China masuk ke Indonesia sekitar seribu orang per bulan.  Sebagian pekerja, tutur dia, tidak menggunakan visa pekerja, tapi visa kunjungan.

Dengan demikian, pemberi kerja tidak membayarkan Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKP-TKA) sebesar US$ 100 dolar sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) atau penerimaan daerah.

Menurut Faisal, data masuknya pekerja China yang ia dapat dari sumber tepercaya sudah ia sampaikan kepada staf khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Data itu dihimpun hingga Mei 2021.

“Datanya ada semua. Sumber saya banyak dari data sendiri,  ada yang dari China,” kata Faisal.

Faisal melanjutkan, para pekerja dari Cina datang sebelum adanya larangan dari pemerintah. Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM telah mengatur TKA, termasuk untuk proyek strategis nasional, dilarang memasuki wilayah Indonesia selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Level 4.

Pada Mei lalu, Luhut mengatakan pemerintah akan berupaya mengurangi TKA asal China di Indonesia. Luhut mengklaim jumlah tenaga kerja China di kawasan industri Morowali saat ini jauh lebih sedikit ketimbang tenaga kerja Indonesia. Dari total 50 ribu pekerja, 3.500 di antaranya berkewarganegaraan China. Sedangkan sisanya adalah pekerja lokal.

Menurut Luhut, tenaga kerja China masih dibutuhkan lantaran negara tersebut menanamkan modal di berbagai kawasan industri di Indonesia. Dengan begitu, tenaga kerja asing akan bertugas melakukan transfer teknologi dan mengawasi jalannya investasi.

“Kalau teman-teman tanya kenapa yang kita pakai itu tenaga Tiongkok (China), saya bukan orang bodoh memberikan itu (tenaga kerja) banyak kepada mereka. Saya pasti atur bagaimana supaya mereka dikurangi sebanyak mungkin,” ujar Luhut.

Sumber: tempo.co

Read More

Luhut Bantah Tudingan Soal TKA dari China yang Tak Kompeten Masuk RI

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) membantah tudingan soal penggunaan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang dinilai tak berkompeten namun leluasa masuk ke Indonesia.

LBP juga membantah bahwa ada jutaan TKA asal China yang masuk ke Indonesia.

Ia menegaskan hanya ada kisaran 30 ribu TKA di Indonesia, namun hanya berkisar belasan ribu TKA yang berasal dari China.

“Saya mau undang baik-baik orang (yang mengatakan ada jutaan TKA asal China di RI) itu baik-baik supaya ditunjukkan dimana. Karena itu kan pembohongan,” kata Menko Marves saat di wawancara presenter Andy F Noya di acara TV, Minggu (25/7/2021).

Menteri Luhut menjelaskan pemerintah ingin mengekspor row material seperti nikel menjadi barang turunan untuk mendapatkan nilai tambah.

Contohnya dalam bentuk lithium baterai, selain itu barang turunan tersebut juga bisa kembali di daur ulang.

Setelah ia melakukan survei, hanya negara China yang bisa melakukan itu. Dia juga menilai bahwa China juga memiliki teknologi yang maju dan bersedia melakukan transfer ilmu dan teknologi kepada Indonesia.

“Indonesia beruntung, pas teknologi mereka (China) sudah naik, kita datang dan mereka pas butuh. Sekarang ada 7 integrated industri di Indonesia Timur yang membuat teknologi industri Timur jadi naik, yang dulu 70 persen ekonomi Indonesia hanya di Jawa dan Sumatera,” kata Luhut.

“Sekarang 3 ekonomi Indonesia yang surplus itu semua di Indonesia Timur. Morowali mungkin 7 persen, di Halmahera sekian belas persen. Karena industri tadi,” lanjutnya.

Luhut mengatakan ingin melihat ada lompatan besar di industri nikel, namun menurutnya investasi yang menguntungkan tersebut malah yang dihebohkan oleh masyarakat.

Padahal ia berharap teknologi riset produk turunan nikel juga ada di Indonesia, dimana China siap melakukan investasi dan transfer ilmu maupun teknologi itu serta tanpa menambah beban hutang.

Tidak seperti Amerika, China menurutnya merupakan negara yang mudah diajak investasi dan tanpa mengajukan syarat yang rumit.

Sedangkan negara seperti Amerika misalnya, kerap mengajukan syarat yang rumit dan ujung-ujungnya tidak jadi melakukan investasi.

“Negara yang mau diajak investasi dan gak minta macam-macam cuma China,” ujar Luhut.

Ia mengklaim bahwa TKA asal China yang datang ke Indonesia adalah tenaga kerja ahli yang melakukan transfer ilmu dan menyiapkan tenaga kerja yang dapat memimpin di industri kedepannya.

Luhut juga membantah TKA asal China yang masuk di Indonesia merupakan tentara ataupun intel yang mau mengambil alih kekuasaan di Indonesia.

“Saya tidak percaya kalau ada orang menjajah negara kepulauan seperti Indonesia (sekarang ini). Yang saya percaya hanya 2, dia menjajah secara ekonomi dan secara teknologi. Itu sebabnya saya mau ada teknologi transfer. Presiden sama pemikirannya,” ujar Luhut.

“Uni Eropa membawa kita ke WTO agar barang row material kita dibawa ke sana. Saya bilang, kapan kami menyelesaikan masalah kemiskinan kami kalau kami tidak punya nilai tambah itu,” pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

Read More

TKA Dilarang Masuk Indonesia, Begini Respon Smelter Nikel

NIKEL.CO.ID – Pemerintah memutuskan untuk menutup pintu masuk bagi para Tenaga Kerja Asing (TKA). Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah penularan kasus Covid-19 yang semakin meluas.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoli, mengungkapkan revisi aturan sudah dikeluarkan di mana tenaga kerja asing terutama dalam proyek strategis nasional sudah dibatasi.

“Sudah kita batasi dan tidak boleh masuk (WNA),” kata Yasonna, Rabu (21/7/2021).

Aturan ini harusnya berlaku pada 21 Juli 2021. Namun Yasonna mengatakan, akan ada masa transisi yakni 2 hari untuk berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.

“Setelah diskusi dengan Ibu Menlu perlu transisi 2 hari,” katanya.

Lantas, bagaimana tanggapan dari perusahaan smelter nikel di Indonesia yang menggunakan jasa TKA hingga ribuan orang, khususnya asal China yang tak lain negeri asal investor smelter ini?

CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus mengatakan, pihaknya akan patuh terhadap aturan pemerintah dan akan menyesuaikan operasional dengan kebijakan terbaru pemerintah. IMIP merupakan pengelola kawasan industri di Morowali, Sulawesi Tengah, di mana di dalamnya terdapat sejumlah smelter nikel, mulai dari Nickel Pig Iron (NPI) hingga stainless steel.

Adapun investor pengelola smelter di kawasan IMIP ini antara lain berasal dari China seperti Shanghai Decent Investment (Group) Co. Ltd, Tsingshan Holding Group.

“Kita IMIP patuh terhadap aturan dan menyesuaikan,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/07/2021).

Dia pun mengatakan, operasional IMIP tidak akan terganggu dengan adanya kebijakan baru ini.

“Kegiatan di IMIP tidak terpengaruh signifikan,” ujarnya.

Dengan ditutupnya pintu masuk untuk TKA baru selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau kini disebut dengan PPKM Level 4, menurutnya TKA yang ada di proyek saat ini akan bekerja lebih lama di Indonesia.

Menurutnya, para pekerja ini juga memegang visa yang bisa diperpanjang di dalam negeri selama pandemi Covid-19.

“Mereka umumnya pemegang visa kerja yang bisa diperjanjang di dalam negeri semasa Covid ini,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Harita Group, perusahaan smelter nikel berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Anie Rahmi, Corporate Communications Manager Harita Group, mengatakan bahwa perusahaan akan patuh sepenuhnya pada semua aturan pemerintah.

“Tentu saja kami patuh sepenuhnya pada semua aturan pemerintah. Ini demi percepatan penanganan Covid-19, serta pemulihan kesehatan dan kebangkitan ekonomi Indonesia,” tuturnya.

Namun sayangnya dia enggan menyebutkan berapa jumlah pekerja TKA di smelter Harita di Pulau Obi ini.

Seperti diketahui, Harita Group melalui anak usahanya, PT Halmahera Persada Lygend, sudah resmi mengoperasikan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel dengan teknologi HPAL di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Juni lalu, tepatnya 23 Juni 2021.

Smelter HPAL ini memiliki kapasitas produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebesar 365 ribu ton per tahun dan merupakan bahan baku dasar baterai kendaraan listrik.

Ini merupakan smelter HPAL pertama yang beroperasi di negara ini.

Diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, kemarin, Rabu (23/06/2021), smelter HPAL ini menjadi pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama yang beroperasi di Indonesia. Proyek ini diperkirakan memakan biaya mencapai lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.400 per US$).

Perlu diketahui, peraturan larangan masuknya TKA ke Indonesia ini tertuang dalam Permenkum HAM Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pembatasan Orang Asing Masuk ke Wilayah Indonesia Dalam Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat.

Dalam peraturan ini, sebelumnya Yasonna mengatakan, pekerja asing yang sebelumnya datang ke Indonesia sebagai bagian dari proyek strategis nasional tak lagi bisa masuk ke Tanah Air.

“Dalam Permenkum HAM Nomor 27 Tahun 2021, orang asing yang boleh memasuki wilayah Indonesia hanya pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas, pemegang Izin Tinggal Diplomatik dan Izin Tinggal Dinas, pemegang Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap, orang asing dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan, serta awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.”

“Dengan demikian, tenaga kerja asing yang sebelumnya datang sebagai bagian dari proyek strategis nasional atau dengan alasan penyatuan keluarga kini tak bisa lagi masuk ke Indonesia sebagaimana diatur dalam peraturan ini. Perluasan pembatasan orang asing yang masuk ke Indonesia ini dilakukan dalam rangka menekan penyebaran Covid-19,” lanjutnya.

Sumber: CNBC Indonesia

Read More

WNA Masih Masuk Indonesia, Ini Penjelasan Luhut

NIKEL.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara mengenai masih masuknya warga negara asing (WNA) ke Indonesia selama masa PPKM Darurat. Kedatangan WNA ini memang menuai protes masyarakat karena pemerintah dianggap tidak adil dalam menerapkan peraturan.

Luhut menjelaskan, seluruh WNA yang masuk ke Indonesia wajib memenuhi syarat ketat. Pertama, mereka harus menunjukkan kartu vaksinasi sebagai bukti telah mendapatkan dosis lengkap vaksin Covid-19.

“Jadi, tidak boleh orang datang ke Indonesia belum dapat kartu vaksin dua kali,” kata Luhut dalam keterangan pers seusai rapat terbatas, Selasa (6/7/2021).

Syarat lainnya, sebelum terbang ke Indonesia, para WNA ini harus menjalani tes PCR dengan hasil negatif. Begitu tiba di Indonesia, ujar Luhut, WNA juga masih harus menjalani tes PCR sekali lagi. Setelahnya, mereka harus menjalani prosedur karantina selama delapan hari.

“Setelah itu, dia di-PCR lagi. Kalau dia negatif, baru bisa keluar,” kata Luhut.

Luhut menambahkan, prosedur penerimaan warga negara asing ini sudah berlaku di banyak negara dunia. Periode karantina pun bervariasi di setiap negara. Indonesia, imbuhnya, memberikan jeda waktu delapan hari sebelum WNA benar-benar bisa menjalani aktivitasnya

“Kita melihat dari hasil studinya dari negara yang kita anggap cukup baik, kita berikan delapan hari. Jadi, sebenarnya ndak ada yang aneh. Jadi, kalau ada yang asal ngomong ya nggak ngerti masalah, jangan terlalu cepat ngomong,” kata Luhut.

Sebelumnya, Stakeholder Relations Manager Angkasa Pura I Iwan Risdianto membenarkan adanya kedatangan puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Kedatangan mereka untuk membangun smelter di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

“Iya, benar, mereka (TKA) kerja kontrak perusahaan untuk (membangun) smelter,” kata Iwan, Minggu (4/7/2021).

Menurut informasi, 20 pekerja asing asal Tiongkok itu tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu (3/7) pukul 20.10 WITA dengan menumpang pesawat Citilink QG-426 dari Jakarta. Mereka selanjutnya akan bekerja di PT Huadi Nikel untuk membangun smelter di Bantaeng.

Setibanya di bandara, mereka langsung dibawa pihak perusahaan. Para TKA tersebut sudah dikarantina dan menjalani pemeriksaan swab PCR di Jakarta sebelum tiba di Sulsel.

Sumber: Republika online

Read More

Total 46 TKA China Tiba di Makassar, 20 Orang Belum Berizin Kerja

NIKEL.CO.ID – Stakeholder Relations Manager, Angkasa Pura I, Iwan Risdianto membenarkan adanya kedatangan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk membangun smelter di Kabupaten Banteang, Sulawesi Selatan

“Iya benar, mereka (TKA) kerja kontrak perusahaan untuk (membangun) smelter,” kata Iwan seperti dilansir Antara, Senin (5/7/2021).

Menurut informasi, 20 pekerja asing asal Tiongkok itu tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu (3/7/2021) pukul 20.10 Wita dengan menumpangi pesawat Citilink QG-426 dari Jakarta. Mereka selanjutnya akan bekerja di PT Huadi Nikel untuk membangun smelter di Kabupaten Bantaeng.

Setiba di bandara, mereka langsung dibawa pihak perusahaan. Para TKA tersebut sudah dikarantina dan menjalani pemeriksaan swab atau usap PCR di Jakarta, sebelum tiba di Sulsel.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Andi Darmawan Bintang juga membenarkan tentang kedatangan 20 orang TKA asal Tiongkok di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Sejauh ini, total tercatat 46 TKA asal Tiongkok telah memasuki Sulsel, termasuk 20 orang yang datang pada Sabtu (3/7/2021), sembilan orang pada 29 Juni, dan 17 orang pada 1 Juli.

“Dua puluh orang pekerja asing yang datang itu rombongan ketiga, totalnya sudah 46 orang,” sebutnya.

Sumber: detik.com

Read More