Beranda Berita Nasional International Hardware Fair Indonesia Kembali Digelar, Dibuka 24–27 September 2026 di NICE...

International Hardware Fair Indonesia Kembali Digelar, Dibuka 24–27 September 2026 di NICE PIK 2

279
0
Suasana IHF tahun lalu (illustrasi) (Foto: Dok. IHF)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Keberhasilan hilirisasi nikel berimbas ke perekonomian dan pembangunan di Indonesia. Kesuksesan tersebut juga tampak akan menular ke hilirisasi komoditas lainnya, seperti alumunium, tembaga, bauksit, dan pasir silika. Dengan demikian, aktivitas manufaktur dan pembangunan infrastruktur di negeri ini juga semakin berkembang yang selanjutnya akan berdampak pada meningkatnya kebutuhan terhadap perkakas, peralatan industri, perlengkapan keselamatan kerja, hingga solusi perbaikan dan pemeliharaan.

Sebagaiman diketahui, investasi infrastruktur pemerintah yang mencapai lebih dari US$27 miliar sepanjang 2023–2025 turut menjadi salah satu faktor yang mendorong kebutuhan terhadap berbagai peralatan pendukung industri. Di tengah perkembangan tersebut, International Hardware Fair Indonesia (IHF Indonesia) kembali digelar untuk edisi kedua pada 24–27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta. Pameran ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect (IMMFC).

Pada IHF Indonesia tahun ini akan hadir beragam produk dan solusi yang mencakup lima kategori utama, yakni tools, industrial supply equipment, fasteners & fixing, personal protective equipment (PPE), serta home improvement tools. Ragam produk tersebut mencakup perkakas tangan dan listrik, mesin perkakas, peralatan bengkel dan pabrik, teknologi pengencang dan pengikat, aksesori furnitur, perlengkapan pelindung diri, hingga berbagai kebutuhan do it yourself (DIY). Kehadiran kategori industrial supply equipment dan personal protective equipment (PPE) juga membuat pameran ini relevan dengan kebutuhan industri yang membutuhkan dukungan peralatan, pemeliharaan, serta keselamatan kerja.

Menurut panitia, IHF Indonesia tidak hanya menghadirkan area pameran, tetapi juga sejumlah program yang memungkinkan pengunjung memperoleh pengalaman dan keterampilan secara langsung. Tiga program yang disiapkan, yakni DIY Festival, DIY Workshop, dan DIY Class. Melalui program-program tersebut, pengunjung dapat mengikuti aktivitas pembuatan produk, mempelajari teknik woodworking, hingga mengikuti pelatihan teknis. Salah satunya adalah pelatihan terstruktur Beginner Level Mechanical Measurement yang dilengkapi e-sertifikat workshop dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Penyelenggaraan edisi kedua ini melanjutkan capaian IHF Indonesia pada debutnya, 2025 lalu. Saat itu, tercatat lebih dari 13.000 pengunjung dari 49 negara serta menghadirkan lebih dari 480 exhibitor dari 32 negara. Pada edisi 2026, IHF Indonesia juga berlangsung bersamaan dengan Interzum Jakarta dan IFFINA+ powered by imm cologne. Ketiganya menjadi bagian dari IMMFC yang menghubungkan berbagai sektor dalam rantai nilai material, manufaktur, hingga produk jadi.

Dengan konsep tersebut, IHF Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk menemukan berbagai produk perkakas, tetapi juga mempertemukan kebutuhan industri dengan produsen dan penyedia solusi, sekaligus memperluas jaringan bisnis di sektor terkait. Informasi mengenai pameran serta pendaftaran pengunjung dan exhibitor dapat diperoleh melalui www.hardwarefair-indonesia.com. (Tubagus)