Beranda Berita Nasional Peningkatan TKDN Kendaraan Listrik harus Diikuti Transfer Teknologi kepada Pekerja Lokal

Peningkatan TKDN Kendaraan Listrik harus Diikuti Transfer Teknologi kepada Pekerja Lokal

113
0
Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan Gading (Foto: Dok. Humas DPR RI)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada industri kendaraan listrik harus dibarengi dengan transfer teknologi kepada pekerja lokal. Keberadaan industri kendaraan listrik di Indonesia tidak cukup hanya memberikan manfaat investasi dan membuka lapangan kerja, tetapi juga harus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri.

Hal itu disampaikan anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan Gading, saat mengikuti Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI meninjau pabrik PT BYD Auto Indonesia, di Subang, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). 

“Transfer teknologi harus tetap kita utamakan, terutama pekerja-pekerja lokal. Kita harus mendorong agar transfer knowledge ini berjalan dan tidak terjadi ketergantungan kepada pihak luar,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi, Senin (7/9/2026).

Irsan menjelaskan, penguatan industri kendaraan listrik perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pekerja Indonesia. Hal ini menjadi penting seiring dengan rencana pengembangan fasilitas produksi dan bertambahnya kebutuhan tenaga kerja di industri tersebut.

Saat ini, sambungnya, sejumlah tenaga ahli dan engineer dari China masih dilibatkan pada tahap awal pengembangan untuk mendukung proses penguasaan teknologi. Di sisi lain, sekitar 500 pekerja lokal telah mendapatkan pembelajaran dan transfer pengetahuan di luar negeri sebagai bagian dari proses peningkatan kompetensi.

“Tadi kita sudah dipaparkan bahwa sekitar 500 pekerja lokal belajar untuk mendapatkan transfer knowledge. Nantinya mereka diharapkan menjadi pekerja utama di BYD,” imbuhnya.

Irsan juga menyoroti peningkatan TKDN yang saat ini telah mencapai sekitar 40% dan ditargetkan menjadi 80%. Menurutnya, peningkatan kandungan lokal tersebut perlu diikuti dengan kemampuan pekerja dalam menguasai teknologi yang digunakan dalam proses produksi kendaraan listrik.

“Kita harus bangga ada satu pabrik yang seperti ini. TKDN saat ini sudah sampai 40 persen dan nantinya ditargetkan 80 persen,” katanya.

Politikus Partai Nasdem itu menegaskan, Komisi XII DPR RI akan mengawal agar peningkatan investasi dan kapasitas produksi BYD juga memberikan ruang yang semakin besar bagi tenaga kerja Indonesia.

“Kami berharap mayoritas pekerja nantinya berasal dari tenaga kerja lokal. Sementara tenaga kerja asing tetap dibutuhkan, khususnya untuk mendukung proses transfer teknologi dan penguasaan teknologi kendaraan listrik yang masih tergolong baru di Indonesia,” ujarnya.

Ia menargetkan, sekitar 80% tenaga kerja di fasilitas tersebut nantinya berasal dari pekerja lokal. Adapun tenaga kerja asing tetap diperlukan terutama untuk posisi engineer yang berkaitan dengan penguasaan teknologi baru. “Targetnya jelas, sekitar 80% harus pekerja lokal. Sisanya bisa dari pihak luar, terutama untuk engineer karena ini merupakan teknologi baru yang memang harus benar-benar dikuasai,” pungkasnya. (Tubagus)