

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — PT QMB New Energy Materials menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp900 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dikirimkan secara bertahap pada 17-18 Agustus 2026 dengan total 15 truk.
Bantuan ditujukan terutama bagi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah gempa bumi melanda Kabupaten Sikka. Seluruh bantuan dikirimkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka agar dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Presiden Direktur dan Chairman PT QMB New Energy Materials, Pan Hua, mengatakan, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
“PT QMB New Energy Materials menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, khususnya masyarakat di wilayah Maumere dan Kabupaten Sikka,” ungkap Pan Hua dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi, Kamis (20/8/2026).

Pengiriman bantuan dilakukan dalam dua tahap. Sebanyak lima truk diberangkatkan pada 17 Agustus 2026 menuju Maumere, kemudian 10 truk bantuan tambahan dikirimkan pada 18 Agustus 2026. Bantuan yang dibawa mencakup berbagai kebutuhan dasar, mulai dari beras, air mineral, minyak goreng, telur, roti, sabun, sampo, mi instan hingga popok bayi. Kebutuhan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat, khususnya warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
Dalam proses penyalurannya, QMB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sikka dan pihak terkait di lapangan. Hal itu dilakukan agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat.

Eksekutif bisnis asal Tiongkok ini mengatakan, QMB hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban keluarga terdampak gempa selama berada di pengungsian.
“Kami menyadari bahwa bantuan yang kami berikan tidak dapat menggantikan kehilangan maupun kesulitan yang dialami masyarakat. Namun, kami berharap dukungan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang terdampak dan membantu memenuhi kebutuhan mereka selama berada di pengungsian,” tutupnya. (Tubagus)












































