
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, memastikan implementasi bahan bakar biodiesel B50 siap diterapkan setelah hasil uji coba menunjukkan hasil yang sangat baik. Penggunaan B50 tidak hanya mendukung transisi energi nasional, tetapi juga berpotensi menghemat devisa negara melalui pengurangan impor bahan bakar.
“Kualitas sudah dicoba dari Desember 2025. Uji coba ini di enam sektor, yaitu pertambangan, otomotif, angkutan, pertanian, perkebunan, dan kereta api. Dari hasil uji coba yang dilaporkan kepada kami oleh Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) rata-rata menunjukkan hasil yang sangat baik,” tutur Bambang dalam keterangan resmi yang dikutip redaksi, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, implementasi B50 akan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor. Peningkatan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50 dapat menghemat devisa negara sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Keuntungan bagi Indonesia ketika B50 dijalankan, ada banyak devisa yang akan bisa kita hemat. Karena dari komposisi B40 ke B50, loncatannya berarti kita hemat lagi 10 persen. Kami berharap program ini betul-betul bermanfaat mendukung keuangan negara pada saat ini,” katanya.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan pemerintah saat ini masih memfokuskan persiapan pada implementasi B50, sementara pengembangan bioetanol E20 masih memerlukan kajian dan persiapan yang lebih matang sebelum diterapkan secara luas. Komisi XII DPR RI akan mengawal pelaksanaan B50 selama masa transisi hingga Oktober 2026 guna memastikan implementasinya berjalan sesuai rencana dan kualitas bahan bakar tetap terjaga di lapangan.
“Kita akan melihat nanti seperti apa hasil implementasi. Tetapi, yang saya pegang adalah hasil uji coba,” pungkasnya. (Tubagus)









































