Beranda Nikel Bijih Nikel 1,6% Naik US$2,5/dmt pada 25 Maret 2024

Bijih Nikel 1,6% Naik US$2,5/dmt pada 25 Maret 2024

1828
0
Harga INPI terbaru.
Harga INPI terbaru. Dok: APNI.

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pada 25 Maret 2024, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mengeluarkan rilis Indonesian Nickel Price Index (INPI).

Untuk komoditas bijih nikel dengan kandungan 1,2%, transaksi CIF berada di kisaran US$21,3–US$25,3/dmt atau naik US$1,5/dmt dari 18 Maret 2024. Rerata bijih nikel dengan kandungan tersebut adalah US$23,3/dmt.

Bijih nikel dengan transaksi CIF kandungan 1,6% berada di kisaran US$37,3–US$42,3/dmt atau naik US$2,5/dmt dari 18 Maret 2024. Rerata bijih nikel dengan kandungan tersebut adalah US$39,8/dmt.

Nickel pig iron (NPI) dengan transaksi FOB berada pada kisaran US$114,5–US$114,5/dmt atau turun US$1,1/dmt dari 18 Maret 2024. Rerata NPI dengan transaksi tersebut adalah US$114,5/dmt.

Berdasarkan data dari Trading Economics pada Senin (25/3/2024), harga nikel di pasar global terpantau US$16.720,24/mt dari sebelumnya US$17.044,61/mt pada Minggu (24/3/2024).

Nikel berjangka turun ke sekitar $17.000 per ton, terendah dalam sebulan terakhir, karena kekhawatiran akan ketatnya pasokan menghilang akibat meningkatnya proses persetujuan kuota pertambangan dari produsen utama Indonesia. 

Indonesia telah mengeluarkan kuota produksi sebesar 152,62 juta ton bijih nikel sepanjang tahun ini dan diperkirakan akan menyelesaikan proses tersebut pada akhir Maret. Selain itu, waktu tunggu pabrik sedikit memanjang dalam beberapa bulan terakhir tetapi masih di bawah rata-rata historis, yang menunjukkan bahwa kondisi permintaan masih berada di bawah tingkat normal. 

Investor saat ini sedang menunggu data Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur dan jasa konsumen utama China pada akhir pekan ini untuk mengukur prospek logam ini. Sebelumnya, produksi industri dan penjualan ritel negara tersebut berada di atas perkiraan untuk Januari-Februari 2024. (Aninda)