Beranda Berita Nasional Kebakaran Tungku Smelter Kawasan IMIP, Ingatkan Pentingnya Penerapan K3

Kebakaran Tungku Smelter Kawasan IMIP, Ingatkan Pentingnya Penerapan K3

1869
0

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Terjadinya beberapa kasus insiden kebakaran di sektor pertambangan terintegrasi hulu hingga hilir di pabrik pengolahan atau smelter nikel di akhir 2023 dan awal 2024 kerap kali memakan korban luka-luka bahkan nyawa.

Hal ini mengingatkan betapa pentingnya penerapan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di perusahaan pertambangan guna meminimalisir korban kecelakaan luka maupun tewas.

Publik pasti ingat dengan dua kebakaran di kawasan IMIP baru-baru ini, yaitu pertama diawal tahun 2024 kebakaran di tungku smelter milik PT Sulawesi Mining Investment (SMI) yang berada dalam kawasan industri Morowali PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada Jum’at (19/1/2024).

Kebakaran itu konon disebabkan oleh meluapnya cairan slag atau limbah dalam tungku dan merambat hingga ke lantai dasar smelter. Tidak ada korban nyawa dalam peristiwa ini.

Kemudian yang kedua, kebakaran di smelter nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT ITSS) yang menyebabkan ledakan hebat di kawasan IMIP pada Minggu (24/12/2023).

Peristiwa ini sangat memilukan karena insiden ini memakan korban jiwa. Tercatat sekitar 20 korban jiwa meninggal dunia dalam insiden PT ITSS menurut Sekretaris Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP FSP KEP SPSI), Sulistiyono kepada nikel.co.id, pada Kamis (10/1/2024).

Dia menyebutkan, betapa pentingnya peran Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) diterapkan oleh seluruh pekerja dalam pelaksanaan operasional kerja.

“Menurut catatan saya tidak semua perusahaan punya P2K3 ataupun kalau ada tidak berfungsi efektif,” sebutnya.

Disinilah peletakan dasar P2K3 yang merupakan badan pembantu di tempat kerja yang merupakan wadah kerja sama antara pengusaha dan pekerja untuk mengembangkan kerja sama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (belajar K3).

Dia menjelaskan, seharusnya Pengawas Ketenagakerjaan berperan lebih aktif tidak hanya datang ketemu perusahaan terus pulang, harusnya ketemu serikat pekerja atau serikat buruh (SP/SB) diperusahaan.

“Dan cek langsung kondisi ke tempat kerja disamping efektifitas peran P2K3 harus lebih aktif dan di dalam tim harus melibatkan serikat pekerja di perusahaan tersebut,” jelasnya.

Baru-baru ini, mengutip situs resmi Antam Jumat (19/1/2024) bahwa PT Aneka Tambang Tbk., (Antam), mencatat keberhasilannya dalam mencapai K3 yang positif tahun 2023 dengan mencapai nihil kematian.

Dari dasar itu, Antam menargetkan pada tahun 2024 ini untuk mencapai zero fatality dengan menerapkan komitmen perusahaan terhadap prinsip K3 dan Keselamatan Operasional. Antam juga terus berupaya meningkatkan budaya K3 di seluruh wilayah operasional untuk menciptakan kegiatan operasional yang aman, efisien, dan produktif.

Direktur Operasi dan Produksi Antam, Hartono, mengatakan, perusahaan menyadari bahwa K3 merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

“Berbagai upaya pengelolaan K3 dilakukan perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh Insan Antam. Hal ini juga menerapkan praktik penambangan yang baik dan keunggulan operasional di perusahaan,” katanya.

Hal ini, menurutnya, sejalan dengan pelaksanaan Bulan K3 Nasional tahun 2024, program kerja K3 di seluruh wilayah operasional sejalan dengan target tercapainya nihil fatalitas pada tahun 2024.

Perusahaanpun terus meningkatkan budaya keselamatan dengan meningkatkan Human Capabilities pegawai dengan membentuk safety agent yang telah memiliki sertifikasi Training of Trainer (TOT) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di setiap wilayah operasional.

“Melalui TOT ini, diharapkan para safety agent dapat memberikan pelatihan Basic Safety kepada seluruh pekerja khususnya kontraktor di wilayah operasional perusahaan,” ujarnya.

Dia memaparkan, perusahaan terus mengembangkan aplikasi digital mobile safety supersafe yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan mulai dari menindaklanjuti tindakan dan kondisi yang tidak aman untuk mencegah insiden yang lebih tinggi.

Melalui aplikasi ini, para pekerja juga mengisi Fit Declare untuk memastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat sebelum mulai bekerja. Upaya ini dilakukan sebagai salah satu upaya perseroan dalam menjalankan keunggulan operasional dan penerapan K3 di seluruh wilayah operasional Antam.

Antam pada bulan K3 tahun 2024 akan melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati bulan K3 sesuai dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia nomor 244 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Nasional.

Bulan K3 Tahun 2024 dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Pedoman Penerapan Bulan K3 Pertambangan Nasional Tahun 2024.

Kegiatan Antam dalam perayaan Bulan K3 Tahun 2024, diantaranya upacara Bulan K3, pemberian safety award, pembentukan tim investigasi, sharing ilmu terkait K3, kampanye K3, pameran keselamatan pertambangan, kompetisi keselamatan, edukasi dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Dengan mengusung tema “Budidayakan K3 Sehat dan Aman dalam Bekerja”, sekaligus melaksanakan beberapa kegiatan seperti safety patrol, uji keselamatan operasional.

“Pelaporan keselamatan online, pencegahan kelelahan, update manajemen risiko, dan kegiatan terkait lainnya,” pungkasnya. (Shiddiq)