Beranda Korporasi Korporasi Jepang Incar Potensi Investasi Nikel dan Kobalt di Indonesia

Korporasi Jepang Incar Potensi Investasi Nikel dan Kobalt di Indonesia

804
0
Ilustrasi kobalt. (Freepik.com)

NIKEL.CO.ID, 18 JULI 2023- Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) membahas potensi investasi pengembangan mineral nikel dan kobalt bersama sejumlah korporasi energi Jepang.

Pertemuan dilakukan di Aula Sarulla Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (17/7/2023).

Plt Ditjen Minerba Muhammad Wafid mengatakan pertemuan selama dua jam itu lebih banyak untuk bertukar informasi.

Ditjen Minerba, Wafid menambahkan, mempresentasikan cadangan nikel dalam negeri, sementara delegasi perusahaan Jepang memaparkan rencana mereka untuk memperkuat pengembangan baterai ke kendaraan listrik sebagai upaya untuk mencapai net zero emissions 2060.

“Mereka tanya nikel dan kobalt. Tadi Pak Menteri mengarahkan Jepang masuk untuk sepeda motor listrik, spesifik saja,” kata Wafid di Kementerian ESDM.

Dia menjelaskan, pertemuan bilateral saat itu belum membahas kelanjutan rencana investasi di sektor hulu dan hilir.  Dirinya menyampaikan, kobalt merupakan mineral olahan bijih nikel kadar rendah yang dihasilkan dari smelter hidrometalurgi High Pressure Acid Leach Leaching (HPAL).

Melalui smelter HPAL, nikel kadar rendah diolah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP) atau mixed sulfide precipitate (MSP) sebagai bahan baku prekursor dan katoda baterai kendaraan listrik. 

“Pembicaraannya tidak spesifik, itu hanya percakapan awal,” kata Wafid.

Negeri Matahari Terbit kerap menjalin hubungan investasi untuk pengembangan energi baru dan terbarukan dengan Pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah pengembangan green hydrogen dan green ammonia antara PT Pertamina Power Indonesia (Pertamina EBT) dengan Tokyo Electric Power Company Holdings, Incorporated (TEPCO HD).

Kedua perusahaan energi menandatangani nota kesepahaman pada Jumat, 3 Maret. Nota kesepahaman ini mencakup pelaksanaan survei verifikasi, pemilihan bersama area produksi hidrogen, identifikasi segmen pasar, dan pengembangan pasar. Melalui kesepakatan studi bersama ini, keduanya akan mengembangkan hidrogen dan amonia hijau dengan biaya yang efisien.

Pada tahap komersialisasi, target prioritas yang dibidik oleh keduanya adalah pasar domestik Indonesia, dan dalam jangka menengah panjang akan memperluas pasar ekspor ke Jepang.

Penandatanganan dilakukan oleh Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro dan Executive Vice President & Chief Innovation Officer (CIO) TEPCO HD, Chikara Kojima. Nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan studi bersama antara keduanya pada 18 Oktober 2022 di Bali. (Lili Handayani)