Beranda Berita Nasional Menko Marves Sebut SPBE adalah Digitalisasi dari Pilar Ekonomi Indonesia

Menko Marves Sebut SPBE adalah Digitalisasi dari Pilar Ekonomi Indonesia

548
0

NIKEL.CO.ID, 24 MARET 2023 – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan mengatakan, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah inovasi digitalisasi yang merupakan salah satu pilar ekonomi Indonesia.

Menko Marves Luhut B. Panjaitan menyebutkan, Indonesia memiliki empat pilar ekonomi, yaitu hilirisasi, digitalisasi, dana desa, dan harga komoditi. 

Terkait digitalisasi, dia mengatakan, “Digitalisasi itu sangat penting. Nah, ini saya minta kita integrasikan semua. Kita semua ayo bantu ramai-ramai 7 kementerian/lembaga di tempat saya bilang semua harus jadi satu, yaitu SIMBARA kita bikin yang menangani batu bara sekarang, kita masukan nanti itu kelapa sawit, kita masukin juga pelabuhan,” kata Luhut B. Pandjaitan dalam acara SPBE Summit 2023 di Jakarta baru-baru ini di Jakarta. 

Luhut menjelaskan bahwa dari efisiensi yang dilakukan pemerintah selama ini, berhasil menerima setoran pajak sebesar 48,6% dari sistem yang terintegrasi.

“Ini yang kita bangun itu ekosistem sehingga akan mengurangi korupsi, akan membuat efisiensi. Akan juga membuat inovasi- inovasi dari anak-anak muda Indonesia,” jelasnya.

Ia memaparkan, SPBE merupakan kunci pelayanan yang cepat dan tepat yang menyederhanakan berbagai pelayanan menjadi mudah. Sehingga sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan masyarakat maupun pelaku usaha yaitu melalui e-katalog. 

“Saya juga percaya di antara Anda sekalian itu bisa melakukan itu. Sekarang digitalisasi yang jalan. Anda lihat sekarang e-katalog itu ada 105 miliar dollar atau 1.600 triliun rupiah yang selama ini kita impor hampir 90%,” paparnya. 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa semua produk atau transaksi jual beli barang maupun perizinan dan pembayaran lainnya harus sudah dimasukkan di e-katalog. 

“Sekarang bertahap mulai dari tahun lalu, itu sudah mulai kita masukan e-katalog, itu sudah 400 triliun rupiah tahun lalu. Tahun ini Presiden memberikan instruksi kemarin di Senayan itu 90% kita harus capai tahun ini dan itu bisa,” lanjutnya.

Luhut menegaskan, SPBE harus menciptakan layanan yang bersifat citizen centriC yang memudahkan kepentingan masyarakat. Sehingga perlu adanya standarisasi data dan interoperabilitas penuh antar semua aplikasi baik intra maupun antar K/L untuk memastikan SPBE seluruhnya dapat berjalan secara terintegrasi. Luhut meminta kepada semua pihak untuk dapat bersama-sama melaksanakan pelayanan publik yang terintegrasi dengan SPBE. 

“Saya minta teman-teman menteri yang hadir di sini, ayo kita sama- sama menyatukan kita punya pekerjaan ini,” harapnya.

Ia juga meyakini bahwa pilar kedua ekonomi yang diusung dalam program digitalisasi akan meningkatkan perbaikan ekonomi bangsa dan negara ke depannya. (Shiddiq)