Terdapat Perbedaan Data Impor Bijih Nikel Indonesia-China

NIKEL.CO.ID – Indonesia tetap menjadi pemasok bijih nikel terbesar kedua di China pada tahun 2020. Berdasarkan data yang diterbitkan bea cukai China bijih nikel Indonesia yang masuk ke China mencapai 3,4 juta ton pada tahun 2020.

Data yang dirilis Administrasi Umum Bea Cukai (General Administration of Customs) Rabu (20/1) menempatkan Indonesia dibawah Filipina. Posisi ketiga ditempati Kaledonia Baru.

Reuters mengutip data itu menyebutkan pada Januari-Februari 2020 pengiriman dari Indonesia mencapai 1,98 juta ton. Diduga ini adalah kargo terakhir yang berangkat dari Indonesia sebelum larangan diberlakukan pada 1 Januari 2020.

Meskipun sudah diberlakukan larangan, data tersebut menunjukkan masih adanya aliran impor bijih nikel Indonesia setiap bulan berikutnya sepanjang tahun lalu, termasuk 78.245 ton pada bulan Desember.

Data dari Indonesia menunjukkan nol ekspor bijih nikel ke China untuk Januari hingga November. Reuters tidak menyebutkan data Indonesia yang dikutipnya. Alasan pemerintah Indonesia melarang ekspor bijih nikel untuk mendorong pemrosesan bijih dalam negeri.

Menurut sejumlah analis, mengapa masih ada perbedaan data itu, bisa jadi karena material yang diekspor ke China sebagai bijih besi tapi sebenarnya bijih nikel.

Pengiriman ini biasanya terdiri dari bijih yang memiliki sekitar 1% kandungan nikel dan lebih dari 50% besi, begitu juga bijih besi sejauh menyangkut pemerintah Indonesia, kata analis CRU Ellie Wang.

Beberapa perusahaan baja tahan karat di China kemudian menyatakannya sebagai bijih nikel di bea cukai, tambahnya.

“Mereka dapat mencampur bijih dengan kualitas lain, kemudian menghasilkan pig iron nikel kualitas rendah,” yang digunakan untuk membuat baja tahan karat, kata Wang.

Analis BMO Colin Hamilton sependapat bahwa pengaturan seperti itu “pasti merupakan solusi potensial” mengingat harga bijih besi yang tinggi.

“Kami dulu selalu menambahkan beberapa bijih nikel yang dilaporkan ke nomor impor bijih besi setahun penuh – terutama dari Filipina tetapi kemungkinan besar juga dari Indonesia,” tambahnya.

Pada tahun 2020, impor nikel pig iron China dari Indonesia yang masih bisa diekspor naik 100,9% year-on-year menjadi 2,73 juta ton.

Sumber: gatra.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.