Tembaga London Melorot, Terbebani Penguatan Dolar, Nikel Anjlok 2 Persen

NIKEL.CO.ID – Harga tembaga London melemah, Rabu, karena dolar yang lebih kuat-di tengah kekhawatiran seputar meningkatnya kasus Covid-19 secara global-mengurangi daya tarik logam tersebut.

Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange turun 0,6% menjadi USD9.277 per ton pada pukul 13.06 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Hanoi, Rabu (21/7/2021).

Kontrak tembaga Agustus yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange mengikuti kenaikan di bursa berjangka London, menguat 0,2% menjadi 68.030 yuan (USD10.505,75) per ton.

Dolar bertahan di dekat level tertinggi (year-to-date) terbaru, karena kekhawatiran seputar lonjakan infeksi menopang kenaikan yang dibangun di atas ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, dengan investor menunggu Bank Sentral Eropa untuk isyarat mereka berikutnya.

Dolar yang kuat membuat logam yang dihargakan dalam  greenback  menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun, ketika harga tembaga jatuh di bawah tekanan dolar, minat beli di sektor hilir China muncul karena biaya yang lebih murah untuk membeli logam tersebut, sehingga mencegah harga dari penurunan tajam, kata Huatai Futures dalam sebuah catatan.

Premi tembaga Yangshan naik menjadi USD40 per ton, level tertinggi sejak 7 Mei, menunjukkan penguatan permintaan logam impor ke China.

Nikel LME anjlok 2% menjadi USD18.310 per ton, aluminium merosot 1,2% menjadi USD2.435,50 per ton dan timah turun 0,9% menjadi USD33.200 per ton.

Nikel ShFE menyusut 1,6% menjadi 136.670 yuan per ton dan seng melorot 1,5% menjadi 22.150 yuan per ton. Timbal melonjak 1,3% menjadi 15.820 yuan per ton.

Pasar seng global kekurangan pasokan sebesar 17.900 ton pada Mei menyusul defisit 13.800 ton pada bulan sebelumnya, data dari Kelompok Studi Timbal dan Seng Internasional menunjukkan.

Sumber: IPOTNEWS