APNI Dorong Optimalisasi – Implementasi Tata Kelola Nikel Dalam Rangka Mendukung Industri Hilir Nikel, Stainless Steel & Baterai

NIKEL.CO.ID – Berdasarkan data APNI industry hilir khusus nikel yang akan dibangun baik smelter pirometalurgy dan hydrometallurgy sebanyak 98 perusahaan, terdiri dari 25 pabrik yang sudah produksi, 41 perusahaan yang sedang melakukan konstruksi dan 32 perusahaan yang sedang berproses perijinan.

Dari data industri hilir nikel ini kebutuhan bahan baku bijih nikel akan terkonsumsi sebesar 255 juta ton per tahun, jika data cadangan terukur bijih nikel hanya 4,6 milyar ton, maka industry hilir nikel hanya bisa bertahan maksimal 18 tahun, itupun dengan kondisi bijih nikel kadar tinggi (diatas 1.6%) hanya 1.7 milyar ton, jika industry pirometalurgy hanya menggunakan bijih nikel kadar tinggi maka umur pabrik ini hanya bertahan 7 thn.

Maka dengan ini APNI mendukung pemerintah untuk melakukan pembatasan smelter kelas 2 (NPI/FeNi),

Tetapi tetap mengundang investor untuk berinvestasi ke end produk nikel seperti stainless steel, baterai dan electric vehicle.

 

Dalam hal ini juga kami merekomendasikan pemerintah untuk membatasi eksport produk kelas 2 (NPI/FeNi) minimal 30-50% untuk local, sehingga pabrik dalam negeri seperti Krakatau Steel untuk bisa memproduksi olahan nikel yaitu STAINLESS STEEL atau olahan logam lainnya sehingga pabrik Indonesia bisa bersaing untuk industri logam dunia.

Dalam mendukung industry HILIR nikel, diperlukan ekosistem yang terarah dari HULU ke HILIR, terutama dalam rantai pasok bahan baku dan tata Kelola niaga transaksi bijih nikel yang sesuai dengan aturan/regulasi yang sudah diatur dalam Permen ESDM No 11/2020, Saat ini masih banyak transaksi bijih nikel yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,

&

Pada tanggal 13 agustus 2020 di keluarkan Kepmenko 108/2020, Tentang Tim Satgas HPM, capaian kerja TIM SATGAS HPM:

    1. 89% (65) perusahaan telah mematuhi HPM
    2. Telah dikeluarkannya Surat Peringatan: Surat Ketua Pelaksana Tim Kerja Pengawasan Pelaksanaan Harga Patokan Mineral Nikel No.102/Deputi 6/Marves/VIII/2020 tanggal 31 Agustus 2020 hal Peringatan Tertulis
    3. Telah dikeluarkannya Maklumat Penegakan Hukum HPM: Surat Ketua Pelaksana Tim Kerja Pengawasan Pelaksanaan Harga Patokan Mineral Nikel No.116/Deputi 6/Marves/IX/2020 tanggal 28 September 2020 hal Maklumat Penegakan Hukum Atas Permen ESDM No.11/2020
    4. Pengusulan sanksi pembekuan tax holiday dalam revisi PMK No.130/2020

Masukan dan Harapan APNI:

Dalam rangka mendukung industri hilir nikel untuk mendorong industry stainless steel dan batterai dalan negeri:

  1. Semakin bertambahnya perusahaan smelter & HPAL yang beroperasi, maka untuk menjaga ketersediaan cadangan dan optimalisasi bijih nikel kadar rendah, diperlukan pembatasan kadar bijih nikel yang diizinkan untuk diperjual-belikan;
  2. Dilakukan kegiatan EKSPLORASI DETAIL untuk seluruh wilayah pertambangan, sehingga di dapatkan data SUMBER DAYA & CADANGAN Nikel dan mineral pendukung lainnya yang akurat untuk menunjang kebutuhan bahan baku smelter & HPAL yang semakin banyak berdiri di Indonesia;
  3. Harga Bijih Nikel yang diterapkan sesuai dengan HPM yang tertuang dalam Permen 11/2020, melalui KePmen yang diterbitkan setiap bulan oleh Menteri ESDM dan Dioptimalkan kerja-kerja Satgas HPM dalam pengawasan transaksi bijih nikel di lapangan;
  4. Untuk menghindari monopoli, disarankan kepada smelter untuk menggunakan surveyor independent terdaftar SECARA MERATA kepada seluruh surveyor terdaftar, agar hasil analisa lebih cepat dapat diperoleh.;
  5. Kebutuhan akan bijih nikel untuk HPAL dengan syarat spesifikasi yang ditentukan oleh pabrik, di khawatirkan tidak akan terakomodir maksimal oleh penambang, dikarenakan syarat MGO. Kondisi yang sama saat ini untuk kebutuhan PIROMETALURGI kebutuhan akan saprolite bijih nikel kadar yang tinggi yaitu diatas 1.8% dengan syarat SiO/MgO maksimum 2,5;
  6. Optimalisasi pabrik hilir nikel dengan pembatasan investasi baru, dan mendukung investasi yang sudah berjalan di Indonesia;
  7. Mengangkat Indonesia dalam kancah industry logam dunia, dengan memacu pabrik dalam negeri untuk industry end produk.

TERIMA KASIH

Read More

Asosiasi Profesi Metalurgi Resmi Dibentuk

NIKEL.CO.ID – Satu lagi organisasi profesi di sektor pertambangan terbentuk, Asosiasi Profesi Metalurgi Indonesia (APMI). APMI akan menjadi wadah pemersatu para profesional yang berkiprah di sektor metalurgi. Kehadirannya juga dirasa pada saat yang tepat ketika Pemerintah tengah mendorong hilirisasi atas produk tambang mineral dan batubara.

APMI resmi dibentuk dalam sebuah acara deklarasi yang dilaksanakan secara virtual pada Sabtu (19/12). Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Formatur Helminton Sitanggang menjelaskan proses terbentuknya APMI. Dikisahkan wadah ini telah diinisiasi pada tahun 2018 oleh para alumni metalurgi ITB. Mereka  terpanggil untuk mendukung semangat hilirisasi mineral dan batu bara yang digalakkan pemerintah.

Inisiasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan jajak pendapat dan diskusi dikalangan professional, perguruan tinggi, juga dari mahasiswa dibidang keilmuan metalurgi. Hasil survey menunjukan animo yang besar untuk membentuk wadah ini. Kemudian sebagai dasar maka disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART). Juga melakukan sosialisasi rencana deklarasi pembentukan APMI kepada para pemangku kepentingan. Sampai akhirnya deklarasi APMI berhasil dilaksanakan.

Hadir dalam acara tersebut Staf Khusus ESDM Prof. Irwandy Arif yang mewakili Menteri ESDM Arifin Tasrif. Juga Menteri Pertahanan yang diwakili Direktur Teknologi dan Industri Pertahanan Laksamana Pertama TNI Sri Yanto. Hadir juga Dirjen Minerba Ridwan Djamaludin, Kepala BPPI Kemenperin Doddy Rahadi, dan Dirjen Ilmate Kemenperin yang diwakil Direktur Industri Logam Budi Susanto.

Dukungan juga diberikan oleh pihak perguruan tinggi. Diantaranya  disampaikan Prof. Syoni Soepriyanto dan Dr. Zulfiadi Zulhan lewat orasi ilmiah. Zulfiadi dalam orasinya menyebutkan bahwa banyak tantangan dalam menjalan hilirisasi mineral logam dalam negeri. Satu diantaranya adalah penguasaan teknologi. Teknologi berperan penting dalam kesuksesan hilirisasi sehingga diharapkan asosiasi ini bisa membantu pemerintah dalam mempercepat penguasaan teknologi.

Banyak harapan ditujukan pada APMI seiring dengan gencarnya pemerintah mendorong hilirisasi atas produk tambang. APMI diharapkan bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan pengembangan hilirisasi mineral logam di dalam negeri dari industri hulu pertambangan hingga ke industri logam dan turunannya termasuk industri pertahanan nasional

APMI juga diharapkan mampu meningkatkan kompetensi SDM dan menjadi wadah jejaring profesionalitas untuk manggapai daya saing bangsa di bidang keilmuan metalurgi.

Di kesempatan ini juga diumumkan Ketua dan Sekjen APMI periode 2021-2023 yakni Bouman T Situmorang dan Muhammad Hanafi.  Bouman dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk bergabung dalam APMI dan memberi masukan kepada pengurus untuk program dan kegiatan APMI ke depan. Sehingga APMI dapat memberikan sumbangan nyata untuk perkembangan industri metalurgi di Indonesia.

Sumber: tambang.co.id

Read More