Smelter Nikel Dibakar, CEO IMIP Khawatir Investor Kabur

NIKEL.CO.ID – Smelter nikel milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Senin (14/12/2020) lalu diamuk massa, bahkan sejumlah fasilitas dan kendaraan maupun alat berat dibakar.

Hal itu terjadi saat pekerja smelter melakukan aksi unjuk rasa karena menuntut dua hal terkait kejelasan status karyawan yang telah bekerja lebih dari tiga tahun dan kenaikan gaji bagi pekerja yang telah bekerja selama lebih dari satu tahun.

Melihat kejadian ini, pengusaha smelter nikel lainnya pun menyayangkan peristiwa tersebut. Berharap agar kejadian ini tidak berdampak negatif pada iklim investasi Indonesia.

Hal itu disampaikan CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus kepada CNBC Indonesia.

Alex berharap agar kejadian ini tidak menjadi alasan bagi para investor untuk menilai iklim investasi di Indonesia tidak baik.

“Kita tentu sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Semoga kejadian ini tidak menjadi dasar para investor untuk menilai iklim investasi di Indonesia,” tuturnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (16/12/2020).

Pihaknya pun berharap agar pihak aparat dapat segera menyelesaikan persoalan ini, sehingga peristiwa ini tidak menjalar ke pabrik lainnya.

“Aparat harus segera menyelesaikan persoalan yang ada agar peristiwa ini tidak menjalar ke pabrik lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, dia sempat mengungkapkan ada salah satu investor stainless steel asal China yang berencana menutup pabriknya di Indonesia karena investor China tersebut akan membangun pabrik stainless steel di China dengan kapasitas 4 juta metric ton.

“Saya mendengar, mudah-mudahan ini tidak benar, bahwa partner kami akan bangun pabrik stainless steel di Wuhan 4 juta metric ton dengan mengharapkan NPI dari Indonesia, artinya apa? Artinya fasilitas stainless steel di Indonesia ini akan ditutup,” tuturnya dalam sebuah diskusi nikel pada Selasa (14/10/2020).

Namun sayangnya dia enggan menuturkan alasan utama rencana hengkangnya investor asal China tersebut, dan perusahaan mana yang dimaksud.

Menurutnya, bila investor tersebut benar akan hengkang dari Indonesia, maka kebanggaan terhadap industri stainless steel di Tanah Air akan memudar.

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *