Roadmap Industri Baterai Diyakini Bawa Indonesia Jadi Raja Baterai Dunia

NIKEL.CO.ID – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kepemimpinan Erick Thohir menargetkan penggarapan proyek baterai kendaraan listrik di dalam negeri dapat menjadikan Indonesia raja baterai dunia. Proyek itu akan melibatkan Inalum atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), serta PT PLN (Persero).

Guna mewujudkan hal itu, Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik (electric vehicle/EV battery) Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan pihaknya sudah menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan ekosistem industri baterai kendaraan listrik hingga 2027 mendatang.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menyatakan bahwa peta jalan itu sebagai langkah yang bagus dalam mengembangkan ekosistem industri baterai kelas dunia, mengingat Indonesia memiliki cadangan bahan baku nikel yang cukup besar sebagai salah satu bahan baku utamanya.

“Saya kira ini adalah salah satu hal yang bagus dan langkah strategis yang harus dilakukan ke depannya, termasuk oleh BUMN dimana setahu saya Pertamina, PLN, Inalum sudah mempersiapkan juga sudah bekerja sama dalam suatu konsorsium dalam rangka industri baterai ini kedepannya,” ujar Mamit, Selasa, (9/02/2021).

Mamit optimis terhadap mimpi besar itu bukan hal yang mustahil terlaksana, tinggal bagaimana implementasi dan pelaksanaan dari roadmap itu sendiri, sehingga bisa tercapai dan terealisasi ke depan.

“Bukan hal yang mustahil kalau mimpi itu bisa tercapai dan dibandingkan dengan negara lain, keuntungan dari sumber daya ini saya kira bukan hal yang mustahil dan mengada-ada,” ungkapnya.

Mamit menambahkan apalagi ada upaya dari Kementerian BUMN mendekati sejumlah perusahaan asing pemain utama baterai dan mobil listrik kelas dunia untuk berinvestasi. Ini dilakukan untuk mewujudkan impian memproduksi kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir di Tanah Air.

“Apalagi kalau tidak salah pemerintah rencana akan mengundang LG, untuk berinvestasi bahkan Tesla pun katanya berminat untuk melakukan investasi di Indonesia untuk kendaraan listrik, terutama untuk baterai,” beber Mamit.

Dengan begitu, jika perusahaan-perusahaan luar negeri itu jadi menanamkan modalnya, kata Mamit maka perlu ada penguatan pelibatan terhadap perusahaan BUMN agar berperan secara signifikan didalamnya.

“Jadi saya kira, peran BUMN pun harus kita kuatkan jangan hanya kita mengundang investor dari luar tapi ternyata BUMN kita tidak punya peran yang cukup signifikan, jadi harapan saya tetap profesional jika memang BUMN kita mampu, harus disupport, selama memang itu bisa membantu dan kemampuan mereka ada,” terangnya.

Bahkan lanjut Mamit, kedepan tidak hanya memproduksi baterai saja, melainkan dapat memproduksi kendaraan listrik sendiri dengan merek lokal buatan dalam negeri.

“Harapannya saya pun kedepan di samping jadi raja baterai, tetapi bagaimana kita juga bisa mengembangkan industri listriknya sendiri disini dan bisa menjadi lebih besar lagi dan bukan hanya merek-merek luar, mungkin kedepan harusnya merek-merek lokal bisa berpartisipasi dalam kendaraan listrik terutama BUMN,” tuntasnya.

Sumber: beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *