Presiden Jokowi Tegaskan, Kunci Kemajuan Ekonomi Indonesia adalah Hilirisasi

337

NIKEL.CO.ID, 11 Oktober 2022 – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa kunci kemajuan dan lompatan atau tidaknya ekonomi bangsa dan negara Indonesia terletak pada hilirisasi. Dengan keberhasilan larangan ekspor bijih nikel dan melakukan hilirisasi industri nikel, Indonesia berhasil meningkatkan pendapatan keuangan negara sebesar Rp360 triliun.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Jokowi saat membuka acara Investor Daily Summitt 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) hari ini, Selasa (11/10/2022).

“Hilirisasi ini menjadi kunci (ekonomi) kita maju atau melompat atau tidak ada disitu,” ucap Presiden Jokowi saat membuka acara tersebut yang diikuti Nikel.co.id di JCC Senayan, Jakarta.

Hilirisasi merupakan suatu strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki. Dengan adanya hilirisasi, ke depan komoditas yang diekspor bukan lagi berupa bahan baku, tetapi berupa barang setengah jadi atau barang jadi.

Menurut Presiden Jokowi, atas keberhasilan larangan ekspor bijih nikel dan memfokuskan pada industri hilirisasi nikel akan berlanjut pada kebijakan larangan bahan tambang mineral lainnya.

“Sehingga setelah nikel (di) setop. Setelah dua tahun lagi aspal setop, setop timah, setop bauksit, setop tembaga,” ujarnya.

Presiden Jokowi menjelaskan, dengan larangan ekspor bahan tambang mentah seperti nikel atau melakukan kebijakan hilirisasi industri pertambangan, maka akan ada nilai tambah dari komoditi turunannya. Sehingga bangsa dan negara akan menikmati hasil pendapatan yang sangat besar.

“Karena pajak, royalti, deviden semuanya akan masuk kedalam negeri, tidak (akan) menikmati orang (di) luar kita,” jelasnya.

Presiden Jokowi menggambarkan, seperti PT Freeport yang dulunya Indonesia hanya memiliki saham perusahaan itu sebesar 9%, sehingga hanya mendapatkan deviden sebanyak sembilan persen. Namun setelah Indonesia menguasai saham PT Freeport sebesar 51%, maka pendapatan negara bertambah besar menjadi 70%.

“Setelah kita ambil alih sahamnya (PT Freeport) 51%, kita dapat pajak, deviden, royalti, biaya ekspor, penerimaan negara bukan pajak. Saya suruh ngitung berapa jumlahnya, 70% dari pendapatan yang ada di Freeport. Artinya benar-benar dapat betul,” cetusnya.

Menurut Presiden Jokowi, apabila bangsa dan negara Indonesia dapat konsisten untuk melakukan hilirisasi industri pertambangan dan kompak, maka Indonesia akan selamat dari gejolak ekonomi global dan ekonomi Indonesia akan tetap sehat.

“Kalau ini kita konsisten lakukan, apa yang sering kita dengar ketidak pastian. Kemudian pagi tadi saya mendapatkan informasi dari pertemuan di Washington DC (sebanyak) 28 negara sudah antri di markasnya IMF (International Monetary Fund) menjadi pasien,” tuturnya.

Untuk itu, Presiden Jokowi menghimbau agar bangsa dan negara tetap optimis dan juga harus waspada dan berhati-hati dalam menyikapi dan menjalani usaha dan bisnisnya.

“Ini yang sekali lagi kita tetap menjaga optimisme tetapi yang lebih penting, hati-hati dan waspada, iling lan waspodo,” tutup Presiden Jokowi. (Shiddiq)