Jangan Lengah! Kaya SDA belum Tentu Negara Itu Sukses

181
Prof. Mohammad Ikhsan

NIKEL.CO.ID, 13 Oktober 2022-Profesor Mohammad Ikhsan mengatakan, proses hilirisasi merupakan sejarah yang panjang dalam peradaban manusia. Banyak yang berhasil, sebaliknya banyak juga yang gagal.

“Yang menarik, yang gagal itu memiliki ciri-ciri  yang mirip dengan kondisi di Indonesia. Sementara yang berhasil justru negara-negara yang tidak terlalu banyak memiliki sumber daya alam,” kata Prof. Mohammad Ikhsan, sebagai moderator diskusi Investing in Downstream Industries di JCC, Rabu (12/10/2022).

Sebagai akademisi, Prof. Mohammad Ikhsan melihat gambaran hilirisasi nikel yang saat ini sedang dibumikan Pemerintah Indonesia melalui hipotesis. Indonesia memiliki kandungan dan cadangan nikel terbesar di dunia. Namun, baru beberapa tahun belakangan ini industri hilir pengolahan nikel mulai masif berkembang di Indonesia.

“Hipotesisnya, apakah hilirisasi selalu membantu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Boleh kita simpulkan bahwa sumber kekayaan alam itu penting, namun bukan merupakan salah satu syarat yang paling utama,” jelas salah satu Guru Besar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini.

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Ekonomi ini mengaku membaca salah satu buku Ekonom Tiongkok,  Justin Yifu Lin. Dalam buku mantan perwira militer Taiwan yang akhirnya bergabung ke Tiongkok daratan pada 1979, ini disebutkan ada 6 faktor yang menjadi proses keberhasilan hilirisasi.

Faktor pertama, negara yang mempunyai sumber daya alam tentu mempunyai peluang lebih besar untuk sukses. Kedua, proses huluniasi harus didukung oleh kebijakan makro dan kondisi politik yang stabil. Ketiga, hilirisasi tidak akan berhasil jika tidak ada ekosistem yang komplet.

Keempat, disampaikan Prof. Mohammad Ikhsan, kita harus pintar membuat kebijakan, di antara semua ekosistem itu tidak semuanya diambil untuk diolah dihilir. Kelima, proses hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah tidak bisa disamaratakan untuk semua produk komoditas.Kemudian keenam, kesuksesan hilirisasi perlu didukung dari sisi logistik.

Menurut mantan Staf Ahli Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla ini, untuk mencapai keberhasilan hilirisasi membutuhkan proses panjang. Setidaknya seperti yang disebutkan dalam buku Justin Yifu Lin. (Syarif)