
NIKEL.CO.ID, JAKARTA —APNI Golf Tournament 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga ruang untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan sektor pertambangan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para pelaku industri untuk membahas berbagai dinamika yang tengah dihadapi sektor pertambangan.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, di sela-sela turnamen golf yang digelar Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) di Damai Indah Golf Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

“APNI Golf Tournament 2026 ini memang memungkinkan untuk kumpul, ada olahraganya, ada silaturahminya pasti. Terus juga ada diskusi-diskusinya. Karena, memang asosiasi senantiasa harus terus merespons, adaptif terhadap perkembangan keadaan, khususnya di bidang pertambangan,” ujar Sugeng kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id) di sela kegiatan, Sabtu (22/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPR RI dua periode ini, 2019-2024 dan 2024-2029, menyebutkan sejumlah hal yang menjadi bahan perbincangan secara santai dan lugas, mulai dari kebijakan pemerintah di bidang pertambangan, regulasi, kondisi pasar, hingga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Pembahasan juga mencakup strategi pembangunan yang lebih luas serta posisi sektor pertambangan di dalamnya.

“Ya, diskusi-diskusinya tentang bagaimana kebijakan, baik kebijakan pemerintah di bidang pertambangan misalnya. Jadi, tadi bicara tentang regulasi, bicara tentang market, pasar, tentang supply and demand, bicara juga tentang strategi pembangunan lebih luas dan di mana peran mining kita,” tutur suami dari Amelia Anggraini itu.
Menurut dia, sektor pertambangan tidak dapat berdiri sendiri karena terdapat berbagai unsur yang saling berkaitan dalam ekosistemnya. Karena itu, penataan regulasi dan ekosistem menjadi penting agar aktivitas pertambangan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat yang lebih luas.

Ia juga menyinggung konflik dan perang sebagai persoalan eksternal yang turut mengganggu mata rantai ekosistem pertambangan. Di tengah kondisi itu, pengelolaan sumber daya alam perlu diarahkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai amanat konstitusi.
“Bumi, air, kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Saya kira kita semuanya sepakat untuk itu,” ujarnya.

Oleh sebab itu, menurut politisi Partai Nasdem itu, penataan ekosistem menjadi penting agar berbagai unsur dalam sektor pertambangan dapat berjalan secara selaras. Kondisi tersebut diperlukan agar aktivitas pertambangan dapat berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Saya kira ini merupakan suatu bagian dari sektor pertambangan. Semuanya dalam satu kesatuan. Karena, ini tidak berdiri sendiri. Di situ juga ada regulasi, di situ juga ada namanya ekosistem. Dengan ekosistem yang tertata dengan baik, maka semuanya lancar dan semuanya mendapatkan kemanfaatan yang sebesar-besarnya,” pungkasnya. (Tubagus)











































