Beranda Nikel Penurunan Harga Nikel Terbatas karena Dukungan Makro yang Kuat

Penurunan Harga Nikel Terbatas karena Dukungan Makro yang Kuat

1950
0
Update INPI
Update INPI 27 Mei 2024. Dok: APNI.

NIKEL.CO.ID, JAKARTA–Mayoritas harga untuk komoditas nikel stagnan. Pada 27 Mei, Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mengeluarkan rilis Indonesia Nickel Price Index (INPI) untuk komoditas bijih nikel dan nickel pig iron (NPI) dengan transaksi CIF dan FOB. 

Kandungan bijih nikel 1,2% dengan transaksi CIF berada di kisaran US$22,7–26,7/dmt dengan rerata US$24,7/dmt atau stagnan sejak 13 Mei 2024. 

Bijih nikel dengan transaksi CIF kandungan 1,6% berada di kisaran US$39,6–46,9/dmt dengan rerata US$43,25/dmt atau stagnan sejak 13 Mei 2024. 

NPI dengan transaksi FOB mengalami kenaikan pada 27 Mei 2024. NPI berada pada kisaran US$117,9–117,9/dmt dengan rerata US$117,9/dmt atau naik US$0,6/dmt jika dibandingkan harga pada 20 Mei 2024.

Dilansir dari Shanghai Metals Market, dari perspektif makro, kejadian Presiden Iran Raisi terbunuh dalam sebuah kecelakaan helikopter di awal minggu menyebabkan kenaikan secara umum di sektor logam non-besi di tengah gejolak yang terjadi di Timur Tengah. 

Inflasi AS di bulan April mengakhiri rebound selama tiga bulan, data ritel bulan April melemah, dan non-farm payrolls turun sejak bulan Mei, yang semakin memperkuat ekspektasi pasar akan adanya penurunan suku bunga The Fed di tahun ini. 

Setelah pertemuan Fed terakhir mengklarifikasi bahwa penurunan suku bunga akan ditunda, kekhawatiran terbesar pasar tentang kenaikan suku bunga telah hilang. Sementara itu, pelonggaran moneter secara bertahap dimulai, juga berkontribusi pada kenaikan harga logam non-besi. 

Secara keseluruhan, ruang penurunan untuk harga nikel terbatas karena dukungan makro yang kuat. Sedangkan harga nikel yang dilansir dari London Metal Exchange (LME) tembus US$20.310/ton per Senin (27/5/2024). (Aninda)