Beranda April 2024 Kembangkan Bisnis Nikel, Harum Energy Akusisi Saham Blue Sparking Energy

Kembangkan Bisnis Nikel, Harum Energy Akusisi Saham Blue Sparking Energy

1090
0
Kawasan pertambangan. (dok. PT Harum Energy Tbk)
Kawasan pertambangan. (dok. PT Harum Energy Tbk)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA- PT Harum Energy Tbk (HE) sudah mengambil bagian saham PT Blue Sparking Energy (BSE). Pengambilan saham melalui anak perusahannya, PT Tanito Harum Nickel Industry (THN), dilakukan pada 27 Maret 2024 lalu.

Dikutip nikel.co.id melalui laman resmi HE, Selasa (2/4/2024), BSE saat ini sedang mengembangkan proyek _high pressure acid leaching_ (HPAL) yang berlokasi di Indonesia Weda Bay Industrial Park, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Proyek HPAL dari BSE tersebut dirancang untuk memproduksi produk-antara berupa _mixed hydroxide precipitate_ (MHP). Adapun kapasitas yang terpasang tahunan sekitar 67.000 ton (±10%) setara nikel dan sekitar 7.500 ton (±10%) kobalt, termasuk dengan fasilitas dan infrastruktur pendukungnya.

Akuisisi saham BSE tersebut dilakukan melalui konversi atas sebagian pinjaman yang diberikan THN kepada BSE menjadi saham dalam BSE sesuai dengan ketentuan Perjanjian Fasilitas Pinjaman tertanggal 29 September 2023.

“Perseroan telah mengumumkan keterbukaan informasi terkait dengan perjanjian tersebut pada  Oktober 2023,” ujar Direktur Utama HE, Ray A. Gunara, dalam keterbukaan informasi.

Pengambilan saham tersebut dilakukan melalui konversi sebagian pinjaman yang diberikan oleh THN kepada BSE menjadi saham dalam BSE berdasarkan Perjanjian Fasilitas Pinjaman tertanggal 29 September 2023. Perseroan telah mengumumkan keterbukaan informasi terkait fasilitas tersebut pada 2 Oktober 2023. 

“Saat ini, proyek BSE berada dalam tahapan konstruksi dan ditargetkan dapat memulai operasi komersial pada awal 2026,” tambahnya.

Dalam transaksi ini, BSE menerbitkan 1.040.817 lembar saham baru, sebagai pelaksanaan konversi atas jumlah pinjaman sebesar US$206.169.037 atau nilai setara dalam Rupiah menjadi 51% saham dalam modal ditempatkan dan disetor BSE. 

Persentase kepemilikan saham dalam BSE sebelum dan sesudah transaksi tersebut adalah sebagai berikut.

Saat ini proyek BSE berada dalam tahapan konstruksi dan ditargetkan dapat memulai operasi komersial pada awal tahun 2026. Tidak ada dampak material dari transaksi-transaksi di atas terhadap kegiatan operasional, hukum, atau kelangsungan usaha Perseroan. 

Transaksi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk melakukan diversifikasi usaha melalui investasi-investasi di sektor nikel. 

Di samping itu, dari segi keragaman produk, setelah BSE mulai beroperasi secara komersial. Maka Perseroan akan mampu menghasilkan nickel-cobalt hydroxide intermediate product MHP yang diharapkan dapat membuka peluang pasar baru bagi Perseroan serta memberikan nilai tambah yang lebih baik dari produk nikel yang dihasilkan oleh smelter Perseroan saat ini.

Dari segi keuangan, dengan diselesaikannya transaksi pengambilan bagian oleh THN atas saham baru yang diterbitkan oleh BSE seperti diuraikan di atas, maka terhitung dari tanggal 27 Maret 2024, laporan keuangan BSE (termasuk neraca dan laporan laba rugi) sebagai entitas anak akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan konsolidasian Perseroan kedepannya selaku induk perusahaan. 

Dengan demikian, laporan keuangan konsolidasian Perseroan kedepannya akan juga mencerminkan kontribusi kinerja keuangan BSE. (Lili Handayani)