Beranda Asosiasi Pertambangan Full Komitmen Non Konspiratif Cara Raih Profit Tanpa Langgar Aturan

Full Komitmen Non Konspiratif Cara Raih Profit Tanpa Langgar Aturan

510
0

NIKEL.CO.ID, 1 AGUSTUS 2023 – Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Komjen Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna, mengajak peserta International Battery Summit (IBS) 2023 untuk membangun kebersamaan dengan Full Komitmen Non Konspiratif untuk tidak melanggar hukum dalam meraih profit perusahaan. 

Hal ini disampaikan Nanan Soekarna dalam pembukaan IBS 2023 yang diadakan oleh National Battery Research Institute (NBRI) bekerja sama dengan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Queen Mary University of London (QMUL) dan PT Infiniti Energy Indonesia. 

“Mari sama-sama juga kita hindari dampak, efek atau masalah yang timbul karena mengharapkan profit tadi dengan menyalahi aturan,” kata Nanan dalam acara tersebut, di Puri Ratna, Hotel Sahid, diikuti nikel.co.id, Selasa (1/8/2023). 

Menurutnya, akibat yang terjadi karena mencari profit dengan melanggar hukum masih terus terjadi. Seperti penyelewengan, ilegal mining.

“Kemudian hal-hal yang terkait dengan temuan (penyimpangan) pengusaha pemerintah. Jadi harus KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) turun mengatasi kita sekalian,” ujarnya. 

Nanan menekankan kepada para peserta untuk sama-sama membangun kebersamaan dan kolaborasi dengan komitmen yang penuh tanpa konspirasi

“Saya ulangi, mari sama-sama kita membangun kolaborasi yang penuh komitmen. Fully comitmen non conspiratif,” tekannya.

“Karena kalau conspiratif itu tujuannya tercapai tapi ada masalah yang akan timbul sekarang, besok, lusa, yang akan datang, atau kalau kita aman di dunia di akhirat akan dihisab,” sambungnya. 

Dia menegaskan kembali, agar para peserta IBS untuk sama-sama menyepakati membangun komitmen penuh atau fully commitment non conspiracy. 

“Ayo sama-sama kita niatin sehingga summit ini dapat dua, yaitu teknis, teknologinya dan sebagainya. Adanya komitmen kita bersama,” tegasnya. 

Dalam kesempatan ini, Ketum APNI juga berharap, terciptanya clean energy dan net zero emission di tahun 2060. Jangan sampai pertambangannya (mining) mendapat keuntungan (profit) namun Environment Social Governance (ESG) nya tidak dijalankan dan berantakan serta masyarakat tetap hidup melarat.

“Sehingga kita berharap, mari sama-sama summit ini pun tidak hanya membicarakan teknis saja. Jadi bagaimana kita sinergis, kolaborasi, antara upstream, downstream mining sampai produksi, dan clean energy. Ini tidak mudah,” tuturnya. 

Nanan memaparkan, dengan niat bersama dan bersatu maka tujuan pemerintah untuk mencapai clean energy dengan program NZE di tahun 2045 dan 2060 dapat tercapai. 

Jangan sampai mobilnya clean energy tetapi tambang dan smelternya tidak clean dan berantakan. Ini akan menjadi celaka nantinya.

“Mari sama-sama, kita manfaatkan summit ini dengan tambang, tadi teknisnya disahkan, begitu juga dengan teknologinya. Itulah komitmen kita membangun agar sustainable-nya tercapai,” paparnya. 

Dia menguraikan, di pertambangan nikel Indonesia sudah menjadi tanggungjawabnya sebagai Ketum APNI untuk menerapkan good mining practice, dan good mining governance. 

Hal ini memang tidak mudah untuk dilaksanakan. Namun, dia sering mengatakan, persoalan teknis itu sangat mudah atau gampang ditegakkan. Tetapi persoalan non teknis itu yang paling sulit untuk ditegakkan. Karena membutuhkan komitmen bersama yang kuat.

“Saya mengerti kalau semua perusahaan itu selalu profit profit profit. Okelah tapi jangan lupa kita punya negara yang bisa dibangun dengan benar. Dan seperti saya katakan di APNI itu, negara dulu adidaya, PNBP pasti masuk, yang ilegal tidak ada, masyarakat sekitar sejahtera. Lalu pengusahanya profit,” pungkasnya. (Shiddiq) 

Artikulli paraprakBiaya Layanan Pengisian Listrik Cepat Cuma Rp25.000 di SPKLU
Artikulli tjetërINPI Diperjuangkan, Dapat Direalisasikan 2024