Beranda Korporasi Tips Memilih Bahan Bakar High Speed Diesel

Tips Memilih Bahan Bakar High Speed Diesel

2330
0
Direktur PT Triputra Energi Megatara, Juan Davis. Foto: Nikel.co.id

NIKEL.CO.ID, 10 MEI 2023-PT Triputra Energi Megatara (TEM) merupakan brand holder ExxonMobil untuk produk Mobil Diesel Oil B35. Direktur TEM, Juan Davis menguraikan  tips penggunaan bahan bakar untuk mesin diesel.      

PT Triputra Energi Megatara yang didirikan pada 2018 merupakan anak perusahaan dari Triputra Visi Energi, dan menjadi bagian dari Triputra Group yang berfokus pada bisnis energi. TEM mendapat kepercayaan dari ExxonMobil sebagai brand holder dan perpanjangan tangan untuk produk Mobil Diesel Oil B35 di wilayah Kalimantan dan wilayah Indonesia Timur lainnya.

“Saat ini TEM berfokus pada pemenuhan High Speed Diesel kepada para pelanggan hingga ke titik suplai mereka. Kami sadar bahwa kepuasan pelanggan adalah hal krusial untuk kontinuitas bisnis. Oleh karena itu, kami terus berupaya memberikan pelayan servis dan operasional terbaik dengan semangat kolaborasi dan partnership,” tutur Direktur PT Triputra Energi Megatara, Juan Davis kepada nikel.co.id, baru-baru ini.

TEM senantiasa mempertahankan mutu produk diesel yang dipasarkan. Juan menyampaikan tiga tips yang memengaruhi kualitas bahan bakar campuran biodiesel. Pertama, kualitas minyak diesel. Kedua, cara pencampuran. Ketiga, spesifikasi penyimpanan dan penanganannya.

Berlandaskan mandatori B35 yang saat ini diterapkan, ada tiga jenis pencampuran di pasaran, antara lain in-tank blending, in-line blending, serta splash bending. Di antara ketiganya, in-line blending menghasilkan campuran biodiesel yang paling homogen, karena pada in-line blending ada static mixer yang berperan besar pada proses pencampurannya.

Menurutnya, kualitas bahan bakar akan sangat berpengaruh pada mesin, karena itulah TEM tetap mempertahankan mutu untuk menjaga kepercayaan pelanggan.

Juan kembali menyebutkan, ada dua karakteristik bahan bakar yang sangat berpengaruh pada mesin. Pertama, kandungan sulfur yang terdapat pada biodiesel B35 TEM sudah memenuhi standar Euro 4, yakni kurang dari 500 ppm. Sulfur dari pembakaran biodiesel pada suhu tinggi akan menghasilkan asam sulfat yang akan menjadi penyebab terjadinya korosi. Dampak diesel dengan sulfur tinggi, yaitu injector tersumbat, silinder retak, dan filter knalpot atau katalik konverter tersumbat, juga emisi sulfat.

Kedua, cetane number yang tinggi salah satu karakteristik biodiesel B35 TEM. Bahan bakar dengan angka setana tinggi menyala lebih cepat serta melakukan proses pembakaran yang lebih efisien, yang berperan penting dalam meningkatkan tenaga  mesin. Sedangkan angka setana yang rendah akan berdampak pada keterlambatan dalam pembakaran dan terkadang menimbulkan knocking pada mesin.

“TEM sangat menjaga kualitas spesifikasi penyimpanan, mulai dari Singapura hingga ke seluruh Indonesia, dan ExxonMobil menjamin kualitas solarnya (B0) yang terbaik dan tidak terkontaminasi,” ujarnya.

TEM memiliki partnership jangka panjang dengan ExxonMobil sebagai Oil and Gas terkemuka dunia. ExxonMobil juga memberikan komitmen jangka panjang untuk terus bertumbuh di Indonesia dengan investasi besar yang mereka sudah berikan, baik di downstream—salah satunya adalah Exxon membangun Primary Terminal dengan kapasitas 100.000 kilo liter di Kalimantan Timur dan upstream business. (Syarif)