Beranda Berita International Harga Nikel Lemah, Ini Tren Harga FOB dan CIF China

Harga Nikel Lemah, Ini Tren Harga FOB dan CIF China

1410
0
Ilustrasi: Proses barging: Kendaraan truk melakukan aktivitas pengangkutan ore nikel ke kapal tongkang.

NIKEL.CO.ID, 13 April 2023-Harga bijih nikel di pasaran dunia terus mengalami kontraksi tajam dibandingkan di awal Januari 2023, yang sempat tembus di level US$ 30.000 per dry metric ton (dmt). Bursa London Metal Exchange, pada sesi perdagangan Kamis (13/4/2023) pukul 11.00 waktu London menawarkan harga bijih nikel US$ 22.890 per dmt. Terpantau pergeseran penawaran dari pembeli terpaku di angka US$ 23.345 per dmt.

Harga bijih nikel murni yang diperdagangkan LME mengalami rangebound—aksi harga memantul di antara harga tinggi dan harga rendah.  Harga tinggi bertindak sebagai level resistensi utama yang tampaknya tidak dapat menembus ke atas. Sedangkan harga rendah bertindak sebagai level support utama yang tampaknya tidak bisa menembus ke bawah.

Di kawasan Asia Timur, FerroAlloyNet menginformasikan harga bijih nikel kadar rendah (Ni) pada minggu pertama April 2023 basis transaksi Free On Board (FOB) untuk sementara stabil, sementara harga basis Cost Insurance and Freight (CIF) turun. Penurunan harga bijih nikel untuk transaksi CIF akibat ketidakcocokan pasokan dan permintaan di pasar.

Adapaun untuk  Ni 0,9%, aluminium (Al) 5%, harga transaksi utama wilayah China selatan pada awal minggu basis CIF turun menjadi US$ 43-44 per wet metric ton (wmt), kemudian terus turun menjadi US$ 41-42 wmt. Keseluruhan pengapalan Ni 0,9%, Al 5% relatif baik. Namun, bijih nikel kadar Ni 0,9%, Al 7%, karena kadar Ni 0,9%, Al5% menempati ruang penjualan, sulit untuk menutup kesepakatan dalam seminggu, dan berita pasar relatif sepi. 

“Setelah harga jual pemasok diturunkan menjadi US$ 36-37 wmt CIF China, hanya ada transaksi sporadis,” demikian FerroAlloyNet.

Sementara tren harga bijih nikel kadar menengah dan tinggi untuk basis FOB dan CIF, yang menurun hanya Ni kadar menengah. Namun, untuk produk olahan bijih nikel, seperti nikel pig iron (NPI) untuk Ni tinggi terus merosot. Untuk mengendalikan biaya produksi, pabrik NPI di China juga terus menurunkan ekspektasi pembelian bijih nikel. 

Menurut pasar, Ni 1,3% ditransaksikan pada US$30-US$ 31 per wmt basis CIF China. Selain itu, FerroAlloyNet telah mempelajari untuk harga penawaran grade Ni 1,8% telah turun menjadi US$ 80-US$ 81 per wmt basis CIF China.

Kondisi yang terjadi dalam sepekan kemarin pasar domestik sepi, sementara harga FOB dan CIF terbalik. Niat pembelian pemasok tidak kuat, dan harga permintaan lebih rendah dari ekspektasi penambang dan biaya operasi, yang menyebabkan rendahnya niat pengapalan tambang. 

Sempat terjadi penurunan dua kali lipat di sisi penawaran dan permintaan, sehingga sulit untuk menegosiasikan harga pengapalan beberapa tambang nikel pada akhir April. Pada tahap saat ini, kepentingan semua pihak dalam rantai industri belum mencapai keseimbangan, dan sisi penawaran dan permintaan akan terus bermain, serta pasar akan terus sulit untuk beberapa waktu.

Dari sisi armada angkutan laut, dalam sepekan kemarin biaya jasa pengiriman dari Zambales di Filipina ke Lianyungang sebesar US$ 9,5-US$ 10 per wmt, dan pengiriman dari Surigao ke Lianyungang sebesar US$ 12,5-US$ 13 per wmt.

Pada 7 April 2023, stok bijih nikel di pelabuhan utama China sekitar 7,09 juta ton, naik 2,16% dari Jumat lalu. Di antaranya, jumlah bijih nikel kadar rendah sebanyak 3,95 juta ton, dan jumlah bijih nikel kadar sedang dan tinggi sebanyak 3,14 juta ton.

FerroAlloyNet menganalisis, bijih nikel kadar rendah, menengah, dan tinggi diperkirakan masih mengalami penurunan hingga pertengahan April 2023. (Syarif)