Beranda Berita Nasional Deputi Pengawas OJK: OJK Dukung Program Konversi Motor Listrik dengan Skema Pembiayaan 

Deputi Pengawas OJK: OJK Dukung Program Konversi Motor Listrik dengan Skema Pembiayaan 

682
0

NIKEL.CO.Id, 6 April 2023 – Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bambang W. Budiawan mengatakan, OJK turut mendukung program Konversi Motor BBM ke Motor Listrik melalui skema pembiayaan perbankan terhadap kepemilikan kendaraan. 

Hal ini Bambang Budiawan sampaikan dalam pemaparan materi diskusi bertema “Dukungan Layanan, Peluang dan Tantangan Pembiayaan Electric Vehicle dan Konversi Motor BBM” yang diadakan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) Selasa ( 4/4/2023).

Pembiayaan dari sektor jasa keuangan dan perbankan terhadap para peminat kendaraan listrik roda dua dan empat bisa diberikan pembiayaan untuk kebutuhan kepemilikan Electric Vehicle (EV). 

“Lalu bagaimana dengan lembaga pembiayaan ataupun perbankan mereka akan menyediakan skema-skema satu kepemilikan dari kendaraan. Kedua modal kerja atau investasi bagi produsen, support sistem ke depan,” kata Bambang . 

Menurutnya, OJK merupakan badan pengawas keuangan dan juga mendukung produksi dan aktivitas program konversi motor listrik. Selain program bantuan pemerintah dalam konversi motor BBM ke motor listrik juga ada produksi electric vehicle yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam program yang telah ditargetkan secara besar. 

“Dan sangat challenging (menantang) baik itu roda empat dan roda dua,” ujarnya. 

Bambang menjelaskan, program konversi motor BBM ke motor listrik dilatarbelakangi dengan adanya pemanasan global (global warming), dan polusi udara sehingga pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga kualitas udara dan lingkungan tetap bersih.

“Dan mendukung juga produksi ataupun kerja di bidang teknologi seperti ini,” jelasnya. 

Kemudian, program konversi motor BBM dan motor listrik juga dilakukan untuk mendukung hilirisasi nikel yang dipergunakan untuk pembuatan komponen baterai EV. Untuk konversi kendaraan roda empat ke Baterai EV ditargetkan sebanyak 600.000 unit kendaraan diproduksi yang bisa sifting (menyaring) CO2 sebanyak 2,7 ton. Sementara untuk motor listrik empat kali lipat jumlah produksi dari kendaraan roda empat sebanyak 2,4 juta unit dan mampu menyaring sebanyak 1,1 juta ton. 

Dia menegaskan, posisi baterai EV di sektor jasa keuangan dan perbankan pada prinsipnya masuk ke dalam kategori yang dapat diberikan pembiayaan. Seperti pembiayaan pada pabrik-pabrik atau pada pabrik supply product kendaraan.

“Jadi pabrikasi dari mobil-mobil listrik dan motor listrik itu juga masih bisa juga mendanai ataupun membantu pembiayaan dalam konteks support sistemnya,” tegasnya. 

Bambang menuturkan tantangan yang dihadapi OJK dalam konversi motor BBM ke motor listrik terdapat pada agunan dan agunan itu berupa kendaraan pribadi milik pemohon. Pertama, baik biaya produksi baru maupun konversi dan  barang tarikan di jasa keuangan.

Kedua, ada yang perlu diperhitungkan dari perkiraan (estimate) beberapa tahun ke depan. Karena bisa saja terjadi kredit macet dua atau tiga tahun ke depan. 

“Ini harus lebih dihitung lagi dengan cermat karena memang komponen harga baterai yang cukup signifikan dalam satu kendaraan listrik,” tegasnya. (Shiddiq)