Ups, Harga Nikel Terpeleset Sedikit 

187

NIKEL.CO.ID, 17 November 2022– Dua hari kemarin harga nikel di London Metal Exchange (LME) melesat di angka US$ 30.000 per ton, pada sesi perdagangan kemarin harga harga nikel ditutup sebesar US$ 26.739 per ton. LME membuka perdagangan nikel hari ini di angka US$28.555 per ton.

Harga nikel di LME melemah setelah pemutaran harga yang fantasis. Faktor lain, adanya penghentian reli sepanjang sepanjang 6 hari yang beruntut pada bulan November ini.

Berdasarkan data Indonesia, lonjakan tajam harga nikel beberapa waktu hari terakhir akibat adanya kebocoran bendungan tailing di tambang nikel Goro, di Kaledonia Baru. Hal tersebut menambah kekhawatiran pasokan baru-baru ini.

Berdasarkan pemberitaan Bloomberg yang dikutip Bisnis.com, pengurangan produksi di Goro, yang merupakan salah satu deposit nikel terbesar di dunia, yang sebagian dimiliki oleh Trafigura Group dan didukung oleh Tesla Inc, telah dilaksanakan menyusul adanya kebocoran ‘cairan sarat garam’ dari bendungan tailing-nya setelah hujan lebat pada Agustus.

Namun di sisi lain Shanghai Market Metal (SMM) pada Oktober menyebutkan, harga feronikel berfluktuasi naik di tengah membaiknya permintaan pasar. Dengan menipisnya persediaan baja nirkarat dan pulihnya permintaan akhir, harga baja nirkarat terus naik setelah libur hari Nasional.

Hal ini mendorong pabrik baja untuk meningkatkan produksinya sehingga meningkatkan permintaan feronikel. Impor feronikel China turun 8,17% MoM di bulan September karena penurunan produksi atau penutupan smelter di luar negeri yang memperketat pasokannya.

Pasokan NPI Indonesia yang merupakan substitusi feronikel juga ketat sehingga membuat harga feronikel naik. Pabrik baja tahan karat diharapkan dapat mempertahankan produksi yang tinggi, sehingga permintaan feronikel yang kuat dapat dipertahankan.

Namun, mengingat kemungkinan kenaikan harga baja tahan karat di akhir musim tradisional menjelang akhir tahun mungkin terbatas, maka ruang kenaikan harga feronikel juga akan terbatas. Mengingat pasokan feronikel yang tidak mencukupi dan kekhawatiran bahwa Indonesia akan segera menaikkan tarif ekspor feronikel dan NPI, harga feronikel akan mendapat dukungan kuat. (Fia)