Realisasikan Program PPM 2021, PT GAG Nikel Gelar Penyuluhan Narkoba dan Etika Menggunakan Medsos Bagi Pelajar SMA Di Waisai

NIKEL.CO.ID – Dalam rangka merealisasikan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Tahun 2021, PT GAG Nikel menggelar Penyuluhan Narkoba dan Etika Menggunakan Media Sosial (Medsos) bagi pelajar tingkat SMA/SMK dan MTs di Wilayah Distrik Waisai, Ibu Kota Kabupaten Ampat yang berlangsung  di Aula Dolphin Cottage, Kamis (25/3/2021) Pukul 09.15 WIT. Kegiatan tersebut dibuka langsung Asisten III Setda Kabupaten Raja Ampat, Yulianus Mambraku.

Pelaksanaan penyuluhan ini melibatkan pemateri yakni, Kepala Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika dan Obat Berbahaya (Satres Narkoba) Polres Raja Ampat, Iptu Pol. Reynold Lesirolo dan Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika, Dinas Kominfo Kabupaten Raja Ampat, Frits Felix Dimara, MM. Mengikutsertakan puluhan peserta didik yakni, SMA Negeri 1 Raja Ampat, SMK Negeri 2 Raja Ampat, SMK YPK Bukit Zaitun, dan MTs LIM. Pantauan Radar Sorong penyuluhan berlansung dengan tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Dikesempatan itu, Dr. Mustajir SH.MH selaku Penanggung Jawab Program PPM melalui  stafnya bagian Ekstrenal Relation Comdev PT GAG Nikel, Baba Ishak menjelaskan, pelaksanaan kegiatan penyuluhan Narkoba dan etika menggunakan medsos ini merupakan bagian dari program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat PT GAG Nikel Tahun 2021 atau biasa disingkat (PPM 2021.Red)

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa-siswi SMA/SMK atau MTs khususnya yang berada di Distrik Waisai, Kabupaten Raja Ampat ini pertama, bagaimana mereka mengenal apa itu narkoba, termasuk bahaya narkoba. Targetnya adalah agar supaya para siswa-siswa itu tidak menggunakan dan menyalahgunakan narkoba, karena bahaya narkoba sangat luar biasa bagi perkembangan generasi muda ke depan,”ujar Baba Isak kepada awak media disela-sela kegiatan penyuluhan.

Sambungnya, melihat semakin gencarnya penggunaan teknologi komunikasi dalam bermedia sosial ditengah -tengah masyarakat khususnya bagi pelajar. Maka melalui penyuluhan tersebut pihaknya memberikan pemahaman dan pengetahuan. Terutama bagaimana mereka bijaksana dan memiliki etika dalam menggunakan Media Sosial. Sehingga, tidak menelan mentah-mentah informasi melalui media sosial tersebut.

“Kita tidak larang mereka untuk bermedia sosial apalagi bermain Facebook, terutama bergaul dengan siapapun di dunia maya. Tetapi alangkah baiknya bijaksana dan beretika dalam bermedia sosial agar mampu menilai mana yang baik dan mana yang buruk,”ajaknya

Dia mengaku, kegiatan ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat dan pihak kepolisian. Karena tanpa dukungan dari banyak pihak tidak mungkin bisa terlaksana dengan baik. Kita berharap ke depan agar kegiatan-kegiatan seperti ini yang terkait dengan penyuluhan baik sifatnya tentang aturan perundang-undangan yang sudah ada termasuk tentang dampak-dampak sosial yang terjadi dimasyarakat kita bisa lakukan.

“Sekali lagi kami harapkan masukan-masukan dari semua pihak agar bisa kembali malaksanakan kegiatan semacam ini di lain waktu, agar masyarakat di kabupaten Raja Ampat semakin memahami dan semakin menaati aturan. Dilain itu, kami PT GAG Nikel sangat mendukung penuh semua langkah-langkah Pemerintah Daerah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat dan membangun sumber daya manusia”, tandasnya.

Sumber: klikwarta.com

Read More

Ekonomi Sulawesi & Papua Tumbuh Positif Berkat Nikel dan Tembaga

BPS mencatat hanya ekonomi Pulau Sulawesi dan Pulau Maluku & Papua yang berhasil tumbuh positif pada tahun lalu berkat kenaikan produksi nikel dan tembaga.

NIKEL.CO.ID – Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi secara nasional pada tahun lalu terkontraksi 2,07% dibandingkan 2019. Namun, ekonomi Sulawesi, serta Maluku dan Papua berhasil tumbuh positif. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, ekonomi Sulawesi tumbuh 0,23%, sedangkan Maluku dan Papua tumbuh 1,44%. Namun, kontribusi kedua wilayah tersebut terhadap perekonomian nasional tak mencapai 10%.

“Ekonomi Sulawesi masih positif terutama berkat ekonomi Sulawesi Tengah yang tumbuh 4,86%. Sedangkan ekonomi Maluku dan Papua didorong oleh ekonomi Maluku Utara yang tumbuh 4,92% dan Papua 2,32%,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers PDB Kuartal IV 2020, Jumat (5/2/2021).

Suhariyanto menjelaskan, perekonomian Sulawesi Tengah didukung oleh kenaikan produksi nikel. Sedangkan perekonomian Papua didukung oleh kenaikan produksi tembaga.

Adapun struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada tahun lalu masih didominasi oleh Pulau Jawa dengan kontribusi 58,75%. Diikuti oleh Sumatera 21,36%, Kalimantan 7,94%, Sulawesi 6,66%, Bali dan Nusa Tenggara 2,94%, serta Maluku dan Papua 2,35%.

Kontraksi ekonomi paling dalam terjadi di Bali dan Nusa Tenggara mencapai 5,01%, disusul Jawa yang minus 2,51%, Kalimantan negatif 2,27%, dan Sumatera negatif 1,19%.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, ekonomi Sulawesi dan Maluku-Papua yang tumbuh positif seiring dengan perbaikan kinerja ekspor.

“Ini terutama ditopang oleh kenaikan harga komoditas global,” katanya.

BPS mencatat ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu minus 2,07%. Ini merupakan pertama kalinya ekonomi Indonesia negatif secara tahunan sejak krisis moneter 1998.

Indonesia tidak sendirian mengalami kontraksi ekonomi. Amerika Serikat negatif 3,5%, Singapura minus 5,8%, Korea Selatan negatif 1%, Hong Kong minus 6,1%, dan Uni Eropa minus 6,4%. Hanya Tiongkok dan Vietnam yang berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,3% dan 2,9%.

Ia menjelaskan,  seluruh komponen pengeluaran yang membentuk Produk Domestik Bruto pada tahun lalu terkontraksi, kecuali konsumsi pemerintah yang tumbuh 1,94%. Sementara konsumsi rumah tangga negatif 2,63%, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) negatif 4,29%, pembentukan modal tetap bruto/investasi minus 2,95%, serta ekspor dan impor masing-masing minus 7,7% dan minus 14,71%.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, pandemi mendorong penurunan produktivitas dari sisi produksi terutama sektor manufaktur, perdagangan dan konstruksi.

Pertumbuhan ekonomi tahun lalu merupakan yang terendah sejak krisis moneter 1998.

“Kondisi ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu cenderung tidak lebih buruk dibandingkan dengan negara-negara lain, mengingat tingkat Keketatan respons pemerintah dalam penangangan isu kesehatan COVID-19 yang juga relatif lebih longgar,” katanya.

Ke depan, menurut dia, pemerintah perlu fokus dalam penangangan isu kesehatan melalui optimalisasi program vaksinasi.

Saat ini, pemerintah tengah mengalokasikan anggaran PEN lebih besar mencapai Rp 553 triliun dan memproyeksi anggarannya dapat menngkat menjadi Rp 619 triliun. Anggaran ini diharapkan mampu membantu pemulihan ekonomi di tahun ini.

Sumber: katadata.co.id

Read More