Usai Pandemi, Indonesia Diprediksi Jadi Incaran Investor Asing

NIKEL.CO.ID – Morgan Stanley memprediksi Indonesia akan jadi salah satu negara yang jadi tujuan penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) dalam jangka menengah setelah pandemi covid-19.

Selain Indonesia, negara Asia lainnya yang akan mendapatkan berkah serupa adalah India dan Filipina. Pasalnya, negara tersebut dinilai telah mengeluarkan langkah-langkah struktural untuk memanfaatkan relokasi FDI dari China saat banyak perusahaan di negara tersebut ingin mendiversifikasi risiko manufaktur.

India, misalnya, telah melakukan perubahan skema insentif terkait produksi. Sementara Indonesia telah menebar berbagai insentif pajak, mengesahkan omnibus law, serta langkah lainnya seperti memanfaatkan pasokan bijih nikel untuk produksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

“Kami percaya arbitrase biaya tenaga kerja, angkatan kerja yang cukup besar, dan pasar permintaan domestik yang cukup besar berarti bahwa ekonomi seperti India, Indonesia, dan Filipina kemungkinan akan mendapat manfaat dari relokasi FDI dalam jangka menengah setelah pandemi covid-19 berlalu,” tulis Morgan Stanley dalam laporannya dikutip Selasa (18/5).

Lembaga keuangan asal AS tersebut juga melihat faktor deglobalisasi sebagai akibat dari ketegangan AS-China yang telah menyebabkan adanya peningkatan belanja modal teknologi selama perlambatan ekonomi.

“Biasanya, belanja modal menghadapi tekanan paling besar selama perlambatan ekonomi, tetapi yang menarik, belanja modal bertahan dengan baik terutama di Korea dan Taiwan selama pandemi covid-19,” lanjut laporan tersebut.

Hal ini terlihat dari perusahaan Korea dan Taiwan yang mengumumkan rencana belanja modal untuk meningkatkan pasokan produksi chip selama beberapa tahun ke depan.

Taiwan Semi Conductor Manufacturing Company (TSMC), misalnya, pada awal April lalu mengumumkan rencana belanja modal US$100 miliar selama 2021-2023. Analis Morgan Stanley Charlie Chan memprediksi sekitar US$30 miliar di antaranya bakal digelontorkan tahun ini.

Sementara di Korea, pada 13 Mei lalu, pemerintah mengumumkan rencana untuk memperkuat industri semi konduktor melalui perluasan kredit pajak atas belanja modal, penyediaan likuiditas, peningkatan infrastruktur air/listrik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan dukungan legislatif.

“Pemerintah membayangkan menarik lebih dari KRW510 triliun atau sekitar US$450 miliar dalam belanja modal semikonduktor pada tahun 2030, termasuk KRW41,8 triliun (US$37 miliar) yang saat ini direncanakan oleh industri untuk 2021 dibandingkan KRW39.7 triliun (US$ 35 miliar) pada 2020,” terang laporan tersebut.

Sumber: CNN Indonesia

Read More

Bahaya Mengizinkan Ekspor Mineral Saat Pembangunan Smelter Mandek

Pemerintah lagi-lagi merelaksasi ekspor mineral meski target smelter tak tercapai. Cita-cita hilirisasi pun lamban tercapai.

NIKEL.CO.ID – Pemerintah tetap mengizinkan ekspor mineral bagi perusahaan yang tak mencapai target pembangunan fisik fasilitas pemurnian atau smelter. Ketentuan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri ESDM 46/2021 dan Surat Edaran Dirjen Minerba No. 1/2021.

Dua aturan itu merelaksasi ketentuan dalam Pasal 51 Permen ESDM No. 17/2020. Menurut beleid itu, ekspor hanya diizinkan jika perusahaan telah memenuhi target pembangunan fisik yang sudah diverifikasi. Lewat peraturan ini diharapkan pengusaha berupaya keras merealisasikan pembangunan smelternya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif beralasan relaksasi ditetapkan karena banyak perusahaan tambang babak belur terdampak pandemi COVID-19, yang membuat keterlambatan kali ini bisa dimengerti. Salah satunya Freeport yang proses pembangunan smelternya baru mencapai 6 persen alias di bawah target 10 persen di 2020.

Dalam rapat Komisi VII DPR RI, Senin (22/3/2021), Arifin menyatakan, “kalau tidak diberikan izin ekspor, akan memberikan dampak kepada penerimaan negara dan dampak sosial terhadap karyawan Freeport.”

Meski direlaksasi, pemerintah tetap akan mengenakan sanksi denda atau penalti 20 persen dari pendapatan tahun berjalan. Relaksasi ini juga terbatas bagi 7 jenis mineral saja, tidak berlaku, misalnya, bagi nikel. Relaksasi juga hanya diberikan secara terbatas yaitu satu tahun.

Kementerian ESDM menegaskan bahwa relaksasi ini tidak memengaruhi target penyelesaian masing-masing perusahaan.

Alasan lain relaksasi adalah kenaikan harga komoditas di pasar internasional, misalnya tembaga. Ekspor tentu akan menghasilkan keuntungan yang signifikan dan sayang untuk dilewatkan.

Masalahnya, menurut Pakar Hukum Pertambangan dan Sumber Daya Alam Universitas Tarumanegara Ahmad Redi, relaksasi ini juga mendatangkan banyak masalah. Yang paling jelas adalah pemerintah tampak semakin tidak konsisten pada kebijakan hilirisasi. Relaksasi terus berulang sejak 2009.

“Pemerintah semakin konsisten untuk tak konsisten. Berkali-kali relaksasi saja terus,” ucap Ahmad kepada reporter Tirto, Selasa (23/3/2021).

Relaksasi terus-menerus ini menurutnya juga bertentangan dengan amanat konstitusi. Kewajiban hilirisasi juga sudah diatur dalam Pasal 102, 103, dan 170 UU 4/2009 tentang Minerba, diperkuat Pasal 170A UU 4/2020 tentang revisi UU Minerba, dan Putusan Mahkamah Konstitusi 10/2014.

Ahmad khawatir relaksasi ini hanya akan membuat program hilirisasi semakin berjalan lamban. Sebab setiap dilakukan relaksasi, target pembangunan smelter urung tercapai dan selalu diikuti dengan relaksasi-relaksasi berikutnya.

“Sudah 12 tahun kewajiban [pembangunan smelter] dimulai tapi gara-gara tidak konsisten ya tidak jalan,” ucap Ahmad.

Selama 12 tahun terakhir, pemerintah sudah menunda sedikitnya 3 kali dari selesai 2014 menjadi 2017, lalu 2022, dan 2023. Setiap penundaan itu selalu disertai dengan revisi Peraturan Pemerintah (PP) yang intinya membolehkan lagi ekspor.

Belakangan realisasi smelter pun menjadi lamban. Per 2012 saja hanya ada 3 smelter yang terealisasi sejak 2009. Jumlah ini hanya bertambah menjadi 17 per 2019 padahal totalnya pemerintah ingin membangun 68.

Menurut Ahmad, kebijakan yang berubah-ubah bakal membuat pelaku usaha menganggap enteng pemerintah dan kebijakannya. Para pengusaha, katanya, akan berpikir, “nanti juga akan dibuka lagi kok ekspornya.”

Jumlah perusahaan yang belum selesai membangun smelter cukup banyak. Data Kementerian ESDM, per November 2019 hanya ada 6 smelter non nikel yang sudah selesai 100 persen. Sebanyak 5 smelter non nikel di kisaran 40 persen atau lebih dan ada 15 smelter non nikel prosesnya masih di bawah 40 persen.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan kebijakan plinplan ini berbahaya bagi iklim investasi dan kepastian berusaha. Konsekuensinya, investor bisa enggan datang.

Tauhid beralasan relaksasi ini sedikit banyak bakal memengaruhi cadangan mineral yang ada di Indonesia. Pengurangan yang terjadi di tahun 2021 tentu akan memengaruhi perhitungan keekonomian di masa mendatang. Di sisi lain, relaksasi ini juga bakal mementahkan upaya perusahaan yang sudah serius mencapai target pembangunan fisik apalagi yang sudah selesai konstruksi.

“Besok direlaksasi, besok diperketat. Investor akan lihat tidak ada kepastian buat mereka,” ucap Tauhid kepada reporter Tirto, Selasa (23/03/2021).

Kebijakan plinplan ini menurutnya juga punya konsekuensi melemahkan Indonesia dalam menghadapi gugatan Uni Eropa di WTO yang memprotes larangan ekspor nikel. Menurut Tauhid, pernyataan pemerintah yang ingin memprioritaskan hilirisasi dan mengolah sendiri bahan baku di dalam negeri justru terbantahkan lewat relaksasi ekspor mineral baru-baru ini.

“Ini kontraproduktif di tengah upaya kita menghadapi gugatan Uni Eropa. Jadi membuka kemungkinan diri kita untuk kalah,” ucapnya.

Baca selengkapnya di artikel “Bahaya Mengizinkan Ekspor Mineral Saat Pembangunan Smelter Mandek”, https://tirto.id/gbqZ

Read More

Tim Tesla Batal ke Indonesia, Ini Penyebabnya

Pandemi virus corona (Covid-19) telah menghambat kedatangan tim Tesla untuk membicarakan kelanjutan investasi dengan Indonesia.

NIKEL.CO.ID – Pemerintah memperpanjang aturan warga negara asing (WNA) tidak boleh masuk ke Indonesia dan aturan tersebut berdampak pada batalnya kunjungan tim Tesla ke Indonesia.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang larangan WNA masuk ke Indonesia hingga 14 hari, mulai dari 26 Januari 2021-8 Februari 2021.

Sebelumnya, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat yaitu Tesla akan berkunjung ke Indonesia. Tujuan kunjungan tim Tesla yang direncanakan pada Januari 2021 guna membahas investasi kendaraan listrik di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Hal tersebut dilihat dari banyaknya minat investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Sebagai contoh, investasi tersebut telah dilirik juga oleh Hyundai yang telah menyatakan minatnya untuk memproduksi KBLBB di Indonesia. “Sumber daya nikel yang melimpah akan jadi modal dasar bagi pembangunan baterai,” jelasnya.

Pada Desember 2020, Presiden Jokowi didampingi Menko Luhut melakukan pembicaraan melalui telepon bersama CEO Tesla Elon Musk. Pembicaraan tersebut langsung direspon Elon Musk dengan mengirim tim Tesla pada Januari 2021, untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Indonesia.

Sumber: bisnis.com

Read More

2021 Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional

NIKEL.CO.ID – Tahun 2021 diyakini menjadi momentum pemulihan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong reformasi struktural guna mendukung pemulihan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah telah menyiapkan langkah mendasar reformasi struktural awal 2021, seperti memberikan kemudahan berusaha, insentif usaha, dan dukungan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Tujuannya untuk memberikan kepastian usaha dan menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik, sehingga penciptaan lapangan kerja dapat terealisasi.

“Salah satu pendorong utama yang diandalkan adalah UU Cipta Kerja,” ujar Menko Airlangga ketika memberikan keynote speech dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia Meraih Peluang Pemulihan Ekonomi 2021 di Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Selain itu, dia menerangkan, sejumlah strategi lainnya turut disiapkan, yaitu melanjutkan program Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), dukungan kebijakan untuk pemberdayaan UMKM, penyusunan Daftar Prioritas Investasi (DPI), dan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF.

Menko Airlangga menjelaskan, sejumlah peluang kian terlihat, seperti mulai pulihnya ekonomi global dan dalam negeri. Ini terlihat pada penguatan nilai tukar rupiah dan pasar saham.

“IHSG (indeks harga saham gabungan) sudah kembali ke level sebelum Covid-19. Januari 2020, indeks mencapai 5.400, sedangkan akhir tahun ini sudah menyentuh 6.100 dan rupiah pada posisi Rp 14.100 per dolar AS. Bahkan, JP Morgan memprediksi IHSG bisa menyentuh 6.800 pada 2021,” ujar Airlangga.

Beberapa hal yang akan membantu pemulihan ekonomi 2021, kata dia, salah satunya perbaikan harga komoditas utama Indonesia di pasar global, seperti nikel dan CPO. Ini didorong program B30 yang memicu program perekonomian di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

“Pulihnya harga komoditas akan memberikan dampak multiplier yang besar terhadap aktivitas ekonomi domestik, sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di Investor.id dengan judul “2021 Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional

Read More

Wantannas Akan Lapor Ke Presiden Atas Penolakan Kunjungannya Ke PT. OSS dan VDNI

NIKEL.CO.ID – Kunjungan kerja yang dilakukan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) Republik Indonesia ke Kabupaten Konawe tak hanya bertemu pihak Pemerintah Daerah Konawe, Sulawesi Tenggara, namun mereka bermaksud mengunjungi dua perusahaan mega industri yang ada di Kecamatan Morosi.

Kunjungan Wantannas kali ini bertujuan untuk mengetahui informasi terkait tata kelola nikel di Mega Industri PT Obsidian Stainless Steel (OSS) dan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) untuk kepentingan rancangan strategis serta kebijakan dan langsung akan dilaporkan kepada Presiden RI.

Namun, bukannya mendapatkan sambutan, rombongan Wantannas malah ditolak masuk ke areal perusahaan.

Pembantu Deputi Bidang Urusan Lingkungan Alam, Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Brigjen TNI Karev Marpaung, S.Sos, MM dalam wawancara dengan awak media merasa kecewa karena tidak diperbolehkan masuk ke dalam areal PT OSS maupun PT VDNI.

“Kunjungan ini untuk mengetahui tata kelola nikel, namun saat akan berkunjung kita tak dibolehkan masuk, entah alasan apa. Menurut informasi, katanya adanya kasus terkonfirmasi positif karyawan yang bekerja di dalam. Tapi kami kan terapkan protokol kesehatan dan jumlah kami juga tidak banyak,” cetusnya, Rabu (25/11/2020).

Ia menambahkan, hasil yang diharapkan dari kunjungan di dua perusahaan ini adalah dalam rangka mewujudkan dan mendorong terwujudnya ketahanan nasional khususnya di bidang ketahanan mineral dan energi.

“Kita tahu nikel itu bisa jadi pengganti baterai lithium. Itu bisa jadi pengganti energi,” ungkapnya.

Terkesan tak menghargai Lembaga Negara yang diketuai Presiden Jokowi itu, pihak Wantannas akan melaporkan penolakan PT OSS dan PT VDNI ke Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Sumber: telisik.id

Read More

Menteri ESDM Optimis Tahun 2021 Terbangun 32 Smelter Baru

NIKEL.CO.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan 35 smelter baru akan beroperasi hingga 2024

Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, meski pembangunan smelter terkendala pandemi, namun ia optimis proyek-proyek tersebut akan selesai tepat waktu sehingga jumlah smelter di Indonesia 4 tahun mendatang mencapai 53 smelter.

“Kita harapkan sampai dengan 2024 akan diselesaikan menjadi 53 smelter dengan total investasi sebesar USD19,9 miliar,” jelas Arifin Tasrif di forum rapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin (23/11/2020).

Arifin menerangkan, hingga November 2020 realisasi investasi smelter telah mencapai USD10,8 miliar. Minimnya realisasi tersebut disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Pertama, tertundanya pengiriman peralatan maupun kedatangan tenaga ahli dari luar negeri.

Kedua, terhambatnya mobilisasi tenaga kerja dan logistik akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ketiga, tertundanya berbagai kesepakatan pendanaan.

Meski demikian, Arifin mengklaim pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pembangunan smelter.

Upaya yang akan dilakukan meliputi;

Pertama, menggelar pertemuan dengan para kontraktor smelter untuk mengetahui kendala yang dihadapi.

Kedua, melakukan one on one meeting antara pembangun smelter dengan PT PLN (Persero).

Ketiga, penyusunan info memo perusahaan pembangunan smelter untuk ditawarkan kepada para calon investor dan calon pendana.

Keempat, menggelar one on one meeting dan kerjasama dengan MKU Services LLC di Houston, Amerika Serikat dalam rangka market sounding  untuk mencari investor.

Kelima, koordinasi dengan Kemenko Perekonomian dalam mendorong terbangunnya smelter dengan memasukkan ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Dengan berbagai upaya tersebut, kami optimisis tahun depan ada 50 smelter yang terbangun atau ada sekitar 32 smelter baru,” jelasnya.

“Pada 2022 ditargetkan ada 51 smelter, pada 2023 ada 52 smelter dan 2024 terdapat 53 smelter,” tandasnya.

Sumber: AsiaToday.id

Read More

Perdagangan Senin (23/11/2020) Pagi, Nikel di Shanghai Naik 1,79% Dan di LME Naik 1,89%

NIKEL.CO.ID – Logam dasar Shanghai di SHFE sebagian besar lebih tinggi pada Senin (23/11/2020) pagi, dan rekan-rekan mereka di LME juga naik untuk sebagian besar, karena investor terus memantau perkembangan virus korona.

Logam dasar Shanghai sebagian besar menguat dalam perdagangan semalam. Tembaga bertambah 2,13%, aluminium naik 0,13%, timbal naik 4,05%, seng naik 1,07% dan nikel menguat 1,79%, sedangkan timah turun 0,23%.

Sebagian besar kompleks LME juga naik. Timbal naik 2,94% memimpin kenaikan lainnya, tembaga naik 2,41%, nikel bertambah 1,89% dan seng naik 1,71%, sedangkan aluminium dan timah berkinerja buruk dengan penurunan 0,1% dan 0,13%.

Tembaga: Tembaga LME tiga bulan naik 2,41% menjadi $ 7,261 / mt pada hari Jumat (20/11/2020) lalu, dan kemungkinan akan diperdagangkan antara $ 7,220-7,300 / mt hari ini.

Kontrak tembaga SHFE 2101 yang paling aktif naik 1,29% menjadi ditutup pada 54.210 yuan / mt dalam perdagangan semalam, dan diperkirakan akan bergerak antara 53.900-54.400 yuan / mt hari ini, sementara premi spot akan terlihat di 100-180 yuan / mt.

Kabar baik tentang vaksin mengurangi pesimisme bahwa pandemi terus menyebar sampai batas tertentu, dan faktor ketidakpastian terus menurun, yang memberikan momentum bagi kenaikan harga tembaga. Secara fundamental, persediaan domestik terus menurun. Data SMM menunjukkan bahwa persediaan sosial menurun 23.800 mt menjadi 218.700 mt Rabu lalu, dan persediaan sosial telah menurun selama enam minggu berturut-turut. Selain itu, persediaan SHFE menurun 21.183 mt per bulan, dan persediaan terus turun ke level rendah di bawah 100.000 mt. Persediaan terus menurun, yang membawa dukungan dan momentum rebound pada harga tembaga. Di sisi spot, premi cenderung naik karena lonjakan Jumat lalu.

Aluminium: Aluminium LME tiga bulan turun 0,1% menjadi ditutup pada $ 1.987 / mt pada hari Jumat (20/11/2020) lalu, dengan minat terbuka naik menjadi 726.000 lot. Diperkirakan akan diperdagangkan antara $ 1.970-2.010 / mt hari ini.

Kontrak aluminium SHFE 2012 yang paling likuid turun 0,78% menjadi 15.835 yuan / mt pada Jumat (20/11/2020) malam, dan kemungkinan akan diperdagangkan antara 15.600-16.000 yuan / mt hari ini. Premium spot mendukung harga aluminium dengan persediaan rendah, dan ruang panggilan balik di bawah ini terbatas.

Seng: Seng LME tiga bulan naik 1,71% menjadi ditutup pada $ 2.800 / mt pada hari Jumat (20/11/2020) lalu. Kabar baik dari kedua vaksin tersebut meningkatkan harapan untuk mencabut pembatasan ekonomi dan mendukung kontrak, tetapi situasi pandemi yang parah diperkirakan akan membatasi ruang peningkatan. Kontrak tersebut kemungkinan akan diperdagangkan antara $ 2.760-2.810 / mt hari ini.

Kontrak seng SHFE 2101 yang paling likuid naik 1,14% menjadi berakhir pada 21.225 yuan / mt dalam perdagangan semalam. TC Domestik terus menurun. Tambang seng di Afrika Selatan dihentikan sementara dengan rencana pemeliharaan beberapa pabrik peleburan domestik, yang menyebabkan sentimen bullish aktif dan mendukung tren kenaikan harga seng. Namun, stok domestik naik sedikit, dan konsumsi hilir sedikit melemah, yang diperkirakan akan menyeret ke bawah kenaikan harga seng. Kontrak seng SHFE diperkirakan akan bergerak antara 20.800-21.300 yuan / mt hari ini, sementara premi spot untuk domestik 0 # Shuangyan akan terlihat lebih tinggi pada 120-140 yuan / mt.

Nikel: Kontrak nikel SHFE 2102 yang paling aktif naik 1,88% menjadi ditutup pada 119.100 yuan / mt pada hari Jumat (20/11/2020) lalu. Minat terbuka naik 4.264 lot menjadi 151.000 lot. Kemajuan baru vaksin merangsang peningkatan umum logam, tetapi pandemi menyebar dengan cepat dan kekhawatiran pasar masih ada. Pengiriman vaksin memakan waktu, dan kembali ke dasar setelah manfaat jangka pendek. Perbaikan fundamental masih membutuhkan waktu, dan harga nikel jelas terseret oleh hilir stainless steel. Kenaikan harga nikel diharapkan dapat dibatasi dalam waktu dekat. Kontrak akan menguji dukungan dari 119.000 yuan / mt hari ini.

Nikel SHFE diperkirakan diperdagangkan antara 115.000-120.000 yuan / mt dan nikel LME diperkirakan akan diperdagangkan antara $ 15.650-16.150 / mt minggu ini.

Timbal: Timbal LME tiga bulan menetap 2,94% lebih tinggi pada $ 2.030 / mt pada hari Jumat (20/11/2020) lalu. Tren optimis kenaikan umum logam LME terus berlanjut. LME Lead naik selama sembilan hari berturut-turut, dan tren kenaikan LME lead terus berlanjut.

Kontrak utama SHFE 2101 yang paling aktif cenderung lebih tinggi pada Jumat (20/11/2020) malam, berakhir 4,05% lebih tinggi pada 15.535 yuan / mt. Dipengaruhi oleh kenaikan umum logam dasar domestik dan tren kenaikan berkelanjutan dari timah LME, timah SHFE naik dengan mantap di malam hari. Selain itu, pengurangan dan penghentian produksi baru-baru ini yang disebabkan oleh perlindungan lingkungan dan pengaruh cuaca yang tidak diketahui juga memberi dukungan kepada SHFE. Namun demikian, tekanan sentimen pembelian di hilir pasar spot domestik terhadap harga timah masih perlu diperhatikan.

Timah: Timah LME tiga bulan ditutup turun 0,13% pada $ 18.725 / mt pada hari Jumat (20/11/2020) lalu. Departemen Keuangan AS dan Federal Reserve berselisih tentang rencana pinjaman darurat. Ketua Federal Reserve Powell mengatakan bahwa Federal Reserve akan mengembalikan dana yang tidak terpakai ke Departemen Keuangan sesuai kebutuhan. Timah LME diperkirakan akan terus berfluktuasi dalam waktu dekat, dan panduan dolar AS akan dipantau. Tekanan di atas akan terlihat dari $ 190.000 / mt hari ini. Dukungan di bawah akan terlihat dari $ 185.000 / mt hari ini.

Kontrak timah SHFE 2101 yang paling likuid turun 0,16% menjadi 146.520 yuan / mt pada Jumat (20/11/2020) malam. Kontrak tersebut diperkirakan akan terus berfluktuasi dalam waktu dekat. Tekanan di atas akan terlihat dari 148.000 yuan / mt hari ini. Dukungan di bawah akan terlihat dari 145.500 yuan / mt hari ini.

Sumber: SMM News

Read More

Klaster Covid-19 di Kawasan Industri Nikel Konawe Semakin Meluas. Pihak Perusahaan Bungkam

NIKEL.CO.ID –  Klaster penyebaran Covid-19 di kalangan pekerja asing di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, terus meluas. Satu pekan terakhir, jumlah pekerja asing yang diketahui positif sebanyak 12 orang, dengan satu orang meninggal. Meski demikian, perusahaan seakan menutupi data dan tidak melaporkan hal ini ke instansi terkait.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara, hingga Minggu (22/11/2020), total orang asing positif Covid-19 sebanyak 12 orang. Pekerja yang diketahui positif ini terdata berkala dari Konawe, di mana satu orang di antaranya meninggal.

”Terakhir di data kami itu ada 5 orang (pekerja asing) yang positif Covid-19 pada Kamis (18/11). Rabu sebelumnya ada 2 orang, Senin 3 orang, dan Sabtu pekan lalu itu 2 orang sehingga totalnya 12 orang. Yang hari Sabtu pekan lalu itu satu orang di antaranya meninggal,” kata Jubir GTPP Covid-19 Sultra dr La Ode Rabiul Awal, di Kendari.

Menurut Rabiul, pihaknya baru bisa memastikan lima dari 12 orang ini merupakan warga negara asing. Dalam pemeriksaan di RS Bahteramas Kendari, lima orang yang diperiksa lebih awal tersebut menggunakan nomor paspor dalam identitas, sementara tujuh orang lainnya tidak diketahui pemeriksaannya di mana.

Rabiul menuturkan, kemungkinan tujuh orang itu diperiksa di alat mobile PCR yang ada di perusahaan.

”Kalau lihat namanya, semuanya nama-nama China. Informasi yang kami terima mereka semua bekerja di Morosi,” ujarnya.

Morosi adalah kecamatan di Konawe, lokasi pabrik pengolahan dan pemurnian nikel skala besar berdiri.

Terus bertambahnya orang asing yang positif Covid-19 ini, kata Rabiul, menunjukkan adanya kluster penyebaran baru di kawasan industri. Transmisi lokal terjadi di antara pekerja tersebut.

Dengan demikian, penelusuran kasus wajib dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus di antara para pekerja.

Saat ini, ia menambahkan, satu mobil dengan alat tes reaksi berantai polimerase (PCR) telah dikerahkan ke perusahaan tempat pekerja tersebut. Alat tersebut didatangkan untuk membantu pengetesan spesimen terhadap kontak erat pekerja yang positif di wilayah industri tersebut.

Meski telah terdata lebih dari satu pekan dan satu orang meninggal, data pekerja asing yang positif Covid-19 belum diketahui lengkap oleh instansi setempat. Juru Bicara GTPP Covid-19 Konawe dr Dyah Nilasari menuturkan, pihaknya belum mendapatkan data lengkap pekerja asing yang terpapar Covid-19 di kawasan industri Morosi.

”Kami hubungi orang perusahaan jawabnya tidak tahu, tidak tahu. Datanya juga tidak disampaikan ke kami. Jadi, kami juga kesulitan mengakses informasi pekerja asing yang positif Covid-19 di daerah tersebut,” tutur Nila.

Sejauh ini, ia menambahkan, pihaknya baru mengetahui tujuh pekerja asal China yang positif di kawasan industri Morosi. Data itu pun disampaikan oleh tim gugus tugas Provinsi Sultra. Sementara itu, data perusahaan tidak juga disampaikan.

Senin sampai Rabu kemarin mobil tes PCR sudah dikirimkan ke Morosi.

Ia berharap perusahaan bisa terbuka terhadap data pekerja yang positif Covid-19. Dengan demikian, penelusuran kasus bisa lebih mudah dilakukan, baik terhadap pekerja asing lainnya maupun pekerja lokal yang berada di kawasan tersebut.

”Senin sampai Rabu kemarin, mobil tes PCR sudah dikirimkan ke Morosi. Hari ini kembali lagi ke sana. Untuk jumlah yang sudah diambil spesimen dan dites, kami belum dapat informasi lengkapnya,” ujar Nila.

Di kawasan industri Morosi terdapat dua perusahaan pengolahan dan pemurnian nikel, yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS). Dua perusahaan ini sebelumnya mendatangkan 500 pekerja asal China sejak Juni hingga September lalu.

Sementara itu, pihak perusahaan belum berkomentar terkait kluster penyebaran Covid-19 di kawasan industri tersebut. Juru Bicara PT VDNI dan PT OSS Dyah Fadilat tidak membalas pesan dan tidak mengangkat telepon dari Kompas.

Pada Kamis (18/11/2020), Dyah menjelaskan, pihaknya mengetahui hanya ada satu pekerja asing yang positif Covid-19. Pekerja yang bertugas sebagai subkontraktor itu adalah orang yang meninggal setelah dirawat di RSUD Bahteramas Kendari, Sabtu pekan lalu.

”Dari kami hanya mengetahui informasi mengenai satu pekerja asing yang bekerja sebagai subkontraktor di perusahaan kami. Selebihnya bisa dikonfirmasi kembali ke RS ataupun Gugus Tugas,” ucapnya melalui pesan pendek.

Menurut Dyah, pekerja itu berasal dari Shandong, China, dan sudah berada di Kawasan Industri Morosi sejak awal Januari lalu. Ia bekerja di kawasan PLTU dan tidak pernah meninggalkan kawasan pabrik karena tinggal di asrama karyawan milik PT OSS.

Dyah menambahkan, pihak kontraktor yang mempekerjakan tenaga kerja asing untuk PT OSS tersebut berinisiatif memperketat sistem kerja dan melakukan tes massal kepada seluruh pekerjanya sejak 14 November.

”Perusahaan akan terus mengawal kasus ini dan melakukan sterilisasi kawasan industri. Salah satunya mencegah karyawan atau pekerja harian lepas yang tidak tinggal di dalam asrama masuk ke area kawasan industri untuk sementara waktu,” tuturnya.

Sumber: Kompas.id

Read More

Tujuh Pekerja Asing di Smelter Nikel Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal

NIKEL.CO.ID – Tujuh tenaga kerja asing di kawasan industri Konawe, Sulawesi Tenggara, positif Covid-19. Seorang di antaranya bahkan meninggal. Pemerintah Kabupaten Konawe mengatakan belum mengetahui kasus positif dan meninggal ini.

Tujuh pekerja itu diketahui bekerja di daerah industri Morosi, Konawe. Seorang pekerja yang meninggal bekerja di industri smelter. Hal ini menambah banyak kasus positif Covid-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra). Hingga Rabu (18/11/2020), terdapat total 5.827 kasus positif dan 91 orang meninggal. Sebanyak 1.239 orang masih dalam perawatan, sedangkan 4.497 orang sembuh.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara La Ode Rabiul Awal menyampaikan, tujuh orang ini masuk ke data tabulasi Covid-19 dalam beberapa waktu yang berbeda. Dua orang tercatat pada Sabtu pekan lalu, sedangkan lima orang lainnya terdata pada pekan ini.

”Semuanya tercatat di Konawe. Berdasarkan penelusuran kami, mereka bekerja di Morosi. Kalau melihat nama, semuanya adalah nama luar, seperti China. Namun, kami tidak memiliki dokumen untuk memastikan domisili tepatnya setiap orang tersebut,” tutur Rabiul, di Kendari, Sultra, Kamis (19/11).

Beberapa dari pekerja asing ini, tutur Rabiul, dirawat di sejumlah rumah sakit. Sebagian dari mereka juga menjalani karantina mandiri karena termasuk pasien tanpa gejala. Tiga orang sebelumnya diketahui dirawat di RSUD Bahteramas Kendari.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Bahteramas dr Alghazali Amirullah menjelaskan, tiga pekerja asal China ini masuk ke rumah sakit pada Jumat (13/11). Seorang terluka dan harus dioperasi, seorang tanpa gejala, dan seorang lainnya harus menjalani perawatan maksimal.

”Kondisi seorang yang menjalani perawatan terus turun. Pasien sesak dan pneumonia. Saturasi oksigennya hanya 50 persen. Setelah beberapa jam perawatan, kondisinya tidak tertolong dan akhirnya meninggal pada Jumat dini hari,” tutur Alghazali.

Setelah dipastikan meninggal, tambahnya, pihak rumah sakit lalu melakukan pemulasaran jenazah dengan protokol kesehatan. Namun, jenazah tidak dimakamkan di Kendari, tetapi diurus kedutaan dari negara yang bersangkutan. ”Setahu saya tidak dimakamkan di sini karena diambil alih kedubes. Kami hanya sampai pemulasaran,” katanya.

Algazali melanjutkan, untuk dua pekerja lainnya yang juga positif Covid-19, seorang masih dalam perawatan di ruang isolasi RS Bahteramas. Kondisi kesehatannya masih dipantau petugas kesehatan, sedangkan seorang pekerja lainnya dipulangkan untuk menjalani isolasi mandiri karena positif Covid-19 dengan kondisi tanpa gejala.

Pekerja asing di Konawe sebagian besar tercatat di dua perusahaan dalam kawasan mega-industri pengolahan nikel di Morosi. Dua perusahaan ini, yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS), adalah perusahaan yang mendatangkan 500 pekerja asal China, beberapa waktu lalu.

Juru Bicara PT VDNI dan PT OSS Dyah Fadilat menyebutkan, sejauh ini, pihaknya hanya mengetahui seorang pekerja asing positif Covid-19. Pekerja yang bertugas sebagai subkontraktor itu adalah orang yang meninggal setelah dirawat di RSUD Bahteramas Kendari.

Menurut Dyah, pekerja itu berasal dari Shandong, China, dan sudah berada di Kawasan Industri Morosi, Konawe, sejak awal Januari lalu. Ia bekerja di kawasan PLTU dan tidak pernah meninggalkan kawasan pabrik karena tinggal di asrama karyawan milik PT OSS.

Hasil tes PCR-nya diketahui positif virus SARS-CoV-2. Oleh karena itu, penanganan jenazah oleh RS Bahteramas dilakukan mengikuti protokol Covid-19. Jenazah kemudian langsung dikremasi pada 13 November 2020, sore

Dyah mengatakan, pekerja ini sebelumnya merasakan sakit hingga jatuh dari tempat tidur saat berada di asrama perusahaan. Pihak perusahaan lalu membawa pekerja tersebut ke RSAD Ismoyo, Kendari, untuk menjalani perawatan.

Sesuai protokol yang berlaku, perawat melakukan tes uji cepat ke pekerja tersebut. Saat itu, hasilnya nonreaktif. Ia lalu diberikan bantuan oksigen dan pernapasan, hingga dirujuk ke RSUD Bahteramas yang memiliki peralatan lebih lengkap.

Di RSUD Bahteramas, dia lantas dites PCR atau polymerase chain reaction pada Jumat dini hari. Namun, pekerja ini meninggal pada Jumat, sekitar pukul 04.05 Wita. Menurut keterangan dokter, penyebab kematian adalah penyempitan pembuluh darah di otak.

”Hasil tes PCR-nya diketahui positif virus SARS-CoV-2. Oleh karena itu, penanganan jenazah oleh RS Bahteramas dilakukan mengikuti protokol Covid-19. Jenazah kemudian langsung dikremasi pada 13 November 2020, sore,” ucap Dyah.

Dyah menambahkan, pihak kontraktor yang mempekerjakan tenaga kerja asing untuk PT OSS tersebut berinisiatif memperketat sistem kerja dan melakukan tes massal kepada seluruh pekerjanya sejak tanggal 14 November 2020.

”Perusahaan akan terus mengawal kasus ini dan melakukan sterilisasi kawasan industri. Salah satunya mencegah karyawan atau pekerja harian lepas yang tidak tinggal di dalam asrama masuk ke area kawasan industri untuk sementara waktu,” ungkap Dyah.

Selain itu, ia menambahkan, perusahaan memutuskan membatasi aktivitas karyawan yang tidak tinggal di dalam asrama. Hal ini akan berlaku hingga tes massal kepada seluruh pekerja selesai dilakukan dan hasilnya dipastikan aman untuk beraktivitas normal kembali.

Keterbukaan

Meski tenaga kerja asing itu telah meninggal lebih dari sCOVIDepekan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Konawe justru tidak mengetahuinya. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Konawe dr Dyah Nilasari menyampaikan, pihaknya masih mencari informasi terkait hal ini.

”Sejak kemarin, Pak Sekda (Konawe) juga tanya hal ini. Kami masih mencari informasi karena tidak ada laporan yang masuk dari perusahaan,” ucap Nila, Rabu sore.

Menurut Nila, ia hanya mengetahui sejumlah pekerja lokal yang positif Covid-19 pada Oktober lalu. Namun, para pekerja tersebut diketahui sembuh dan mulai bekerja kembali.

Rabiul menyampaikan, pelaporan dan keterbukaan informasi terkait hal ini penting guna mencegah penyebaran virus semakin meluas. Penelusuran kasus harus segera dilakukan dengan protokol ketat. ”Perusahaan harus segera melaporkan hal ini agar penelusuran bisa dilakukan bersama,” ujarnya.

Sumber: KOMPAS.ID

Read More

Situasi Pandemi Covid-19 Masih Parah, Logam Dasar Di Shanghai Disikapi Beragam

NIKEL.CO.ID – Logam dasar Shanghai diperdagangkan beragam pada Kamis (12/11/2020) pagi menyusul kenaikan semalam untuk saham teknologi di Wall Street karena rotasi baru-baru ini ke siklus berhenti. Sementara itu, rekan-rekan mereka di LME juga bersiap untuk awal yang beragam.

Logam dasar Shanghai ditutup beragam dalam perdagangan semalam. Timbal turun 0,55%, seng turun 1,43% dan timah melemah 0,03%, aluminium naik 1,1%, tembaga naik 0,12% dan nikel naik 0,34%.

Kompleks LME tampil serupa pada hari Rabu (11/11/2020). Nikel adalah pemain terbaik dengan kenaikan 0,6%. Aluminium naik 0,31%, timah naik tipis 0,08%, sementara tembaga turun 1,09%, seng turun 0,94% dan timah melemah 0,36%

Tembaga: Tembaga LME tiga bulan turun 1,09% menjadi berakhir pada $ 6.885,5 / mt pada hari Rabu, dan kemungkinan akan diperdagangkan antara $ 6,860-7,940 / mt hari ini.

Kontrak tembaga paling aktif SHFE 2012 tergelincir 0,33% menjadi ditutup pada 51.790 yuan / mt dalam perdagangan semalam, dan diperkirakan akan bergerak antara 51.600-52.000 yuan / mt hari ini, sementara premi spot akan terlihat di 130-180 yuan / mt. .

Jumlah kasus baru COVID-19 terus meningkat secara global, dengan lebih dari 52,36 juta kasus terkonfirmasi. Jumlah kasus yang baru ditambahkan di AS meningkat selama sembilan minggu berturut-turut, jumlah kematian akibat COVID-19 di Inggris melebihi 50.000, dan jumlah kasus yang dikonfirmasi di Jerman meningkat menjadi maksimum sejak wabah tersebut. Rebound pandemi membuat prospek ekonomi lebih tidak pasti, dan optimisme pasar pada vaksin mendingin, sementara penghindaran risiko mendorong dolar lebih tinggi, dan kembali ke puncak 93 pada malam hari, dan tekanan pada tembaga terlihat jelas. Di sisi spot, menjelang akhir tahun, negosiasi jangka panjang dimulai secara bertahap, dan pedagang mendominasi pasar dan bersedia mempertahankan premi yang tinggi. Selain itu, kondisi perdagangan tidak mungkin membaik dalam waktu dekat dengan pasokan pasar yang tinggi, dan persediaan mungkin terus menurun. Diharapkan bahwa tembaga akan berfluktuasi dalam kisaran tertentu, dan premium juga akan tetap tinggi dalam waktu dekat.

Aluminium: Aluminium LME tiga bulan naik 0,31% menjadi ditutup pada $ 1.917 / mt pada hari Rabu (11/11/2020), dengan minat terbuka naik menjadi 749.000 lot. Diperkirakan diperdagangkan antara $ 1,890-1,940 / mt hari ini.

Kontrak aluminium SHFE 2012 yang paling likuid naik 0,2% menjadi menetap di 15.210 yuan / mt pada Rabu malam, dan kemungkinan akan diperdagangkan antara 15.000-15.400 yuan / mt hari ini.

Seng: Seng LME tiga bulan turun 0,94% menjadi ditutup pada $ 2,628 / mt pada hari Rabu 11/11/2020). Stok seng di gudang yang terdaftar di LME turun 200 mt menjadi 221.625 mt. Semalam, ketika dolar AS menguat, optimisme pasar tentang vaksin yang membantu mengakhiri krisis COVID-19 mereda, dan kekhawatiran tentang peningkatan tajam kasus COVID-19 di seluruh dunia yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi muncul kembali. Kemungkinan akan diperdagangkan antara $ 2.600-2.650 / mt hari ini.

Kontrak seng SHFE 2012 yang paling likuid melemah 1,43% menjadi berakhir pada 19.920 yuan / mt dalam perdagangan semalam. Menurut survei SMM, perusahaan di banyak tempat memotong produksi dan menghentikan produksi karena perlindungan lingkungan di tengah peringatan udara, dan titik seng berfluktuasi tinggi. Marjin permintaan hilir melemah, sementara TC terus menurun, dan terbatasnya pasokan bijih seng masih mendukung harga seng. Kontrak seng bulan Desember diperkirakan akan bergerak antara 19.800-20.300 yuan / mt hari ini, sementara premi spot untuk 0 # Shuangyan domestik akan terlihat lebih tinggi pada 150-160 yuan / mt.

Nikel: Kontrak nikel SHFE 2102 yang paling aktif naik 0,34% menjadi ditutup pada 118.860 yuan / mt pada hari Rabu 11/11/2020). Minat terbuka naik 4.108 lot menjadi 131.000 lot. Tren kenaikan nikel LME terlihat jelas. Tingkat kenaikan seng dalam negeri kecil karena apresiasi yuan. Baru-baru ini, fundamental utamanya diseret oleh baja tahan karat. Setelah faktor bullish makro habis, apakah nikel akan melemah lagi harus dipantau. Kontrak akan menguji tekanan dari 119.000 yuan / mt hari ini.

Timbal: Timbal LME tiga bulan ditutup lebih tinggi 0,08% pada $ 1,868.5 / mt pada hari Rabu 11/11/2020). Pimpinan LME naik untuk hari kedua berturut-turut. Dampak dari perubahan indeks dolar AS dan kepercayaan global dalam pencegahan dan pengendalian pandemi di pasar akan mendapat sorotan.

Kontrak utama SHFE 2012 yang paling aktif cenderung lebih rendah pada Rabu malam, berakhir 0,55% lebih rendah pada 14.535 yuan / mt. Momentum kenaikan sedikit kurang, dan diperkirakan akan terus berfluktuasi dalam waktu dekat.

Timah: Timah LME tiga bulan ditutup turun 0,36% pada $ 18.235 / mt pada hari Rabu 11/11/2020), setelah mencapai level tertinggi intraday di $ 18.385 / mt di awal sesi. Indeks Harga Konsumen Jerman (CPI) Oktober, Klaim Pengangguran Awal AS per 7 November, dan peran pemandu dolar AS dalam tren timah LME akan dipantau hari ini. Dukungan di bawah akan terlihat dari $ 18.000 / mt hari ini. Tekanan di atas akan terlihat dari $ 18.700 / mt hari ini.

Kontrak timah SHFE 2101 yang paling likuid ditutup naik 0,18% menjadi 145.780 yuan / mt pada Rabu malam. Dukungan di bawah akan terlihat dari 144.800 yuan / mt hari ini.

Sumber: SMM News

Read More