Gandeng 2 Perusahaan Swasta, Antam Tangkap Peluang Genjot Bisnis Nikel

NIKEL.CO.IDPT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau disebut Antam menyatakan perjanjian pendahuluan dengan Alchemist Metal Industry Pte Ltd dan PT Gunbuster Nickel Industry pada 6 Mei 2021 menjadi peluang bisnis baru.

Hal itu terutama mengembangkan bisnis komoditas nikel mulai dari pengembangan proyek penambangan bijih nikel hingga proyek smelter yang menghasilkan feronikel atau nickel pig iron.

PT Aneka Tambang Tbk akan terus fokus ekspansi pengolahan mineral ke hilir, perluasan basis cadangan dan sumber daya, menjalin kemitraan untuk mengembangkan produksi mineral olahan baru dari cadangan yang ada, meningkatkan daya saing biaya, serta peningkatan kinerja bisnis inti untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

“Kerja sama dengan mitra strategis ini akan dilakukan baik di bisnis hulu (bisnis penambangan) dan di bisnis hilir (smelter) melalui proyek pengembangan dan pengoperasian smelter terdiri dari tiga lines dengan masing-masing 45 MVA smelter nikel dan kapasitas pembangkit listrik 135 MV,” ujar SPV Corporate Secretary PT Aneka Tambang Tbk, Yulan Kustiyan, saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Minggu (23/5/2021).

Ia menambahkan, perseroan dan mitra sedang diskusi lebih lanjut untuk rencana kerja sama tersebut. Perseroan berharap kerja sama dapat terealisasi sehingga memperkuat portofolio komoditas yang dimiliki.

Selain itu, PT Aneka Tambang Tbk juga menyatatakan terbuka peluang yang mendukung penguatan bisnis komoditas utama perusahaan dari hulu ke hilir yang diharapkan memperkuat pertumbuhan kinerja positif perusahaan dan kontribusi kepada masyarakat.

Saat ditanya mengenai utang jatuh tempo pada sisa tahun 2021, Yulan menuturkan, obligasi seri B Rp 2,1 triliun yang memiliki tenor 10 tahun akan berakhir pada Desember 2021. Perseroan berencana membayar kewajiban obligasi ANTAM Seri B tersebut.

“Perseroan sedang mengkaji mendalam terhadap opsi-opsi yang tersedia yang memberikan tingkat keekonomian yang kompetitif, sejalan dengan upaya Antam untuk menurunkan tingkat beban keuangan perusahaan,” ujar dia.

Strategi 2021

Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I 2021. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pendapatan dan kenaikan laba bersih selama tiga bulan pertama 2021.

Melihat hal ini, SVP Corporate Secretary PT Aneka Tambang Tbk Yulan Kustiyan menyebut, pihaknya telah menyiapkan strategi khusus sepanjang 2021.

“Pada tahun 2021, Antam berfokus dalam pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas serta pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik,” ujar dia kepada Liputan6.com, Sabtu, 8 Mei 2021.

Yulan menambahkan, kinerja penjualan emas Antam pada kuartal I 2021 mencapai 7.411 kg (238.269 troy oz), meningkat 45 persen dari capaian periode yang sama pada 2020. Sementara itu pada kuartal I 2021, PT Aneka Tambang Tbk mencatatkan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 289 kg (9.292 troy oz).

“Antam terus melakukan inovasi penjualan produk emas logam mulia dengan mengedepankan mekanisme transaksi penjualan dan buyback emas secara online,” ujarnya.

Tak hanya itu, perseroan juga akan memanfaatkan jaringan Butik Emas logam mulia yang tersebar di 11 kota di Indonesia dan kegiatan pameran di beberapa lokasi.

“Antam selalu menjalankan kegiatan operasi dan penjualan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini tentu untuk mencegah penularan virus Covid-19,” tuturnya.

Sumber: liputan6.com

Read More

Holding BUMN Baterai Cari Mitra Strategis Kembangkan Ekosistem KBL

NIKEL.CO.ID – Indonesia Battery Corporation (IBC) gencar mitra strategis dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan berbasis listrik (KBL) di tanah air.

Asal tahu saja, Holding BUMN baterai yang terdiri dari empat perusahaan pelat merah yakni Mining and Industry Indonesia (MIND ID), PT Pertamina, PT PLN dan PT Aneka Tambang (Antam) itu bakal membentuk, sedikitnya 5 hingga 6 perusahaan patungan atau joint venture.

Rencana ini disampaikan oleh Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik atawa Electric Vehicle (EV) Battery Agus Tjahajana Wirakusuma dalam diskusi panel virtual bertajuk ‘Peluang dan Tantangan Pengembangan Ekosistem Battery, Electric Vehicle, dan Solar PV Rooftop di Indonesia’ pada Kamis (20/5).

Ia menjelaskan, setiap tahapan produksi baterai KBL dari tingkat hulu ke hilir perlu dilakukan di pabrik yang berbeda.

“Jadi bisa dibayangkan dari nikel ore ke nikel kobalt sulfat ada 1 pabrik jadinya 1 joint venture. Nanti masuk ke battery precursor, ada 1 joint venture lagi terus ke katoda bisa 1 joint venture. Kemudian untuk battery cell akan 1 joint venture, dan ke pack juga 1 joint venture lagi,” terang Agus, hari ini (20/5/2021).

Setidaknya ada 3 ambisi yang ingin dikejar IBC di tahun 2025 mendatang. Pertama, menjadi produsen nikel sulfat global dengan produksi tahunan 50-100 kton untuk melayani ekspor global dan permintaan lokal.

Kedua,memanfaatkan hulu untuk membangun rantai nilai tengah dan hilir yang kuat serta menjadi produsen prekursor dan katoda global dengan output tahunan 120-240 kton untuk diekspor dan digunakan secara lokal. Ketiga, menjadi pemain regional untuk sel baterai dan pusat manufaktur electric vehicle di Asia Tenggara.

Agus menyadari, ambisi ini bukannya tanpa tantangan, sebab pasar kendaraan listrik masih belum besar.

“Jadi oleh karena itu kalau hilirnya belum, kami akan turun sedikit ke material antara, katoda. Kalau masih kelebihan juga, kami akan main di hulu,” terang Agus.

Perihal pencarian mitra, dia menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan penjajakan kerja sama ke sebanyak 11 perusahaan baterai global. Agus bilang, penjajakan ke sebagian perusahaan baterai tersebut berlanjut hingga sekarang.

Sumber: kontan.co.id

Read More

Corporate Credit Rating S&P Global Antam Naik Menjadi B+/outlook stabil

NIKEL.CO.ID – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mengumumkan  kenaikan Corporate Credit Rating S&P Global tahun 2021 dari rating “B/outlook stabil” menjadi rating “B+/outlook stabil” seiring dengan pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama serta keberlanjutan dalam pengembangan hilirisasi Perusahaan, yang tercermin dari pertumbuhan kinerja keuangan Perusahaan yang solid.

Dikutip dari informasi yang diperoleh industry.co.id, Selasa (18/5/2021) menyebutkan, pertumbuhan rating Perusahaan turut didukung oleh outlook pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan bijih nikel di pasar domestik serta kemampuan ANTAM dalam mengelola likuiditas perusahaan.

ANTAM menargetkan pertumbuhan kinerja operasi dan keuangan yang semakin positif pada tahun 2021. Sepanjang Triwulan Pertama tahun 2021 (1Q21), ANTAM mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid, tercermin dari capaian Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) pada 1Q21 sebesar Rp1,24 triliun, meningkat signifikan dibandingkan capaian EBITDA pada Triwulan Pertama Tahun 2020 (1Q20) sebesar Rp34,13 miliar.

Pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada 1Q21 tercermin pada capaian laba kotor sebesar Rp1,63 triliun, tumbuh 189% dari capaian laba kotor pada 1Q20 sebesar Rp561,82 miliar.

Sementara itu capaian laba usaha Perusahaan pada 1Q21 tercatat sebesar Rp793,89 miliar, melonjak 477% dibandingkan 1Q20 sebesar Rp137,54 miliar. Pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha mendukung capaian laba tahun berjalan 1Q21 ANTAM sebesar Rp630,38 miliar, naik dari rugi 1Q20 sebesar Rp281,84 miliar.

Capaian kinerja positif tersebut merupakan hasil dari penerapan protokol kesehatan yang tepat dan konsisten di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, peningkatan nilai tambah produk, optimalisasi tingkat produksi & penjualan, serta implementasi pengelolaan biaya yang tepat dan efisien memberikan kontribusi yang mendukung pertumbuhan kinerja positif Perusahaan.

Pada tahun 2021, ANTAM menargetkan pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas utama Perusahaan yakni feronikel, emas, bijih nikel, bijih bauksit dan alumina sejalan dengan strategi ANTAM untuk meningkatkan utilisasi operasi tambang dan pabrik pengolahan serta ekspektasi peningkatan jangkauan pemasaran komoditas.

ANTAM senantiasa mengevaluasi seluruh kesempatan yang ada saat ini maupun peluang yang ada di masa depan sejalan dengan upaya ANTAM untuk terus bertumbuh dan memberikan imbal hasil yang positif kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Sumber: industry.co.id

Read More

Megaproyek Baterai Kendaraan Listrik RI Segera Dimulai

NIKEL.CO.ID –  PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) menandatangani Heads of Agreement (HoA) investasi pabrik baterai kendaraan listrik dengan Konsorsium Baterai LG dari Korea Selatan. Penandatanganan HoA menunjukkan proyek pembangunan baterai kendaraan listrik akan segera dimulai.

Adapun konsorsium itu terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO dan Huayou Holding.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan, tahap selanjutnya dari proyek ini adalah melakukan feasibility study (FS). Setelah itu, proyek bisa segera dikerjakan.

“Kami akan terus mendorong, mengawal, dan akan membantu sepenuhnya, selama kerangkanya ada dalam aturan yang ada di Indonesia dan bisnis yang saling menguntungkan. Sekarang setelah HoA ditandatangani, kita bikin FS supaya bisa langsung kerja. Sekarang waktunya kita bekerja. Kita punya komitmen untuk cepat realisasi investasi,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis BKPM yang dikutip detikcom, Kamis (6/5/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir yang juga turut menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan, pengerjaan proyek pabrik baterai harus dipercepat. Pasalnya, sejumlah pemerintah daerah (Pemda) menginginkan angkutan umum bertenaga listrik bisa dioperasikan di masing-masing daerahnya tahun ini.

“Proyek baterai ini harus berjalan tepat waktu, bila mungkin malah dipercepat. Indonesia sangat serius, terbukti dari beberapa daerah, banyak gubernurnya di Indonesia membuat keputusan bahwa mobil listrik, terutama seperti bus dan kendaraan umum harus dipakai tahun ini,” tutur Erick.

Selain itu, pabrik baterai kendaraan listrik ini juga harus segera dibangun seiringan dengan proyek pembangunan ibukota baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Bahkan Indonesia akan membangun ibukota baru di Kalimantan yang semuanya juga menggunakan mobil listrik,” jelas Erick.

Sebagai informasi, HoA atau perjanjian pra-kontrak merupakan komitmen para pihak yang dituangkan dalam bentuk tulisan dan tidak dimaksudkan untuk mengikat. HoA yang lazim digunakan dalam proses pendirian bisnis, baik nasional maupun internasional, selama tahap negosiasi berlangsung.

Penandatanganan HoA proyek pabrik baterai kendaraan listrik tersebut merupakan hasil tindak lanjut pertemuan Presiden Moon Jae In dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Busan, Korea Selatan pada tanggal 25 November 2019 lalu.

Begitu juga dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BKPM dengan LG Group yang ditandatangani oleh Bahlil dan CEO LG Energy Solution tanggal 18 Desember 2020 di Seoul, Korea Selatan. Kerja sama proyek investasi raksasa dan strategis di bidang industri sel baterai kendaraan listrik ini terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining) serta industri precursor dan katoda.

Nilai rencana investasinya mencapai US$ 9,8 miliar. HoA adalah titik awal kerja sama yang akan diikuti dengan Joint Study, perjanjian pemegang saham, dan perjanjian pendirian perusahaan.

Sumber: detik.com

Read More

Proyek Konsorsium Baterai LG dan BUMN Segera Terealisasi

Menteri Investasi Bahlil Laadalia menyampaikan, acara penandatanganan tersebut merupakan momentum bersejarah bagi ketiga negara, Indonesia, Korea Selatan, dan China. Hal ini juga merupakan bukti pemerintah dan BUMN serius untuk segera merealisasikan proyek baterai ini dengan cepat.

NIKEL.CO.ID –  PT Industri Baterai Indonesia telah menandangani Head of Agreementt bersama dengan konsorsium Baterai LG dari Korea Selatan pada Kamis, 29 April 2021 lalu di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Acara penandatanganan dihadiri oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho, serta pimpinan Konsorsium LG yang terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO dan Huayou Holding.

Di samping itu, turut disaksikan juga secara daring oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea Umar Hadi dan Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia Park Taesung.

Bahlil menyampaikan, acara penandatanganan tersebut merupakan momentum bersejarah bagi ketiga negara, Indonesia, Korea Selatan, dan China. Hal ini juga merupakan bukti pemerintah dan BUMN serius untuk segera merealisasikan proyek ini dengan cepat.

“Kami akan terus mendorong, mengawal, dan akan membantu sepenuhnya, selama kerangkanya ada dalam aturan yang ada di Indonesia dan bisnis yang saling menguntungkan. Sekarang setelah HoA ditandatangani, kita bikin FS [Feasibility Study] supaya bisa langsung kerja. Sekarang waktunya kita bekerja” katanya dalam siaran pers, Kamis (6/5/2021).

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir juga menyampaikan bahwa proyek ini sangat penting bagi seluruh pihak.

“Proyek baterai ini harus berjalan tepat waktu, bila mungkin malah dipercepat. Indonesia sangat serius, terbukti dari beberapa daerah, banyak gubernurnya di Indonesia membuat keputusan bahwa mobil listrik, terutama seperti bis dan kendaraan umum harus dipakai tahun ini.  Bahkan Indonesia akan membangun ibukota baru di Kalimantan yang semuanya juga menggunakan mobil listrik,” ujarnya.

Di samping itu, Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho menyampaikan apresiasinya atas keseriusan pemerintah dalam mendorong keberhasilan proyek industri baterai. Pihaknya akan langsung berkonsolidasi dengan konsorsium Korea untuk menentukan target-target penyelesaian proyek.

“Hari ini, masih awal dari perjalanan IBC dalam mewujudkan ekosistem electric vehicle di Indonesia. Kami ingin Indonesia menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik. Untuk itu, kami perlu dukungan dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Resmi! Proyek Konsorsium Baterai LG dan BUMN Segera Terealisasi“.

Read More

Antam Bagi Dividen Rp 402,27 M & Rombak Nomenklatur Dua Direksi

NIKEL.CO.ID – Emiten pertambangan BUMN, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar 35% dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2020 atau sebesar Rp 402,27 miliar. Sementara sisa sebesar 65% atau Rp 747,08 miliar sebagai saldo laba.

Hal ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan hari ini. Jumlah dividen tunai tersebut meningkat dari tahun buku 2019 senilai Rp 67,84 miliar atau dengan rasio 35% dari perolehan laba bersih perseroan.

“Kebijakan dividen telah disetujui, Antam akan membagikan dividen sebesar 35 persen dari laba bersih 2020,” kata Sekretaris Perusahaan Antam, Kunto Purwoko, dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (7/4/2021).

Seperti diketahui, berdasarkan kebijakan pembagian dividen ini mengacu pada penawaran umum perdana saham perseroan tahun 1997 lalu yang menetapkan pembagian dividen minimal sebesar 30% dari laba bersih.

Sepanjang tahun 2020, perseroan membukukan perolehan laba bersih Rp 1,14 triliun, naik 492,90% dari perolehan laba bersih di periode yang sama tahun sebelumnya Rp 193,85 miliar. Nilai laba bersih per saham ikut naik tajam ke angka Rp 47,83/saham dari sebelumnya di akhir 2019 yang senilai Rp 8,07/saham.

Padahal kinerja pendapatan mengalami penurunan 16,33% YoY menjadi senilai Rp 27,37 triliun dari posisi 31 Desember 2019 yang senilai Rp 32,71 triliun. Kendati pendapatan turun, namun perusahaan berhasil menurunkan angka beban pokok penjualan menjadi Rp 22,89 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 28,27 triliun.

Selain membagikan dividen, rapat juga menyetujui perombakan pengurus. Pemegang saham memberhentikan Aprilandi Hidayat Setia dari jabatannya sebagai Direktur Niaga dan Hartono sebagai Direktur Operasi dan Produksi efektif sejak tanggal RUPS Tahunan hari ini.

Tak hanya itu, dalam keputusan RUPS, pemegang saham juga mengubah nomenklatur jabatan anggota direksi. Pertama, untuk Direktur Keuangan diubah menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Kedua, perubahan nomenklatur dari Direktur Operasi dan Produksi menjadi Direktur Operasi dan Transformasi Bisnis.

Berikut ini susunan Direksi Antam yang baru:

  • Direktur Utama: Dana Amin
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Anton Herdianto
  • Direktur SDM: Luki Setiawan Suardi
  • Direktur Operasi Operasi dan Transformasi Bisnis: Risono.

Sumber: CNBC Indonesia

 

Read More

Erick Thohir Resmikan Holding Baterai Hari Ini, Saham Antam (ANTM) Terbang

NIKEL.CO.ID – Saham emiten tambang BUMN PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melonjak pada perdagangan sesi I, Jumat (26/3/2021). Kenaikan tersebut terjadi menjelang pengumuman holding perusahaan baterai kendaraan listrik (Indonesia Battery Corporation) hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, harga saham Antam bergerak naik 8,26 persen atau 180 poin ke level 2.360 dengan kapitalisasi pasar Rp56,95 triliun. Sahamnya dibuka di level 2.230.

Naiknya saham emiten bersandi ANTM tersebut berbarengan dengan rencana Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan perusahaan holding baterai di Indonesia pada hari ini.

Kementerian BUMN bersama MIND ID, PT Pertamina, PT PLN, dan ANTM akan menggelar acara Konferensi Pers Pendirian Indonesia Battery Corporation secara virtual. Rencananya agenda akan dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB hari ini.

Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan hingga saat ini proses pembentukan holding tersebut masih terus berlangsung. Namun, menurutnya proses itu sudah mendekati tahapan final.

“Dalam prosesnya saat ini mungkin tidak akan lama lagi EV baterai, holding ini akan jadi tidak lama, hampir sebulan, dua bulan selesai. Ini akan menjadi sebuah perusahaan yang menghasilkan EV baterai dan mengusai dari hulu ke hilir,” ujarnya, Kamis (4/3/2021).

Arya mengungkapkan, nantinya setelah holding ini terbentuk, akan ada banyak perusahaan-perusahaan joint venture (JV) yang akan dibentuk dari segala lini bisnis.

“Ini JV holding baterai dengan Antam, precussor dan katoda ini JV holding dengan Pertamina misalnya, kemudian nanti juga battery cell dan battery pack ini JV holding baterai dengan Pertamina dan PLN. kemudian ESS assembling itu adalah JV antara holding baterai dengan PLN misalnya, kemudian untuk recycling itu JV holding baterai dengan Pertamina,” ungkapnya.

Ketua Tim Kerja Percepatan Pengembangan EV Battery Agus Tjahjana menjelaskan tim ini telah dibentuk sejak Februari 2020. Keempat perusahaan itu diberi mandat langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

“Namanya IBI ini adalah holding 4 perusahaan, kira-kira kita akan share seperempat-seperempat, Industry Battery Indonesia,” katanya.

Agus mengatakan, investasi yang akan dikeluarkan nantinya sangat tergantung dengan kapasitas baterai yang akan dibuat.

Untuk di hulu, pihaknya akan membuat sekitar 195 gigawatt/hour dengan sekitar 150.000 nikel per tahun dalam dua tahap. Pada tahap awal perusahaan akan membuat baterai dengan kapasitas 30 GW per hour yang akan direalisasikan pada 2026-2030.

Setelah itu, kapasitas akan ditingkatkan menjadi 140 GW/hour atau sekitar 70 persen dari 195 GW/hour.

“Berarti nanti sisanya di ekspor dalam belum cell, investasinya US$13 miliar, nah kalau bisa sampai 140 GW/hour atau 70 persen dari 195 GW/hour itu hampir mencapai US$17 miliar, tentu investasi bersama,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Erick Thohir Resmikan Holding Baterai Hari Ini, Saham Antam (ANTM) Terbang

Read More

Laba Bersih Antam Melonjak 492% Menjadi Rp 1,14 Triliun

NIKEL.CO.ID – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan lonjakan laba besih pada akhir tahun 2020 sebesar 492% menjadi Rp 1,14 triliun, dibandingkan perolehan pada akhir tahun 2019 Rp 193,85 miliar.

Dalam paparan kinerja keuangannya, Senin (15/3), penjualan perseroan justru turun 16,33% menjadi Rp 27,37 triliun hingga akhir 2020, dibandingkan periode sama tahun 2019 senilai Rp 32,71 triliun.

Peningkatan laba bersih tersebut didukung penurunan beban pokok penjualan juga menjadi Rp 22,89 triliun atau turun 19,01% dari sebelumnya Rp 28,27 triliun. Alhasil laba kotor perseroan sebesar Rp 4,47 triliun atau naik 0,64% dari semula Rp 4,44 triliun.

Jumlah beban usaha perseroan sepanjang tahun 2020 juga turun 30,01% menjadi Rp 2,44 triliun, dibandingkan periode 31 Desember 2019 yang mencatatkan sejumlah Rp 3,49 triliun. Raihan ini diperoleh dari beban umum dan administrasi sebesar Rp 1,91 triliun serta beban penjualan dan pemasar sejumlah Rp 533,06 miliar pada akhir tahun 2020.

Lebih lanjut, laba usaha perseroan sebesar Rp 2,03 triliun atau naik 112% dari akhir tahun 2019 yang mencatatkan sejumlah Rp 955,61 miliar. Sementara laba sebelum pajak penghasilan dicatatkan sebesar Rp 1,64 triliun atau naik 138% dari sebelumnya Rp 687,03 miliar Sedangkan total aset perseroan hingga 31 Desember 2020 mencapai Rp 31,72 triliun, naik 5,08% dari 31 Desember 2019 yakni Rp 30,19 triliun.

Sedangkan liabilitas sebesar Rp 12,69 triliun, naik 5,21% dari semula Rp 12,06 triliun dan total ekuitas naik 4,99% menjadi Rp 19,03 triliun dari sebelumnya Rp 18,13 triliun.

Di sisi lain, perseroan memproyeksikan kinerja produksi maupun komoditas tumbuh positif pada 2021. Untuk jenis produk feronikel, pihaknya menargetkan volume produksi dan penjualan mencapai 26,000 ton nikel (TNi). Jumlah ini relatif stabil apabila dibandingkan dengan capaian produksi dan penjualan pada tahun 2020 lalu yakni masing-masing sebesar 25,970 TNi dan 26,163 TNi.

“Target produksi tersebut sejalan dengan optimalisasi yang perseroan lakukan pada produksi Feronikel Pomalaa di pabrik yang berlokasi di Sulawesi Tenggara,” jelas Sekretaris perusahaan Aneka Tambang Kunto Hendrapawoko dalam keterangan resmi.

Untuk komoditas bijih nikel, Aneka Tambang menargetkan total produksi mencapai 8,44 juta wet metric ton (WMT). Peningkatan ini nantinya akan digunakan oleh perseroan sebagai bahan baku pabrik feronikel dan juga mendukung penjualan kepada pelanggan domestik.

Adapun, pihaknya menargetkan komoditas bijih nikel pada tahun ini dapat terjual sebanyak 6,71 wmt, atau naik 104% dibandingkan penjualan di tahun 2020 yaitu 3,30 juta wmt (unaudited). Membaiknya outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel dalam negeri menjadi sebab perseroan meningkatkan target penjualannya.

Kemudian, pada komoditas ketiga yakni emas, Aneka Tambang memproyeksikan produksi mencapai 1,37 ton emas yang akan dikontribusi dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung yaitu 18 ton. Untuk memuluskan rencana itu, perseroan berfokus pada pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri.

“Target tersebut meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi pada emas dan pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik yang terus naik.” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Investor.id dengan judul “Laba Bersih Antam Melonjak 492% Menjadi Rp 1,14 Triliun

Read More

Kejagung Akan Serahkan Pengelolaan Tambang Milik Tersangka Asabri ke BUMN

NIKEL.CO.ID – Kejaksaan Agung bakal menyerahkan pengelolaan tambang milik Heru Hidayat kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia merupakan tersangka kasus dugaan korupsi PT Asabri.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan tiga tambang nikel dan satu tambang batu bara itu memang belum beroperasi saat penyitaan.

“Nanti penyerahan pengelolaan dilakukan setelah kasus inkracht dan aset sitaan akan sampai pada tahapan lelang. Setelah dirampas untuk pemulihan kerugian negara kan jadi rampasan yang dikelola BUMN,” kata Febrie di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Maret 2021 malam.

Febrie mengatakan saat ini penghitungan nilai kandungan nikel dan batu bara oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga hampir rampung. Nantinya, setelah mengetahui berapa nilai kandungan tersebut, penyidik akan menggabungkannya dengan penghitungan aset sitaan lainnya.

“Diharapkan selesai berbarengan dengan hitungan aset lainnya, baru kami akumulasikan,” ucap Febrie.

Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan orang tersangka. Mereka adalah mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purnawirawan) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro.

Selain itu juga Kepala Divisi Investasi Asabri periode Juli 2012 hingga Januari 2017 Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Kepala Divisi Keuangan dan Investasi periode 2012 hingga Mei 2015 Bachtiar Effendi, Direktur Investasi dan Keuangan periode 2013-2019, Hari Setiono, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.

Kejaksaan Agung menaksir nilai kerugian negara akibat perbuatan para tersangka dalam kasus korupsi Asabri mencapai lebih dari Rp 23 triliun.

Sumber: tempo.co

Read More

Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik LG Dijadwalkan Akhir Maret 2021

LG bersama dengan Hyundai, POSCO Group, dan salah satu perusahaan asal China akan bekerja sama dengan BUMN untuk membangun proyek tersebut.

NIKEL.CO.ID – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan LG Energy Solution akan melakukan groundbreaking untuk proyek industri baterai kendaraan listrik di Batang pada akhir Maret 2021.

“LG yang investasinya US$9,8 miliar mulai groundbreaking di bulan Maret akhir, untuk 10 gigawatt pertama,” katanya dalam Rakernas Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (5/3/2021).

Bahlil menjelaskan LG bersama dengan Hyundai, POSCO Group, dan salah satu perusahaan asal China akan bekerja sama dengan BUMN untuk membangun proyek tersebut.

“Mereka kerja sama dengan BUMN Indonesia, yang mulai dari pross tambang, smelternya, baterai cell, mobil, sampai dengan mesinnya,” jelasnya.

Di samping itu, Bahlil mengatakan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dan BASF juga sedang dalam proses berinvestasi untuk proyek industri baterai kendaraan listrik.

Seperti diketahui, LG sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Perdagangan untuk proyek kerja sama tersebut.

Bahlil optimistis investasi LG Energy Solution akan berdampak positif pada perekonomian daerah, menimbulkan multiplier effects, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Melalui proyek kerja sama investasi ini, Indonesia diproyeksikan akan naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik.

Pasalnya, baterai listrik merupakan komponen utama mobil listrik, yang dapat mencapai 40 persen dari total biaya mobil listrik. Pada 2035, Indonesia mencanangkan untuk memproduksi 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Wah, LG Mau Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Akhir Maret 2021!“.

Read More