Rusia Invasi Ukraina, Harga Nikel Tembus 26.000 Dolar AS per Ton

265
Harga nikel dunia terpengaruh dengan invasi Rusia ke Ukraina (Foto: ist)
Rusia Invasi Ukraina, Harga Nikel Tembus 26.000 Dolar AS per Ton
Harga nikel dunia terpengaruh dengan invasi Rusia ke Ukraina (Foto: ist)

NIKEL.CO.ID, 25 Februari 2022—Harga nikel menjulang tinggi menjelang penutupan akhir Februari ini. Di bursa perdagangan dunia, London Metal Exchange (LME), harga nikel pada Jumat (25/2/2022) pukul 10.28 WIB mencapai 26.100 dolar AS per ton. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga penutupan Kamis (24/2/2022) sebesar 23.885 dolas AS per ton.

Permulaan tahun menjadi tahun tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Konflik antara Rusia dan Ukraina telah memicu timbulnya kekhawatiran di pasar keuangan. Invasi pasukan Presiden Vladimir Putin ke tetangganya itu semakin memperburuk situasi.

Akibatnya, harga nikel melesat tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, di antaranya harga nikel SHFE sekali lagi mencapai rekor tertinggi. Oleh karena itu, pasokan bahan baku terkait nikel menjadi perhatian pasar.

Menurut penelitian Shanghai Metal Market (SMM), proyek Pobuzkhe dari Rezino Company di Ukraina memiliki output feronikel yang relatif stabil sekitar 15.000-16.000 mt dalam kandungan logam dari 2017 hingga 2020, terhitung sekitar 3%-5% dari output feronikel global.

Menurut analisis statistik lebih lanjut dari SMM, total feronikel yang diimpor dari Ukraina ke China pada 2021 sekitar 18.000 mt kandungan logam, terhitung sekitar 0,3% dari total impor feronikel China (termasuk impor NPI) pada 2021 dan sekitar 10% dari total impor FENI China pada 2021.

Dengan demikian, konflik Ukraina-Rusia mempengaruhi ekspor feronikel Ukraina dan keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar feronikel global dan China akan terpukul. Dalam jangka pendek, diperkirakan pasokan feronikel akan lebih ketat.

Kemarin, kontrak nikel Shanghai Features Exchange (SHFE) teraktif dibuka pada 175.950 yuan/mt dan ditutup pada 179.540 yuan/mt, naik 4.240 yuan/mt atau 2,42% dari hari perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan malam, kontrak nikel SHFE teraktif turun 0,57%, dan kontrak nikel LME 03 turun 0,65%.

Dalam beberapa hari terakhir, stok nikel dan nikel rafinasi global yang rendah kemungkinan besar meningkatkan harga nikel. Sebelum ada titik balik yang jelas atas persediaan, serta pasokan dan permintaan berubah menjadi surplus, nikel harus dibeli pada saat harga rendah. (Fia/R)