National Mineral Resources Agency Menemukan Endapan Kobalt di 25 Negara Eropa

NIKEL.CO.ID – Menurut informasi dan investigasi yang dipublikasikan oleh Badan Sumber Daya Mineral Nasional (National Mineral Resources Agency), 509 endapan yang mengandung kobalt telah ditemukan di 25 negara Eropa. Diperkirakan jumlah sumber daya kobalt yang diklasifikasikan menurut United Nations Framework Classification (UNFC) berasal dari 151 endapan di 12 negara yang datanya tersedia. Jumlah total sumber daya yang dihitung adalah 1342649t, di mana 114638t berasal dari proyek komersial yang saat ini menambang kobalt, 370409t berasal dari proyek komersial potensial, 111107t adalah nilai penilaian historis yang memenuhi persyaratan pelaporan modern, dan 746495t adalah nilai penilaian historis yang tidak sesuai . Analisis data ini menunjukkan bahwa sumber daya kobalt tersebar luas di Eropa, tersebar di beberapa jenis endapan yang berbeda.

Produksi tambang global kobalt didominasi oleh endapan tembaga yang didominasi oleh sedimen berlapis, endapan magmatik nikel-tembaga dan endapan nikel laterit, tetapi jenis endapan lain mungkin juga kaya akan kobalt. Di Eropa, produksi kobalt saat ini berasal dari tiga tambang di Finlandia: deposit sulfida magmatik Kevitsa, deposit Kylylahti sulfida masif asal vulkanik (VMS), dan deposit serpih hitam Sotkamo (Talvivaara).

Studi tersebut mengidentifikasi 104 endapan kobalt yang saat ini sedang dieksplorasi di Eropa, 79 di antaranya berada di Finlandia, Norwegia, dan Swedia. Di antara negara-negara ini, perisai Fennoscandian dan sabuk lipat Caledonian adalah zona eksplorasi prioritas tinggi untuk berbagai endapan yang mengandung kobalt (terutama endapan magmatik nikel-tembaga-kobalt). Orogen Svecofennian, Sveconorwegian dan Caledonian dari Fennoscandia juga menyebabkan pembentukan beberapa deposit kaya kobalt lainnya. Ini terutama termasuk Co-Cu-Au, VMS, endapan vena skarn dan polimetalik dari endapan metamorf dan supervolkanik.

Di beberapa negara Eropa, deposit vena kobalt polimetalik kecil telah menjadi tujuan produksi kobalt historis. Saat ini, sebagian besar endapan ini tidak memiliki nilai ekonomis, tetapi teknologi baru dan realisasi pasokan bahan mentah lokal dapat menjadikan endapan ini sebagai sumber kobalt yang andal di masa depan. Analisis studi menunjukkan bahwa ketersediaan geologis di Eropa tidak menjadi masalah. Namun, untuk mengkomersialkan proyek eksplorasi, banyak tantangan ekonomi, teknis, lingkungan, dan sosial yang harus diatasi.

Sumber: FerroAlloynet.com