Ini Faktor Harga Nikel Sempat Tembus US$ 31.000 per Ton

163

NIKEL.CO.ID, 21 November 2022— London Metal Exchange (LME) membuka perdagangan nikel pada Senin, (21/11/2022) di angka US$24.800 per ton. Sesi perdagangan hingga malam kemarin harga nikel ditutup US$27.715 per ton.

Walaupun harga nikel kembali menyusut setelah sempat tembus US$ 31.000 per ton di minggu kedua November, namun harga tersebut masih terbilang stabil dibandingkan dengan perdagangan-perdagangan sebelumnya. Hal ini juga dikarenakan per 18 November, persediaan bijih nikel di seluruh pelabuhan Tiongkok turun 98.000 wmt menjadi 9,04 juta wmt dibandingkan Jumat lalu. Total kandungan Ni mencapai 71.000 mt.

Inventaris pelabuhan bijih nikel di tujuh pelabuhan utama Tiongkok mencapai 4.792.000 wmt, 58.000 wmt lebih rendah dari minggu lalu.
Sementara itu, menurut peneliti Shanghai Metal Market, nikel makro, pada (17/11/2022) mengabarkan rilis dari Departemen Tenaga Kerja AS. Dalam rilis itu menyebutkan jumlah klaim awal untuk tunjangan pengangguran di AS mencapai 222.000, yang lebih rendah dari perkiraan 225.000 dan lebih rendah dari sebelumnya nilai.

Hal Ini menunjukkan bahwa ekonomi AS saat ini masih bagus dan kenaikan suku bunga mungkin tidak akan melambat, yang tidak menguntungkan bagi harga komoditas. Di sisi penawaran, rasio harga SHFE/LME belum pulih. Nikel murni spot yang diimpor terus merugi.
Meskipun harga nikel SHFE turun tajam, harga spot nikel murni dalam negeri masih tinggi, dan pengapalan tidak lancar. Dari sisi NPI, dengan munculnya transaksi yang bisa dijadikan sebagai guide price dan melemahnya pasar hilir, kuotasi yang ditawarkan oleh tanaman NPI turun tipis. Namun, karena kemungkinan merugi, pabrik NPI masih enggan menurunkan harganya.

Harga NPI cenderung turun dalam jangka pendek. Di sisi permintaan, menurut riset SMM, harga spot baja tahan karat di Wuxi dan Foshan sedikit turun. Karena sebagian besar pabrik pengolahan terkena dampak pandemi, pelanggan hilir menahan diri untuk mengambil barang untuk sementara waktu. Sementara itu, output pabrik baja meningkat signifikan di bulan Oktober.

Oleh karena itu, persediaan pedagang meningkat. Dalam hal sektor paduan, pesanan untuk penggunaan sipil relatif kecil. Ringkasnya, pasokan dan permintaan nikel murni masih lemah, yang hampir tidak dapat menopang tingginya harga nikel. (Fia/Editor:Syarif)