Rabu, Desember 1
Shadow

Indonesia Optimistis Mampu Menjadi Pemain Besar di Industri Mobil Listrik Dunia

Indonesia Optimistis Mampu Menjadi Pemain Besar di Industri Mobil Listrik di Dunia - Indonesia
Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia (Foto: Ist)
JAKARTA, NIKEL.CO.ID

Mewujudkan transformasi ekonomi dengan menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi industri merupakan salah satu visi besar Presiden RI, Joko Widodo, saat ini. Industri yang didorong adalah industri yang ramah lingkungan dan memberikan kontribusi Indonesia kepada dunia. Salah satunya adalah hilirisasi kendaraan listrik.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia, saat melakukan Paviliun Indonesia di Dubai Expo 2021, Selasa (2/11).

“Target Indonesia adalah menjadi salah satu negara pemain mobil listrik di dunia,” ujar Bahlil sebagaimana siaran pers Kementerian Inveatsi/BKPM yang diterima redaksi.

Kementerian Investasi/BKPM juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Foxconn terkait rencana investasinya di Indonesia. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Investasi/Kepala BKPM ke Taiwan minggu lalu.

“Insyaallah Foxconn berminat masuk Indonesia. Saya belum bisa detail untuk jumlah dan kapan investasinya mulai. Kita sudah tanda tangan kesepakatannya, tetapi belum dalam bentuk MoU. Yakin mereka masuk, tapi kami belum bisa umumkan secara detail. Mudah-mudahan tahun ini,” ungkap menteri kelahiran Banda, 7 Agustus 1976 itu.

Ia menyampaikan bahwa Presiden Jokowi telah memberikan perintah khusus kepada Kementerian Investasi/BKPM untuk menarik investasi Foxconn masuk ke Indonesia. Investasi perusahaan manufaktur komponen dan produk elektronik asal Taiwan ini nantinya akan masuk dalam beberapa bagian, antara lain produksi baterai listrik, mobil dan motor listrik, serta suku cadang peralatan komunikasi.

Investasi Foxconn di Indonesia tersebut nantinya akan melibatkan pengusaha nasional dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Foxconn tidak membangun industri mobil listrik saja di Indonesia, akan tetapi juga membangun industri komponen dan bahan baku yang akan digunakan.

“Ini akan punya nilai tambah yang luar biasa dan harganya akan sangat kompetitif,” imbuhnya.

Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi pemain utama industri mobil listrik di dunia. Ia juga menyampaikan, akan ada investasi kendaraan listrik lain yang masuk ke Indonesia.

“Kemarin saya baru pulang dari Jerman, bicara dengan Volkswagen dan BASF. Mereka confirm masuk ke Indonesia dan menjadi bagian rantai pasok untuk baterai mobil listrik. Mereka masuk pada bagian rantai pasok hilir, bukan hulunya. Ini yang akan memerlukan kolaborasi. Ke depan ini jadi target kami,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Investasi/BKPM sudah memfasilitasi investasi pada industri baterai mobil listrik dari perusahaan LG asal Korea Selatan sebesar USD9,8 miliar atau Rp142 triliun, dan CATL asal Tiongkok sebesar USD5,2 miliar atau Rp75,4 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per dollar AS). Investasi LG dan CATL tersebut akan masuk pada rantai pasok mulai dari hulu ke hilir industri baterai mobil listrik di Indonesia. Masuknya beberapa investasi besar tersebut merupakan bukti nyata bahwa Indonesia mampu mewujudkan target sebagai salah satu pemain industri mobil listrik di dunia. (Rus/dbs)

Open chat