Indonesia Negara Produsen Baterai Mobil Terbesar Dunia, Bahlil: Bukan Mimpi Tapi Nyata! 

431

NIKEL.CO.ID, 14 Oktober 2022 – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil mempunyai keinginan agar Indonesia menjadi negara produsen baterai mobil terbesar di dunia bukan sekedar mimpi dan mengada-ngada. Namun kenyataan yang didukung dengan cadangan nikel dunia sebesar 25% merupakan kekuatan yang cukup memegang peranan penting dan peningkatan investasi hilirisasi industri nikel.

“Kita itu punya 25 persen cadangan nikel dunia. Baterai mobil itu cuma empat bahan bakunnya, nikel, mangan, lithium sama cobalt. Kita nggak punya lithium selebihnya kita semua ada di Indonesia. Maka kita pingin Indonesia ke depan menjadi negara produsen baterai mobil terbesar di dunia,” kata Menteri Investasi/BKPM Bahlil dalam acara Investor Daily Summitt 2022 di JCC, diikuti nikel.co.id, Rabu (12/10/2022).

Menurut Bahlil, sebagai bukti bahwa Indonesia akan menjadi negara produsen baterai mobil terbesar di dunia adalah investasi dalam pembangunan pabrik smelter dan pabrik baterai yang sedang dikerjakan saat ini.

“Saya ingin membuktikan, kita telah membangun kerjasama dengan LG. LG ini perusahaan Korea yang investasinya sebesar Rp 142 triliun atau US$ 8,9 juta. Bangun JV (Join Ventur) dengan BUMN, mulai bangun dari mining, smelter, precursor, katode, battery cell sampai kerja sama dengan mobil yang namanya Hyundai. Ini sudah direalisasikan di Indonesia sekarang,” ujarnya.

Dalam tahap pembangunan dilakukan bersama dari sektor hulu dan hilir. Dari sektor hilir sedang dikejar pembangunan pabrik cell baterai.

“Saya minta mereka dari hilir bangun baterai cell dulu,” cetusnya. 

Bahlil mengatakan, di Karawang Jawa Barat pabrik cell baterai sedang dibangun untuk precursor, katode, dan baterai cell yang rencananya siap untuk produksi pertama pada tahun 2023 dan pada Januari 2024 telah menghasilkan baterai cell. 

Selain itu, pembangunan pabrik baterai cell di Batang, Jawa Tengah yang baru-baru ini di groundbreaking menguatkan persiapan Indonesia menjadi negara produsen baterai terbesar didunia. Termasuk pembangunan smelter yang direncanakan dibangun di Maluku Utara bekerjasama dengan perusahaan BUMN yaitu ANTAM. 

“Ini BUMN ikut masuk! Jadi tidak seperti yang dulu-dulu. Kalau dulu (PT) Freeport Indonesia hanya dapat saham 10 persen, sekarang sudah diambil alih 51 persen,” ujar Bahlil. 

Bahlil mengungkapkan bahwa untuk Perusahaan Pertambangan PT Freeport, Indonesia sekarang sudah menguasai sebanyak 51%. Untuk smelter di PT Freeport, BUMN memiliki saham sebesar 30%.

“Turunannya ke bawah diatas 25 persen, kita pingin adalah negara mendapat benefit tambahan dari sebuah investasi dari teman-teman yang dari negara lain,” ungkapnya.

Bahlil menjelaskan, beberapa perusahaan mancanegara telah melakukan investasi ke dalam negeri diantaranya LG, BASF VW dari Jerman dan FOXCONN dan CATL dari China sebesar Rp 70 triliun. 

Dalam perencanaan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan menjadi produsen baterai mobil terbesar di dunia langkah awalnya adalah hilirisasi. 

“Jadi, hilirisasi inilah kata kunci untuk kita mendorong agar terjadi penambahan nilai tambah disana,” tutup Bahlil. (Shiddiq)