Indonesia Harus Siap-siap Mengantisipasi Krisis Global

218
Ekonom Bank UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja (Foto: Dok)

Dok: Erico Tanuwidjaja ekonom bank uob indonesia

NIKEL.CO.ID, 22 Agustus 2022-Ekonom Bank UOB Indonesia, Erico Tanuwidjaja mengutarakan dunia saat ini sedang dihadapkan dengan kenaikan insflasi. Ada beberapa faktor krisis global, seperti akibat perang Rusia dan Ukraina, konflik China dan Taiwan, dan kenaikan suku bunga yang agresif dari Fed Amerika Serikat.

Dalam paparannya mengenai Global Economic & Market Research, Erico Tanuwidjaja mengatakan, kenaikan suku bunga Fed AS akan berpengaruh dengan rupiah akan melemah dan resesi semakin tinggi, ditambah kondisi Tiongkok yang ekonominya melemah. Sektor perekonomian dunia dan Tiongkok yang melemah bisa berpengaruh terhadap ganguan rantai pasok global.

“Harus diingat bahwa perekonomian global kita, termasuk ke regional lebih banyak masuknya ke Tiongkok dibadingkan ke Amerika. Artinya, walaupun AS sedang resesi jauh lebih berdampak jika terjadi krisis di Tiongkok,” kata Erico.

Berdasarkan pantauan tim UOB pengetatan suku bunga akan terus berlanjut sebesar 3,5% persen, bahkan 4% persen di kuartal pertama tahun 2024. Tidak hanya terjadi Asia, tetapi juga di Eropa.

Dampak dari kenaikan suku bunga yang drastis akan berpengaruh terhadap sektor energi dan bahan makanan. Kemungkinan besar sektor ini akan lebih dahulu terdampak resesi. Namun, kiblat perekonomian Indonesia lebih banyak ke Tiongkok dibandingkan Amerika Serikat ataupun Eropa. Dan di Asia sendiri infalsi masih terbilang masih standar.

Dikatakan, tren pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2020. Tim UOB berpandangan inflasi di tahun kemarin antara 4,8%, namun di-upgrade menjadi 5% kemudian menjadi 4%.

“Yang lebih penting di sini sebenarnya adalah rupiah, karena adanya penguatan dolar yang besar dan akan berlanjut pada tahun ini, rupiah akan kembali di atas Rp 15.100 atau bahkan sampai Rp 15.300,” Erico menganalisa.

Kenaikan inflasi gIobaI saat ini, diungkapkan Erico, belum begitu berdampak bagi Indonesia, karena adanya program subsidi dari pemerintah. Namun, jika inflasi global ini terus berlanjut, tentu akan berimbas ke Indonesia, terutama di sektor energi dan makanan. Jika kondisinya sudah seperti ini, Bank Indonesia kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga.(Fia/Editor:Syarif)